Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Variasi Pati Sukun (Artocarpus Altilis) dan Gliserol terhadap Karakteristik Edible Film

View through CrossRef
Peningkatan limbah plastik yang sulit terdegradasi menjadi permasalahan serius bagi lingkungan, khususnya dalam sektor pengemasan pangan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kemasan ramah lingkungan yang bersifat biodegradable, seperti edible film berbasis pati. Meskipun pemanfaatan pati dan plasticizer telah banyak diteliti, kajian mengenai pengaruh kombinasi pati sukun (Artocarpus altilis) dengan plasticizer campuran serta keterkaitannya terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi pati sukun (3, 4, 5, dan 6 gr) dan gliserol (2, 3, 4 dan 5 ml) dengan penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film. Karakterisasi meliputi kadar air, swelling, kuat tarik, elongasi, biodegradabilitas, serta analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pati sebesar 11,92% telah memenuhi standar. Nilai kuat tarik berkisar antara 0,80–1,11 MPa, sedangkan elongasi 7,44–9,58%. Peningkatan konsentrasi gliserol menurunkan kuat tarik namun meningkatkan fleksibilitas film. Nilai swelling terendah sebesar 11,26% diperoleh pada formulasi 3 gram pati dan 2 mL gliserol. Seluruh sampel menunjukkan biodegradabilitas yang sangat baik dengan degradasi 100% dalam waktu kurang dari satu minggu. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, sehingga interaksi yang terjadi bersifat fisik. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pati sukun dan plasticizer campuran berpotensi menghasilkan edible film dengan biodegradabilitas tinggi, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekaniknya agar memenuhi standar yang berlaku.
Title: Pengaruh Variasi Pati Sukun (Artocarpus Altilis) dan Gliserol terhadap Karakteristik Edible Film
Description:
Peningkatan limbah plastik yang sulit terdegradasi menjadi permasalahan serius bagi lingkungan, khususnya dalam sektor pengemasan pangan.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif kemasan ramah lingkungan yang bersifat biodegradable, seperti edible film berbasis pati.
Meskipun pemanfaatan pati dan plasticizer telah banyak diteliti, kajian mengenai pengaruh kombinasi pati sukun (Artocarpus altilis) dengan plasticizer campuran serta keterkaitannya terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi pati sukun (3, 4, 5, dan 6 gr) dan gliserol (2, 3, 4 dan 5 ml) dengan penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film.
Karakterisasi meliputi kadar air, swelling, kuat tarik, elongasi, biodegradabilitas, serta analisis gugus fungsi menggunakan FTIR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pati sebesar 11,92% telah memenuhi standar.
Nilai kuat tarik berkisar antara 0,80–1,11 MPa, sedangkan elongasi 7,44–9,58%.
Peningkatan konsentrasi gliserol menurunkan kuat tarik namun meningkatkan fleksibilitas film.
Nilai swelling terendah sebesar 11,26% diperoleh pada formulasi 3 gram pati dan 2 mL gliserol.
Seluruh sampel menunjukkan biodegradabilitas yang sangat baik dengan degradasi 100% dalam waktu kurang dari satu minggu.
Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, sehingga interaksi yang terjadi bersifat fisik.
Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pati sukun dan plasticizer campuran berpotensi menghasilkan edible film dengan biodegradabilitas tinggi, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekaniknya agar memenuhi standar yang berlaku.

Related Results

UJI DAYA KEMBANG DAN UJI ORGANOLEPTIK KERUPUK SUKUN (Artocarpus altilis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG YANG BERBEDA
UJI DAYA KEMBANG DAN UJI ORGANOLEPTIK KERUPUK SUKUN (Artocarpus altilis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG YANG BERBEDA
Sukun (Artocarpus alitilis) merupakan tumbuhan multi fungsi karena digunakan sebagai obat tradisional dan sumber pangan alternatif. Pemanfaatan buah sukun umumnya terbatas pada pen...
Pemanfaatan Sukun Mejadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu
Pemanfaatan Sukun Mejadi Olahan Keripik Sukun di Sawah Lebar Kota Bengkulu
Keripik sukun adalah produk makanan ringan, dibuat dari irisan daging buah sukun (artocarpus altilis) segar dan digoreng dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Te...
Penambahan Bubuk Madu Dalam Pembuatan Teh Daun Sukun (Artocarpus Altilis)
Penambahan Bubuk Madu Dalam Pembuatan Teh Daun Sukun (Artocarpus Altilis)
Breadfruit leaves have unique pharmacological activity and chemical content in the form of phenolic compounds, saponins, tannins, flavonoids, polyphenols, hydrocyanic acid, acetylc...
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI
Escherichia coli merupakan salah satu jenis utama bakteri Gram-negatif. Penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Escherichia coli merupakan penyebab utama morbiditas dan mort...
Formulasi Granul dengan Pati Sukun (Artocarpus artilis) sebagai Glidan
Formulasi Granul dengan Pati Sukun (Artocarpus artilis) sebagai Glidan
Beberapa bahan aktif farmasi memiliki sifat alir yang buruk. Hal ini menjadi hambatan tersendiri pada proses formulasi, terutama pada formulasi sediaan granul, tablet dan kapsul. P...
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS ARTILIS) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORIS MADELEINE CAKE
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS ARTILIS) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORIS MADELEINE CAKE
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan tepung sukun terhadap kualitas fisik dan mutu sensori kue madeleine. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry &...

Back to Top