Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Bangunan Bangunan di PT Q6
View through CrossRef
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan yang terkait dengan berbagai komponen dalam tubuh manusia, termasuk otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah yang sering didapati pada pekerja bangunan dengan postur tubuh yang buruk saat bekerja. Penyakit MSDs terjadi hampir pada 1,71 miliar orang di dunia. Dari tingginya angka tersebut, salah satu profesi yang menyumbang tingginya angka kejadian adalah kalangan pekerja konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja dan keluhan MSDs pada Pekerja Bangunan di PT Q6. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectionalmenggunakan data primer yang didapat dari penelitian di PT Q6 selama bulan Juli 2024. Penelitian ini dilakukan pada 70 sampel. Hasil penelitian didominasi oleh postur kerja dengan risiko minimal (50%), keluhan MSDs didominasi keluhan risiko tinggi (70%), usia pekerja didominasi usia < 35 tahun (51,4%), keseluruhan pekerja berjenis kelamin laki-laki (100%), durasi kerja yang mendominasi adalah ? 8 jam (80%), keluhan MSDs pada kategori usia < 35 tahun didominasi risiko tinggi (55,1%), keluhan MSDs pada kategori durasi kerja < 8 jam didominasi baik risiko sedang (95,2%) dan tinggi (73,5%), keluhan MSDs pada laki-laki didominasi kategori risiko sedang (100%) dan tinggi (100%). Kesimpulan penelitian meunjukkan bahwa postur kerja pada pekerja bangunan di PT Q6 umumnya memiliki risiko minimal, sedangkan keluhan MSDs paling banyak terjadi pada risiko tinggi. Saran penelitian selanjutnya mencakup eksklusi usia > 55 tahun serta mengontrol faktor-faktor perancu.
Universitas Warmadewa
Title: Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Bangunan Bangunan di PT Q6
Description:
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan yang terkait dengan berbagai komponen dalam tubuh manusia, termasuk otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah yang sering didapati pada pekerja bangunan dengan postur tubuh yang buruk saat bekerja.
Penyakit MSDs terjadi hampir pada 1,71 miliar orang di dunia.
Dari tingginya angka tersebut, salah satu profesi yang menyumbang tingginya angka kejadian adalah kalangan pekerja konstruksi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja dan keluhan MSDs pada Pekerja Bangunan di PT Q6.
Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectionalmenggunakan data primer yang didapat dari penelitian di PT Q6 selama bulan Juli 2024.
Penelitian ini dilakukan pada 70 sampel.
Hasil penelitian didominasi oleh postur kerja dengan risiko minimal (50%), keluhan MSDs didominasi keluhan risiko tinggi (70%), usia pekerja didominasi usia < 35 tahun (51,4%), keseluruhan pekerja berjenis kelamin laki-laki (100%), durasi kerja yang mendominasi adalah ? 8 jam (80%), keluhan MSDs pada kategori usia < 35 tahun didominasi risiko tinggi (55,1%), keluhan MSDs pada kategori durasi kerja < 8 jam didominasi baik risiko sedang (95,2%) dan tinggi (73,5%), keluhan MSDs pada laki-laki didominasi kategori risiko sedang (100%) dan tinggi (100%).
Kesimpulan penelitian meunjukkan bahwa postur kerja pada pekerja bangunan di PT Q6 umumnya memiliki risiko minimal, sedangkan keluhan MSDs paling banyak terjadi pada risiko tinggi.
Saran penelitian selanjutnya mencakup eksklusi usia > 55 tahun serta mengontrol faktor-faktor perancu.
Related Results
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengangkat Ikan di Usaha Dagang Mina Karya Karangasem
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengangkat Ikan di Usaha Dagang Mina Karya Karangasem
Keluhan MSDs dapat menurunkan produktivitas pekerja, meningkatkan biaya perawatan kesehatan, memperlambat kinerja, hingga izin tidak masuk kerja karena penyakitnya. Penelitian ini ...
Analisis Risiko Ergonomi dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pekerja Seismik di Provinsi Sumatera Selatan
Analisis Risiko Ergonomi dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pekerja Seismik di Provinsi Sumatera Selatan
Latar Belakang: Ergonomi merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Sikap kerja yang tidak sesuai dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri otot yang diseb...
Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )
Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )
Musculoskeletal disorders (MSD’s) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot m...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Efektivitas redesain alat tenun terhadap keluhan muskuloskeletal disorders penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Penenun Sarung Tope Le’leng di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih banyak menggunakan alat tenun tradisional yang belum memenuhi prinsip ergonomi. Kondisi ...
Evaluasi Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assessment untuk Peningkatan Produktivitas pada UMKM Keripik
Evaluasi Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assessment untuk Peningkatan Produktivitas pada UMKM Keripik
Suatu sistem kerja yang saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Salah satu bagian dari sistem kerja yaitu pekerja yang sikap dan posisi kerjanya tidak ergonomis. Sikap ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Gangguan Postur Kerja Dengan Metode Nordic Body Map Pada Pegawai Disdukcapil Kutai Kartanegara
Analisis Gangguan Postur Kerja Dengan Metode Nordic Body Map Pada Pegawai Disdukcapil Kutai Kartanegara
Abstrak: Pegawai kantoran sering mengalami gangguan postur karena aktivitas kerja yang membutuhkan duduk ataupun berdiri beberapa jam dalam sehari. Postur kerja yang buruk seperti ...

