Javascript must be enabled to continue!
PARADIGMA MAQASID AL-QUR'AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH
View through CrossRef
Kajian tentang maqasidi tafsir bukanlah hal yang baru dalam ranah tafsir Al-Qur'an. Salah satu mufasir terkemuka Indonesia yang memiliki paradigma mengenai maqasidi tafsir adalah M. Quraish Shihab dengan karya tafsirnya yang monumental berjudul Tafsir al-Mishbah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Quraish Shihab menjelaskan paradigma maqasid al-Qur'an-nya dalam tafsir al-Misbah. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan artikel ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif yang berupaya mengolah data untuk mencapai simpulan yang jelas dan objektif. Dari sini dapat diketahui bahwa menurut Quraish Shihab ada tiga tujuan utama Al-Qur'an yang disebutkan dalam sirih pinang dalam kitab tafsir al-Misbah juz 1. Ketiga tujuan utama tersebut meliputi akidah, akhlak dan syariat. Dalam mencapai tujuan utama tersebut, dapat dicoba dengan empat cara, yaitu: perintah untuk memperhatikan alam, perintah untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan manusia, kisah-kisah, serta janji dan ancaman di akhirat. Selain itu, dalam paradigmanya terdapat maqasid al-suwar, yakni ia berusaha mengungkap tujuan dan tema utama setiap surah serta kesesuaian antara tema surah tersebut dengan ayat-ayat yang terkandung, serta wajar dengan ayat-ayat sebelum atau sesudahnya. Sebab menurut Quraish Shihab, setiap surah pasti memiliki temanya sendiri, yang akan memberikan pemahaman kepada kita tentang tatanan tujuan utama surah tersebut.
Kata Kunci : Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, tafsir maqasidi
Institute Agama Islam Al-Qolam
Title: PARADIGMA MAQASID AL-QUR'AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH
Description:
Kajian tentang maqasidi tafsir bukanlah hal yang baru dalam ranah tafsir Al-Qur'an.
Salah satu mufasir terkemuka Indonesia yang memiliki paradigma mengenai maqasidi tafsir adalah M.
Quraish Shihab dengan karya tafsirnya yang monumental berjudul Tafsir al-Mishbah.
Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Quraish Shihab menjelaskan paradigma maqasid al-Qur'an-nya dalam tafsir al-Misbah.
Metode yang digunakan dalam menyelesaikan artikel ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif yang berupaya mengolah data untuk mencapai simpulan yang jelas dan objektif.
Dari sini dapat diketahui bahwa menurut Quraish Shihab ada tiga tujuan utama Al-Qur'an yang disebutkan dalam sirih pinang dalam kitab tafsir al-Misbah juz 1.
Ketiga tujuan utama tersebut meliputi akidah, akhlak dan syariat.
Dalam mencapai tujuan utama tersebut, dapat dicoba dengan empat cara, yaitu: perintah untuk memperhatikan alam, perintah untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan manusia, kisah-kisah, serta janji dan ancaman di akhirat.
Selain itu, dalam paradigmanya terdapat maqasid al-suwar, yakni ia berusaha mengungkap tujuan dan tema utama setiap surah serta kesesuaian antara tema surah tersebut dengan ayat-ayat yang terkandung, serta wajar dengan ayat-ayat sebelum atau sesudahnya.
Sebab menurut Quraish Shihab, setiap surah pasti memiliki temanya sendiri, yang akan memberikan pemahaman kepada kita tentang tatanan tujuan utama surah tersebut.
Kata Kunci : Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, tafsir maqasidi.
Related Results
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa menafsirkan surat al-Naml ayat 16 dengan riwayat ahli kitab bahwa ada burung dara dan katak yang bertasbih kepada Allah, da...

