Javascript must be enabled to continue!
PENATAAN ARTEFAK DI MUSEUM KONFERENSI ASIA-AFRIKA SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS NASIONAL
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan artefak di museum dapat merepresentasikan dan memunculkan kesadaran identitas nasional. Studi kasus dilakukan di Museum Konferensi Asia-Afrika yang memiliki tema sejarah konferensi internasional pertama bagi bangsa-bangsa “kulit berwarna”. Museum yang dibangun di suatu negara cenderung menunjukkan identitas nasionalnya untuk melegitimasi kekuatan bangsa. Terdapat lima aspek yang memengaruhi bagaimana museum dapat mewakili identitas nasional, seperti tema museum, artefak, narasi pada ruang pameran, konsep identitas nasional, dan yang terakhir adalah regulasi sekaligus visi museum. Dalam menjawab pertanyaan utama penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif, sehingga ditemukan pengetahuan mendalam dari hasil wawancara dengan informan. Penelitian ini menemukan bahwa konsepsi identitas nasional dari staf museum yang bertanggung jawab dalam penataan artefak bersifat konstruktif. Identitas nasional adalah bentuk imajinatif dari seluruh komunitas yang ada dalam suatu bangsa. Itulah yang diilustrasikan kurator melalui penataan dan pengorganisasian artefak dengan merepresentasikan peristiwa sejarah bangsa, simbol-simbol bangsa, serta ideologi nasional di ruang pameran Museum Konferensi Asia-Afrika.
Museum Nasional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Title: PENATAAN ARTEFAK DI MUSEUM KONFERENSI ASIA-AFRIKA SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS NASIONAL
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan artefak di museum dapat merepresentasikan dan memunculkan kesadaran identitas nasional.
Studi kasus dilakukan di Museum Konferensi Asia-Afrika yang memiliki tema sejarah konferensi internasional pertama bagi bangsa-bangsa “kulit berwarna”.
Museum yang dibangun di suatu negara cenderung menunjukkan identitas nasionalnya untuk melegitimasi kekuatan bangsa.
Terdapat lima aspek yang memengaruhi bagaimana museum dapat mewakili identitas nasional, seperti tema museum, artefak, narasi pada ruang pameran, konsep identitas nasional, dan yang terakhir adalah regulasi sekaligus visi museum.
Dalam menjawab pertanyaan utama penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif, sehingga ditemukan pengetahuan mendalam dari hasil wawancara dengan informan.
Penelitian ini menemukan bahwa konsepsi identitas nasional dari staf museum yang bertanggung jawab dalam penataan artefak bersifat konstruktif.
Identitas nasional adalah bentuk imajinatif dari seluruh komunitas yang ada dalam suatu bangsa.
Itulah yang diilustrasikan kurator melalui penataan dan pengorganisasian artefak dengan merepresentasikan peristiwa sejarah bangsa, simbol-simbol bangsa, serta ideologi nasional di ruang pameran Museum Konferensi Asia-Afrika.
Related Results
Zirve Diplomasisi
Zirve Diplomasisi
Bu eser, Eylül 2019’da Afrika Vakfı tarafından yürütülmeye başlanan bir projenin parçasıdır ve uluslararası zirveler çerçevesinde organize edilen kıta-ülke ortaklıklarına odaklanma...
IDENTITAS NASIONAL
IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasional adalah konsep yang kompleks dan signifikan dalam konteks masyarakat manusia. Proses-proses seperti migrasi, kemajuan teknologi, perubahan politik, dan interaksi ...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Pengaruh Kemampuan Adaptasi dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Engagement Pegawai
Pengaruh Kemampuan Adaptasi dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Engagement Pegawai
Abstract. Engagement pegawai merupakan komponen paling penting yang harus dimiliki oleh pegawai akan keterikatan dengan perusahaan. Melalui kemampuan adaptasi dan organizational ci...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
HİNDİSTAN’IN AFRİKA POLİTİKASINDA DİASPORALARIN YERİ VE AVRUPA BİRLİĞİ’NİN ROLÜ
HİNDİSTAN’IN AFRİKA POLİTİKASINDA DİASPORALARIN YERİ VE AVRUPA BİRLİĞİ’NİN ROLÜ
Afrika ülkelerindeki Hint diasporası, son dönemlerde Hindistan’ın dış politikasında önemli bir yer edinmeye başladı. Bu ilişki, geleneksel olarak Hindistan’ın ekonomi politikaları ...
II.MEŞRUTİYET DÖNEMİ OSMANLI DERGİLERİNDE AFRİKA ALGISI
II.MEŞRUTİYET DÖNEMİ OSMANLI DERGİLERİNDE AFRİKA ALGISI
Osmanlı Devleti 400 yıla yakın süre boyunca Afrika kıtasında bulunmuştur. Sınırlarını Akdeniz’in güney kıyılarına uzatan ve oradan Afrika içlerine kadar etkisini hissettiren Osmanl...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...

