Javascript must be enabled to continue!
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini membandingkan puisi “Subuh†karya Amir Hamzah dan “Kembali Pada Tuhan†karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi “Subuh†merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi “Kembali Pada Tuhan†karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)
Title: Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi
Description:
Tujuan penelitian ini membandingkan puisi “Subuh†karya Amir Hamzah dan “Kembali Pada Tuhan†karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya.
Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya.
Puisi “Subuh†merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata.
Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya.
Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas).
Sedangkan puisi “Kembali Pada Tuhan†karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam.
Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya.
Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya.
Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya.
Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa.
Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa.
Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut.
Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba.
Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
.
Related Results
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kekasih dalam puisi Amir Hamzah “Dalam Matamu” dan puisi Chairil Anwar “Sajak Putih” serta konsep pengkhianatan kekasih dalam puisi...
Religiusitas Puisi Penyatuan Karya Abdullah Wong
Religiusitas Puisi Penyatuan Karya Abdullah Wong
ABSTRAK
Penelitian ini ditulis karena untuk menjawab pertanyaan, bagaimana makna religiusitas yang terkandung dalam puisi Penyatuan karya Abdullah Wong jika diteliti dengan p...
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
Kitab Maleakhi menyatakan ketertinggalan bangsa Israel dalam mewujudkan ketaatannya kepada Allah. Meskipun demikian Allah tetap mengasihi mereka. Maleakhi mengajak bangsa ini untuk...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....

