Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGEMUDI BUS TRANSJATIM

View through CrossRef
Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke-2 penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia setelah gangguan pernapasan, dengan 52.500 kasus terdaftar dalam periode 2021-2023. Penelitian yang melibatkan 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%, diikuti oleh penyakit kardiovaskular sebesar 8%, gangguan sistem saraf 5%, gangguan pernapasan 3%, serta penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sebesar 1,5%. Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 pengemudi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Analisis data menggunakan uji Spearman dan Somers’d. Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja dengan risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%). Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; ρ = 0,489) dan antara durasi kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; r = 0,524). Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan aspek ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs
Title: HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGEMUDI BUS TRANSJATIM
Description:
Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke-2 penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia setelah gangguan pernapasan, dengan 52.
500 kasus terdaftar dalam periode 2021-2023.
Penelitian yang melibatkan 9.
482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%, diikuti oleh penyakit kardiovaskular sebesar 8%, gangguan sistem saraf 5%, gangguan pernapasan 3%, serta penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sebesar 1,5%.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional.
Jumlah sampel sebanyak 54 pengemudi yang dipilih menggunakan teknik total sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja.
Analisis data menggunakan uji Spearman dan Somers’d.
Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja dengan risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%).
Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%).
Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; ρ = 0,489) dan antara durasi kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; r = 0,524).
Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi.
Penelitian ini merekomendasikan perbaikan aspek ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Bangunan Bangunan di PT Q6
Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Bangunan Bangunan di PT Q6
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan yang terkait dengan berbagai komponen dalam tubuh manusia, termasuk otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tul...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Pengemudi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Pengemudi
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan penyakit yang banyak dialami oleh pekerja yang melakukan pekerjaan secara statis dan dinamis, kurang olahraga, terlalu lama duduk, te...
ANALISIS FAKTOR BIOPSIKO TERHADAP KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA SOPIR BUS BST SOLO RAYA
ANALISIS FAKTOR BIOPSIKO TERHADAP KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA SOPIR BUS BST SOLO RAYA
Latar Belakang : Keluhan MSDs sering terjadi pada pekerja dengan posisi kerja statis dan tidak ergonomis, seperti sopir bus yang bekerja 8-9 jam per hari. Faktor risiko terhadap MS...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...

Back to Top