Javascript must be enabled to continue!
Identifikasi Kawasan Resapan Air dan Laju Infiltrasi di Sub DAS Citepus, Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. The increasing number of built-up land and the lack of green open space in the Citepus Sub-watershed will result in reduced water catchment areas for the community. The impact can be felt in the form of drought during the dry season and floods during the rainy season. The location of the research study conducted was in the Citepus Sub-watershed which crosses the city of Bandung. The purpose of this study was to identify water catchment areas in the Citepus sub-watershed in Bandung City. The method used in this study is the method of scoring, overlay with geographic information system (GIS) analysis and multiple linear regression. Based on the results of analysis of the water absorption rate in the Citepus Sub-watershed, Bandung City, two absorption levels were produced, namely the low absorption level with an area of 〖12.56 km〗^2 and very low with an area of 〖8.66 km〗^2. The location that has very good absorption is the sampling location A.2. The resulting time is very fast with an infiltration rate of 0.0010 l/s with good soil conditions. The results of multiple linear regression analysis obtained Accept H1 or Reject Ho, which means that the Independent Variable has an effect on the dependent Variable. The result between the calculated F value and F table obtained the calculated F value of 2.465 > F table 2.31. So based on the F test it can be concluded that the infiltration rate factor simultaneously influences the water catchment area. Efforts to preserve water catchment areas in the Citepus Sub-watershed in Bandung City are physical efforts, namely making infiltration wells, biopores and retention ponds; social, namely by outreach to the community; economy, namely by developing MSME-based entrepreneurship and based on regulations.
Abstrak. Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya RTH di sub DAS Citepus, maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat. Dampak dari hal ini bisa dirasakan adalah kekeringan pada musim kemarau dan bencana banjir pada musim hujan. Lokasi kajian penelitian yang dilakukan yaitu berada pada sub DAS Citepus yang melintasi Kota Bandung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kawasan resapan air di Sub-DAS Citepus Kota Bandung. Metode yang digunakan dilakukan dalam studi ini adalah metode skoring, overlay dengan analisis sistem informasi geografis (GIS) dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis tingkat resapan air di sub DAS Citepus Kota Bandung menghasilkan dua tingkat resapan yakni tingkat resapan rendah dengan luas dan sangat rendah dengan luas . Lokasi yang memiliki resapan sangat baik yaitu pada lokasi pengambilan sampel A.2 waktu yang dihasilkan sangat cepat dengan laju infiltrasi 0,0010 l/s dengan kondisi tanah yang cukup baik. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan Terima H1 atau Tolak Ho dimana artinya Variabel Independen mempengaruhi Variabel dependen. Hasil antara nilai F Hitung dengan F Tabel yang diperoleh menunjukan nilai F Hitung sebesar 2, 465 > F Tabel 2, 31. Maka berdasarkan uji F dapat disimpulkan bahwa faktor laju infiltrasi secara simultan berpengaruh terhadap kawasan resapan air. Upaya pelestarian kawasan resapan air di sub DAS Citepus Kota Bandung yaitu dengan upaya secara fisik yaitu pembuatan sumur resapan, biopori dan kolam retensi; sosial yaitu dengan sosialisasi kepada masyarakat; ekonomi yaitu dengan pengembangan kewirausahaan berbasis UMKM dan berdasarkan regulasi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Identifikasi Kawasan Resapan Air dan Laju Infiltrasi di Sub DAS Citepus, Kota Bandung
Description:
Abstract.
The increasing number of built-up land and the lack of green open space in the Citepus Sub-watershed will result in reduced water catchment areas for the community.
The impact can be felt in the form of drought during the dry season and floods during the rainy season.
The location of the research study conducted was in the Citepus Sub-watershed which crosses the city of Bandung.
The purpose of this study was to identify water catchment areas in the Citepus sub-watershed in Bandung City.
The method used in this study is the method of scoring, overlay with geographic information system (GIS) analysis and multiple linear regression.
Based on the results of analysis of the water absorption rate in the Citepus Sub-watershed, Bandung City, two absorption levels were produced, namely the low absorption level with an area of 〖12.
56 km〗^2 and very low with an area of 〖8.
66 km〗^2.
The location that has very good absorption is the sampling location A.
2.
The resulting time is very fast with an infiltration rate of 0.
0010 l/s with good soil conditions.
The results of multiple linear regression analysis obtained Accept H1 or Reject Ho, which means that the Independent Variable has an effect on the dependent Variable.
The result between the calculated F value and F table obtained the calculated F value of 2.
465 > F table 2.
31.
So based on the F test it can be concluded that the infiltration rate factor simultaneously influences the water catchment area.
Efforts to preserve water catchment areas in the Citepus Sub-watershed in Bandung City are physical efforts, namely making infiltration wells, biopores and retention ponds; social, namely by outreach to the community; economy, namely by developing MSME-based entrepreneurship and based on regulations.
Abstrak.
Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya RTH di sub DAS Citepus, maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat.
Dampak dari hal ini bisa dirasakan adalah kekeringan pada musim kemarau dan bencana banjir pada musim hujan.
Lokasi kajian penelitian yang dilakukan yaitu berada pada sub DAS Citepus yang melintasi Kota Bandung.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kawasan resapan air di Sub-DAS Citepus Kota Bandung.
Metode yang digunakan dilakukan dalam studi ini adalah metode skoring, overlay dengan analisis sistem informasi geografis (GIS) dan regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis tingkat resapan air di sub DAS Citepus Kota Bandung menghasilkan dua tingkat resapan yakni tingkat resapan rendah dengan luas dan sangat rendah dengan luas .
Lokasi yang memiliki resapan sangat baik yaitu pada lokasi pengambilan sampel A.
2 waktu yang dihasilkan sangat cepat dengan laju infiltrasi 0,0010 l/s dengan kondisi tanah yang cukup baik.
Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan Terima H1 atau Tolak Ho dimana artinya Variabel Independen mempengaruhi Variabel dependen.
Hasil antara nilai F Hitung dengan F Tabel yang diperoleh menunjukan nilai F Hitung sebesar 2, 465 > F Tabel 2, 31.
Maka berdasarkan uji F dapat disimpulkan bahwa faktor laju infiltrasi secara simultan berpengaruh terhadap kawasan resapan air.
Upaya pelestarian kawasan resapan air di sub DAS Citepus Kota Bandung yaitu dengan upaya secara fisik yaitu pembuatan sumur resapan, biopori dan kolam retensi; sosial yaitu dengan sosialisasi kepada masyarakat; ekonomi yaitu dengan pengembangan kewirausahaan berbasis UMKM dan berdasarkan regulasi.
Related Results
Efektivitas Lubang Resapan Biopori terhadap Laju Resapan (Infiltrasi) di Kampus 2 UKI TORAJA
Efektivitas Lubang Resapan Biopori terhadap Laju Resapan (Infiltrasi) di Kampus 2 UKI TORAJA
Di sekitaran area kampus 2 UKI TORAJA kecematan Tallunglipu sering di temukan genangan air akibat terjadinya curah hujan yang cukup tinggi dan juga laju resapan tanah terhadap air ...
ANALISIS TINGKAT LAJU INFILTRASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAIL
ANALISIS TINGKAT LAJU INFILTRASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SAIL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat laju infiltrasi berdasarkan tata guna lahan dan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sail ...
Perencanaan Teknis Pemanenan Air Hujan Terintegrasi dengan Sumur Resapan
Perencanaan Teknis Pemanenan Air Hujan Terintegrasi dengan Sumur Resapan
Hujan merupakan fenomena alam yang terjadi di suatu wilayah. Air hujan sangat bermanfaat untuk mengisi sumber air guna keperluan pertanian, domestik dan industri, namun air hujan y...
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Limpasan permukaan merupakan air yang muncul diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang jatuh pada suatu kawasan. Limpasan yang mengakibatkan genangan terjadi selain buruknya sist...
Identifikasi Faktor Kurang Berjalannya TPS3R Citepus di Pasawahan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung
Identifikasi Faktor Kurang Berjalannya TPS3R Citepus di Pasawahan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung
Abstract. The 3R Temporary Disposal Site (TPS) in Citepus, Pasawahan Village is a solution to the problem of waste by the community, but in reality, many problems occur such as the...
PENGARUH BAK RESAPAN SERI TERHADAP PENURUNAN LIMPASAN PERMUKAAN
PENGARUH BAK RESAPAN SERI TERHADAP PENURUNAN LIMPASAN PERMUKAAN
<p>Bak resapan adalah salah satu fasilitas resapan air yang digunakan untuk mengatasi banjir dengan cara menampung dan meresapankan air ke dalam tanah. Peningkatan kemampuan ...
Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua
Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua
Ketersediaan air bagi tanaman pertanian sangat fluktuatif yang dipengaruhi oleh musim, lokasi sumber air, serta usaha-usaha konservasi air. Penyediaan air bagi lahan pertanian dapa...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

