Javascript must be enabled to continue!
DINAMIKA HISTORIS BARAT-ISLAM: MISPERSEPSI, PRASANGKA, DAN KONFLIK
View through CrossRef
Absract. The historical dynamics of the West-Islam always depicted as a phenomenon of misperception, antipathy, and conflicts that have been going on since the 12th century. The events of the Crusades and the spirit of reconquest of areas once occupied by Islam, leaving a bad-trail imprint in almost all perspectives of Western society towards Islam. Western antipathy was shown through negative sentiments, such as the term "saracen" to Muslim troops and the title of "Moor" which is still used by Western elites when they invaded and control various Muslim-majority areas. The heritage of Islamic civilization for the progress of the Western World is only valued to the extent of the "threat" about the revival of the glory of Islamic civilization that had ruled the world for about 7 centuries. The efforts of some Western scholars who are more objective perceived in understanding Islam, apparently are not so influential and Islam was still misunderstood by the West, even Islamophobia was becoming a phenomenon that strengthens as a form of Western fear of Islam. This paper seeks to portray the historical dynamics of West-Islam from various perspectives descriptively-analysis through a historical approach. Historical awareness is needed, so that too excessive and baseless assessments of anything should be avoided, because history was a series of past events that can provide information in the present, functioning as a frame of knowledge in placing a reality in a fitting and objective manner. Abstrak. Dinamika historis Barat-Islam selalu menggambarkan fenomena mispersepsi, antipati, bahkan konflik yang telah berjalan sejak abad ke-12. Peristiwa Perang Salib dan semangat penaklukan kembali wilayah-wilayah yang pernah dikuasai Islam oleh pasukan Salib, meninggalkan jejak buruk dalam hampir seluruh perspektif masyarakat Barat terhadap Islam. Antipati Barat ditunjukkan melalui sentimen negatif, seperti sebutan “saracen” kepada pasukan Muslim dan gelar orang “Moor” yang tetap dipakai kalangan elit Barat ketika mereka melakukan invasi dan penguasaan atas berbagai wilayah berpenduduk mayoritas Muslim. Warisan peradaban Islam bagi kemajuan Dunia Barat hanya dihargai sebatas “ancaman” tentang kebangkitan kembali kejayaan peradaban Islam yang pernah menguasai dunia selama kurang lebih 7 abad. Upaya beberapa sarjana Barat yang lebih objektif dalam memahami Islam, ternyata tidak begitu berpengaruh dan Islam tetap disalahpahami oleh Barat, bahkan Islamofobia menjadi fenomena yang menguat sebagai bentuk ketakutan Barat terhadap Islam. Tulisan ini berupaya memotret dinamika historis Barat-Islam dari berbagai perspektif secara deskriptif-analisis melalui pendekatan historis. Kesadaran historis diperlukan, sehingga penilaian yang terlampau berlebihan dan tanpa dasar terhadap hal apapun seharusnya dapat dihindari, sebab sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lalu yang dapat memberikan informasi pada masa kini, berfungs sebagai bingkai pengetahuan dalam menempatkan sebuah realitas secara pas dan objektif.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: DINAMIKA HISTORIS BARAT-ISLAM: MISPERSEPSI, PRASANGKA, DAN KONFLIK
Description:
Absract.
The historical dynamics of the West-Islam always depicted as a phenomenon of misperception, antipathy, and conflicts that have been going on since the 12th century.
The events of the Crusades and the spirit of reconquest of areas once occupied by Islam, leaving a bad-trail imprint in almost all perspectives of Western society towards Islam.
Western antipathy was shown through negative sentiments, such as the term "saracen" to Muslim troops and the title of "Moor" which is still used by Western elites when they invaded and control various Muslim-majority areas.
The heritage of Islamic civilization for the progress of the Western World is only valued to the extent of the "threat" about the revival of the glory of Islamic civilization that had ruled the world for about 7 centuries.
The efforts of some Western scholars who are more objective perceived in understanding Islam, apparently are not so influential and Islam was still misunderstood by the West, even Islamophobia was becoming a phenomenon that strengthens as a form of Western fear of Islam.
This paper seeks to portray the historical dynamics of West-Islam from various perspectives descriptively-analysis through a historical approach.
Historical awareness is needed, so that too excessive and baseless assessments of anything should be avoided, because history was a series of past events that can provide information in the present, functioning as a frame of knowledge in placing a reality in a fitting and objective manner.
Abstrak.
Dinamika historis Barat-Islam selalu menggambarkan fenomena mispersepsi, antipati, bahkan konflik yang telah berjalan sejak abad ke-12.
Peristiwa Perang Salib dan semangat penaklukan kembali wilayah-wilayah yang pernah dikuasai Islam oleh pasukan Salib, meninggalkan jejak buruk dalam hampir seluruh perspektif masyarakat Barat terhadap Islam.
Antipati Barat ditunjukkan melalui sentimen negatif, seperti sebutan “saracen” kepada pasukan Muslim dan gelar orang “Moor” yang tetap dipakai kalangan elit Barat ketika mereka melakukan invasi dan penguasaan atas berbagai wilayah berpenduduk mayoritas Muslim.
Warisan peradaban Islam bagi kemajuan Dunia Barat hanya dihargai sebatas “ancaman” tentang kebangkitan kembali kejayaan peradaban Islam yang pernah menguasai dunia selama kurang lebih 7 abad.
Upaya beberapa sarjana Barat yang lebih objektif dalam memahami Islam, ternyata tidak begitu berpengaruh dan Islam tetap disalahpahami oleh Barat, bahkan Islamofobia menjadi fenomena yang menguat sebagai bentuk ketakutan Barat terhadap Islam.
Tulisan ini berupaya memotret dinamika historis Barat-Islam dari berbagai perspektif secara deskriptif-analisis melalui pendekatan historis.
Kesadaran historis diperlukan, sehingga penilaian yang terlampau berlebihan dan tanpa dasar terhadap hal apapun seharusnya dapat dihindari, sebab sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lalu yang dapat memberikan informasi pada masa kini, berfungs sebagai bingkai pengetahuan dalam menempatkan sebuah realitas secara pas dan objektif.
Related Results
Mispersepsi Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap Konsep Amil Zakat
Mispersepsi Masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo terhadap Konsep Amil Zakat
It is suspected that the community in Pelem Village do not fully understand the concept of amil zakat as well as the duties, rights and obligations of amil zakat itself and the ami...
Prasangka Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Non-Muslim
Prasangka Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Non-Muslim
Studi tentang pengaruh mata kuliah Perbandingan Agama dalam merubah prasangka mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sangat rel...
Mispersepsi Dalam Sengketa Laut Tiongkok Selatan dan Peluang Diplomasi Pertahanan Indonesia
Mispersepsi Dalam Sengketa Laut Tiongkok Selatan dan Peluang Diplomasi Pertahanan Indonesia
Abstrak--Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan mispersepsi antarnegara pengaku kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan, serta melihat peluang diplomasi pertahanan Indone...
Prasangka Etnik Melayu Terhadap Etnik Minangkabau
Prasangka Etnik Melayu Terhadap Etnik Minangkabau
Abstrak
Prasangka Etnik Melayu Terhadap
Etnik Minangkabau
Harmaini, Saiful Mizan
Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau
Prasangka adalah sebagai sikap tidak toleran, tida...
KONFLIK DAN KETEGANGAN ANTARA MORAL DAN HUKUM DALAM HUKUM ISLAM
KONFLIK DAN KETEGANGAN ANTARA MORAL DAN HUKUM DALAM HUKUM ISLAM
Konflik dasar dalam yurisprudensi Islam terbagi dalam beberapa hal pokok yang terus menjadi perdebatan para cendikiawan Islam. Konflik dasar tersebut antara lain, konflik dan keteg...
Teori Konflik dalam Dinamika Sosial Kontemporer: Sebuah Literatur Review terhadap Ketimpangan, Identitas, dan Manajemen Konflik
Teori Konflik dalam Dinamika Sosial Kontemporer: Sebuah Literatur Review terhadap Ketimpangan, Identitas, dan Manajemen Konflik
Konflik sosial merupakan fenomena yang terus hadir dalam dinamika masyarakat modern, baik dalam bentuk perebutan sumber daya, pertentangan identitas, maupun ketidaksetaraan gender ...
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Abstrak: konflik adalah suatu hal yang kerap kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak hanya terjadi dalam kemasyarakatan tetapi juga terjadi dalam kehidupan berjem...
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini merupakan tahun yang menantang bagi kita semua. Awal tahun diwarnai dengan berbagai peristiwa, diantaranya politik global yang memanas serta perist...

