Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKUPRESUR DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM

View through CrossRef
ABSTRAK Emesis gravidarum atau morning sikness yaitu keadaan  ibu hamil trimester 1 mengeluh merasa mual  muntah dalam 24 jam terjadi kurang dari 5 kali. Emesis gravidarum adalah rasa mual sera muntah yang dirasakan selama hamil, atau disebut juga dengan morning sickness. Hasil studi  menyatakan  lebih dari 80% wanita hamil  mengalami  emesis gravidarum sepanjang hari. Beberapa penelitian menyatakan emesis gravidarum terjadi pada primigravida 60-80%, pada  multigravida 40-60% (Beatrice knight,2000). Rancangan penelitian ini  quasi eksperimen dengan Pretest Only Design with Control Group. Subjek penelitian dibagi menjadi 2, yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan diberikan intervensi berupa akupresur dan pada kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Akupresur diberikan kepada ibu  hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah selama 30 detik diulang selama 4 kali  (lamanya sampai 2 menit). Sebelum dilakukan akupresur ibu diberikan pemahaman sugesti positif dalam menerima kehamilannya dahulu kemudian dilakukan akupresur. Tindakan akupresur  untuk mengurangi mual muntah dilakukan pada titik P6 dan ST 32. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu hamil Trimester I di Desa Jagabaya  Kecamatan Cimaung  Kabupaten Bandung, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah . Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa tindakan akupresur pada ibu hamil trimester 1 di titik P6 dan ST 32. Pemantauan dilakukan pada 66 responden yaitu 33 orang responden sebagai kelompok perlakuan dan 33 orang responden sebagai kelompok kontrol dengan melihat keluhan dari ibu hamil  trimester 1 yang mengalami emesis berkurang atau hilang. Analisa data menggunakan uji beda non parametrik (Mann Whitney Test) untuk melihat adanya perbedaan  dari ibu yang mengalami emesis sebelum dilakukan akupresur dan sesudah dilakukan akupresur.     
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Bandung
Title: AKUPRESUR DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM
Description:
ABSTRAK Emesis gravidarum atau morning sikness yaitu keadaan  ibu hamil trimester 1 mengeluh merasa mual  muntah dalam 24 jam terjadi kurang dari 5 kali.
Emesis gravidarum adalah rasa mual sera muntah yang dirasakan selama hamil, atau disebut juga dengan morning sickness.
Hasil studi  menyatakan  lebih dari 80% wanita hamil  mengalami  emesis gravidarum sepanjang hari.
Beberapa penelitian menyatakan emesis gravidarum terjadi pada primigravida 60-80%, pada  multigravida 40-60% (Beatrice knight,2000).
Rancangan penelitian ini  quasi eksperimen dengan Pretest Only Design with Control Group.
Subjek penelitian dibagi menjadi 2, yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Pada kelompok perlakuan diberikan intervensi berupa akupresur dan pada kelompok kontrol diberikan vitamin B6.
Akupresur diberikan kepada ibu  hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah selama 30 detik diulang selama 4 kali  (lamanya sampai 2 menit).
Sebelum dilakukan akupresur ibu diberikan pemahaman sugesti positif dalam menerima kehamilannya dahulu kemudian dilakukan akupresur.
Tindakan akupresur  untuk mengurangi mual muntah dilakukan pada titik P6 dan ST 32.
Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu hamil Trimester I di Desa Jagabaya  Kecamatan Cimaung  Kabupaten Bandung, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah .
Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa tindakan akupresur pada ibu hamil trimester 1 di titik P6 dan ST 32.
Pemantauan dilakukan pada 66 responden yaitu 33 orang responden sebagai kelompok perlakuan dan 33 orang responden sebagai kelompok kontrol dengan melihat keluhan dari ibu hamil  trimester 1 yang mengalami emesis berkurang atau hilang.
Analisa data menggunakan uji beda non parametrik (Mann Whitney Test) untuk melihat adanya perbedaan  dari ibu yang mengalami emesis sebelum dilakukan akupresur dan sesudah dilakukan akupresur.
     .

Related Results

Pengaruh Seduhan Zingiber Offcinale (Jahe) Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum
Pengaruh Seduhan Zingiber Offcinale (Jahe) Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum
<p><em>Emesis Gravidarum is a many that occur to pregnant woman in Indonesian. Emesis graviadarum can cause disturbed the daily activities of pregnant woman, also can d...
Efektivitas Aroma Terapi Lemon untuk Menangani Emesis Gravidarum
Efektivitas Aroma Terapi Lemon untuk Menangani Emesis Gravidarum
Studi memperkirakan emesis gravidarum terjadi pada 50-90% kehamilan. Mual muntah pada kehamilan memberikan dampak yang signifikan bagi tubuh dimana ibu menjadi lemah, pucat dan cai...
Pengaruh Akupresur Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trisemester Pertama di Puskesmas I Kecamatan Denpasar Timur
Pengaruh Akupresur Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trisemester Pertama di Puskesmas I Kecamatan Denpasar Timur
Upaya pemerintah dalam meningkatkan prilaku dan kemandirian masyarakat agar mampu menerapkan tindakan preventif dan promotif salah satunya diselenggarakan melalui kesehatan ibu ham...
EDUKASI PEMANFAATAN AIR REBUSAN DAUN MINT DALAM EMESIS GRAVIDARUM
EDUKASI PEMANFAATAN AIR REBUSAN DAUN MINT DALAM EMESIS GRAVIDARUM
Abstrak Emesis gravidarum merupakan hal yang wajar dan ditemukan pada lebih dari 70% ibu hamil. Kondisi ini tidak akan membahayakan janin dan bisa membaik dengan sendirinya seiring...
Terapi Akupresur Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum
Terapi Akupresur Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum
Tingkat kejadian emesis gravidarum lebih dari 80% pada wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah yang berlebihan. Insidensi terjadinya kasus emesis gravidarum sebesar 8 sampa...
Efektivitas Aromaterapi Lavender Dalam Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester Satu di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa
Efektivitas Aromaterapi Lavender Dalam Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester Satu di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa
Kehamilan didefenisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Dan bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahi...

Back to Top