Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PADA FASE PEMATANGAN KOMPOS MANUR
View through CrossRef
<p>Pengomposan merupakan salah satu sumber dalam mencari mikroorganisme potensial penghasil enzim Selama proses pengomposan, terjadi perubahan komunitas mikroorganisme yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan suhu. Proses pengomposan pada penelitan ini terbagi menjadi 5 tahap pengomposan yaitu fasa inisiasi/ awal pengomposan (suhu pengomposan 28<sup>o</sup>C), mesofilik pertama (suhu 50 <sup>o</sup>C), termofilik (suhu 55<sup> o</sup>C), mesofilik kedua (suhu 50 <sup>o</sup>C) dan fasa pematangan (suhu 37 <sup>o</sup>C). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase pematangan/ fase akhir pada proses pengomposan manur sapi. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri F5A yaitu bakteri potensial dari hasil fase pematangan/fase akhirkompos manur sapi. Bakteri ini sangat potensial karena memiliki aktivitas amilase, selulase, xilanase dan lipase. Dari hasil analisis filogenetik diketahui bahwa bakteri F3A memiliki homologi terdekat dengan <em>Viridibacillus arenosi </em>dengan kemiripan 98%.</p><p><strong> </strong></p><p><strong>Kata Kunci: </strong>Amilase, Lipase, Selulase, Xilanase<em>, Viridibacillus arenosi</em><strong></strong></p>
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes BTH Tasikmalaya
Title: IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PADA FASE PEMATANGAN KOMPOS MANUR
Description:
<p>Pengomposan merupakan salah satu sumber dalam mencari mikroorganisme potensial penghasil enzim Selama proses pengomposan, terjadi perubahan komunitas mikroorganisme yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan suhu.
Proses pengomposan pada penelitan ini terbagi menjadi 5 tahap pengomposan yaitu fasa inisiasi/ awal pengomposan (suhu pengomposan 28<sup>o</sup>C), mesofilik pertama (suhu 50 <sup>o</sup>C), termofilik (suhu 55<sup> o</sup>C), mesofilik kedua (suhu 50 <sup>o</sup>C) dan fasa pematangan (suhu 37 <sup>o</sup>C).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase pematangan/ fase akhir pada proses pengomposan manur sapi.
Dari hasil penelitian didapatkan bakteri F5A yaitu bakteri potensial dari hasil fase pematangan/fase akhirkompos manur sapi.
Bakteri ini sangat potensial karena memiliki aktivitas amilase, selulase, xilanase dan lipase.
Dari hasil analisis filogenetik diketahui bahwa bakteri F3A memiliki homologi terdekat dengan <em>Viridibacillus arenosi </em>dengan kemiripan 98%.
</p><p><strong> </strong></p><p><strong>Kata Kunci: </strong>Amilase, Lipase, Selulase, Xilanase<em>, Viridibacillus arenosi</em><strong></strong></p>.
Related Results
Respons Pertumbuhan Dua Varietas Padi Lokal dengan Beberapa Komposisi Kompos
Respons Pertumbuhan Dua Varietas Padi Lokal dengan Beberapa Komposisi Kompos
Pengembangan padi lokal saat ini masih kurang mendapat perhatian karena produktivitasnya masih tergolong rendah dibandingkan dengan padi sawah. Padahal, varietas lokal memiliki ada...
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DARI RHIZOSFER TANAMAN AKASIA (Acacia mangium)
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DARI RHIZOSFER TANAMAN AKASIA (Acacia mangium)
IAA adalah produk paling umum dari metabolisme L-triptofan yang dapat diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang memiliki potensi menghasilkan IAA adalah...
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metode yang ramah lingkun...
Microstructural characterization and modelling in primary crystallization
Microstructural characterization and modelling in primary crystallization
L'objectiu de la tesi és estudiar la cinètica de les cristal·litzacions primàries en vidres metàl·lics mitjançant simulacions de tipus phase field. Una cristal·lització primària és...
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOL BONGGOL PISANG DAN MOL SISA NASI PADA PEMBUATAN KOMPOS
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOL BONGGOL PISANG DAN MOL SISA NASI PADA PEMBUATAN KOMPOS
<p>Indonesia salah satu negara berkembang dengan besarnya populasi penduduk dan perkembangan aktifitas yang meningkat setiap tahunnya. Sehingga sampah yang dihasilkan tidak s...
EFEK SINERGI BIOCHAR-KOMPOS PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DI SAWAH
EFEK SINERGI BIOCHAR-KOMPOS PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DI SAWAH
Pengelolaan sawah tanpa masa istirahat serta tidak melakukan pergiliran tanaman menyebabkan berkurangnya bahan organik. Bahan organik tanah sebagai penentu kesuburan tanah agar ta...
Aleaciones moleculares binarias en fase plástica. Estudio termodinámico global en algunos derivados del neopentano
Aleaciones moleculares binarias en fase plástica. Estudio termodinámico global en algunos derivados del neopentano
Aquest treball està dedicat a l'estudi, tant des del punt de vista termodinàmic com cristal·logràfic, dels aliatges moleculars binaris en fase plàstica d'alguns derivats del neope...
PERBEDAAN EFEK MISOPROSTOL DAN OKSITOSIN SEBAGAI PEMATANGAN SERVIKS
PERBEDAAN EFEK MISOPROSTOL DAN OKSITOSIN SEBAGAI PEMATANGAN SERVIKS
Berbagai penelitian dilakukan untuk menilai efektifitas misoprostol dan oksitosin tersebut, bahkan be- berapa penelitian membandingkan pemakaian misoprostol dan oksitosin sebagai i...

