Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rancang Bangun Mesin Pencuci Kentang

View through CrossRef
Abstrak. Salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kentang adalah proses pasca panen yaitu pencucian. Proses pencucian kentang saat ini masih dilakukan secara manual oleh para petani, bahkan banyak tidak dicuci setelah proses pemanenan selesai. Hal ini mengakibatkan tampilan kentang kelihatan kurang menarik. Proses pencucian dengan cara ini mempunyai beberapa kelemahan dimana penggunaan air menjadi tidak terkontrol, juga membutuhkan ruang yang besar untuk perendaman yang banyak dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu tujuan penelitian ini merancang dan membangun mesin pencuci kentang, dengan harapan pada pencucian kentang menjadi lebih efisien waktu dan lebih efektif.  [A1] Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah analisa perancangan, rancangan struktural, fungsional dan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini telah merancang bangun mesin pencuci kentang dengan ukuran panjang 78,75 cm, lebar 35 cm dan tinggi 58 cm. Dari analisa perancangan didapatkan kapasitas adalah 155,24 kg/jam. Hasil pengamatan yaitu pada 1 kg kentang dengan perbedaan waktu pencucian yaitu 0,[A2] 5, 1, 1,5, dan 2 menit.,  didapatkan waktu pencucian yang optimal  adalah 1 menit dan 1,5 menit pada beban 1 kg kentang. hasil dari 1 menit dan 1,5 menit masing-masing menghasilkan kentang yang bersih sebesar 76,92%, 84,61%, kotor 15,38%, 7,69%, dan kulit terkelupas 7,69%, 15,38%. Potato Washing Machine DesignAbstract Abstract One important factor in maintaining the quality of potatoes is the post-harvest process, namely washing. The current potato washing process is still done manually by farmers, many are not even washed after the harvesting process is complete. This results in the appearance of potatoes looking less attractive. The washing process in this way has several disadvantages where the use of water becomes uncontrolled, also requires a large space for a lot of soaking and takes a long time. Therefore the purpose of this study is to design and build a potato washing machine, with the hope that washing potatoes becomes more time efficient and more effective. The method used in this design is design analysis, structural, functional design and observation results. The results of this study have designed a potato washing machine with a length of78,75 cm, width of35 cm and height of58 cm. From the design analysis, the capacity is155.24 kg / hour. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.5, 1, 1.5, and 2 minutes., the optimal washing time was 1 minute and 1.5 minutes on a load of1 kg of potatoes. The results of 1 minute and 1,5 minutes resulted in clean potatoes of 76.92%, 84.61%, gross 15.38%, 7.69%, and flaky skin of 7.69%, 15.38%, respectively. 
Title: Rancang Bangun Mesin Pencuci Kentang
Description:
Abstrak.
 Salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kentang adalah proses pasca panen yaitu pencucian.
Proses pencucian kentang saat ini masih dilakukan secara manual oleh para petani, bahkan banyak tidak dicuci setelah proses pemanenan selesai.
Hal ini mengakibatkan tampilan kentang kelihatan kurang menarik.
Proses pencucian dengan cara ini mempunyai beberapa kelemahan dimana penggunaan air menjadi tidak terkontrol, juga membutuhkan ruang yang besar untuk perendaman yang banyak dan membutuhkan waktu yang lama.
Oleh karena itu tujuan penelitian ini merancang dan membangun mesin pencuci kentang, dengan harapan pada pencucian kentang menjadi lebih efisien waktu dan lebih efektif.
 [A1] Metode yang digunakan pada perancangan ini adalah analisa perancangan, rancangan struktural, fungsional dan hasil pengamatan.
Hasil penelitian ini telah merancang bangun mesin pencuci kentang dengan ukuran panjang 78,75 cm, lebar 35 cm dan tinggi 58 cm.
Dari analisa perancangan didapatkan kapasitas adalah 155,24 kg/jam.
Hasil pengamatan yaitu pada 1 kg kentang dengan perbedaan waktu pencucian yaitu 0,[A2] 5, 1, 1,5, dan 2 menit.
,  didapatkan waktu pencucian yang optimal  adalah 1 menit dan 1,5 menit pada beban 1 kg kentang.
hasil dari 1 menit dan 1,5 menit masing-masing menghasilkan kentang yang bersih sebesar 76,92%, 84,61%, kotor 15,38%, 7,69%, dan kulit terkelupas 7,69%, 15,38%.
 Potato Washing Machine DesignAbstract Abstract One important factor in maintaining the quality of potatoes is the post-harvest process, namely washing.
The current potato washing process is still done manually by farmers, many are not even washed after the harvesting process is complete.
This results in the appearance of potatoes looking less attractive.
The washing process in this way has several disadvantages where the use of water becomes uncontrolled, also requires a large space for a lot of soaking and takes a long time.
Therefore the purpose of this study is to design and build a potato washing machine, with the hope that washing potatoes becomes more time efficient and more effective.
The method used in this design is design analysis, structural, functional design and observation results.
The results of this study have designed a potato washing machine with a length of78,75 cm, width of35 cm and height of58 cm.
From the design analysis, the capacity is155.
24 kg / hour.
The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.
5, 1, 1.
5, and 2 minutes.
, the optimal washing time was 1 minute and 1.
5 minutes on a load of1 kg of potatoes.
The results of the observation were on1 kg of potatoes with a difference in washing time of 0.
5, 1, 1.
5, and 2 minutes.
, the optimal washing time was 1 minute and 1.
5 minutes on a load of1 kg of potatoes.
The results of 1 minute and 1,5 minutes resulted in clean potatoes of 76.
92%, 84.
61%, gross 15.
38%, 7.
69%, and flaky skin of 7.
69%, 15.
38%, respectively.
 .

Related Results

Rancang Bangun Mesin Pembersih dan Pengupas Kentang
Rancang Bangun Mesin Pembersih dan Pengupas Kentang
ABSTRACTEngineering of potatoes cleaning and peeling machineChips can be produced from varieties of raw materials including potatoes. To make potato chips on a large scale requires...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kajian Terhadap Perubahan Fisik Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Penyimpanan Di Suhu Ruang
Kerusakan komoditi hortikultura setelah panen sekitar 20-40%. Ini disebabkan proses respirasi dan metabolisme yang masih berlangsung, ketidaktepatan waktu panen, kerusakan mekanis,...
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)
Analisa Produktivitas Mesin Kerupuk Kentang Dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)
Pengukuran produktivitas memegang peranan yang sangat penting dalam mengevaluasi dan menentukan strategi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Penelitian ini bertu...
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PRODUKSI TEMPE MENGGUNAKAN MODIFIKASI MESIN PENCUCI DAN PERAGI KEDELAI
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PRODUKSI TEMPE MENGGUNAKAN MODIFIKASI MESIN PENCUCI DAN PERAGI KEDELAI
Kebutuhan tempe semakin meningkat dan bervariasi, namun belum meratanya penerapan IPTEK mengakibatkan terdapat kendala dalam proses produksi. Modifikasi mesin pencuci peragi kedela...
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kentang Di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kentang Di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah
Kecamatan Timang Gajah adalah salah satu kecamatan yang menghasilkan produksi kentang hanya sebesar 72,50 Kwintal dengan luas lahan 5 Ha. Komoditas kentang yang dibudidayakan di Ke...

Back to Top