Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOL BONGGOL PISANG DAN MOL SISA NASI PADA PEMBUATAN KOMPOS
View through CrossRef
<p>Indonesia salah satu negara berkembang dengan besarnya populasi penduduk dan perkembangan aktifitas yang meningkat setiap tahunnya. Sehingga sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan pengolahan yang ada. Pengelolaan sampah yang tidak baik selain mengganggu pemandangan dan lingkungan juga dapat berimbas pada kesehatan. Penelitian ini menganalisis efektifitas MOL bonggol pisang dan MOL sisa nasi pada pembuatan kompos.</p><p>Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dengan menggunakan MOL bonggol pisang dan MOL sisa nasi sebagai starter. Kualitas kompos dinilai dari suhu, pH, kadar air, dan C/N Ratio. Sedangkan efektifitas dinilai dari lama waktu pematangan kompos. Analisis yang digunakan adalah uji T dan ANOVA pada alpha=0,05.</p>Pada perlakuan dengan MOL bonggol pisang, diperoleh rata-rata suhu=26,6<sup>o</sup>C, pH=7,3, dan kadar air=42,9%. Menggunakan MOL sisa nasi, rata-rata suhu=26,6, pH=6,9, dan kadar air=49,5. Nilai C/N Ratio pada MOL bonggol pisang sebesar 15,12 (hari ke-18), dan MOL sisa nasi sebesar 20,21 (hari ke-24). Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan waktu pematangan kompos antara kelompok perlakuan dan kontrol (p-value=0,01). Perbedaan perlakuan dan C/N Ratio menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap lama waktu pematangan kompos (p-value<0,001). Perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan dosis MOL yang efektif, serta jenis mikroorganisme efektif.
Title: ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOL BONGGOL PISANG DAN MOL SISA NASI PADA PEMBUATAN KOMPOS
Description:
<p>Indonesia salah satu negara berkembang dengan besarnya populasi penduduk dan perkembangan aktifitas yang meningkat setiap tahunnya.
Sehingga sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan pengolahan yang ada.
Pengelolaan sampah yang tidak baik selain mengganggu pemandangan dan lingkungan juga dapat berimbas pada kesehatan.
Penelitian ini menganalisis efektifitas MOL bonggol pisang dan MOL sisa nasi pada pembuatan kompos.
</p><p>Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dengan menggunakan MOL bonggol pisang dan MOL sisa nasi sebagai starter.
Kualitas kompos dinilai dari suhu, pH, kadar air, dan C/N Ratio.
Sedangkan efektifitas dinilai dari lama waktu pematangan kompos.
Analisis yang digunakan adalah uji T dan ANOVA pada alpha=0,05.
</p>Pada perlakuan dengan MOL bonggol pisang, diperoleh rata-rata suhu=26,6<sup>o</sup>C, pH=7,3, dan kadar air=42,9%.
Menggunakan MOL sisa nasi, rata-rata suhu=26,6, pH=6,9, dan kadar air=49,5.
Nilai C/N Ratio pada MOL bonggol pisang sebesar 15,12 (hari ke-18), dan MOL sisa nasi sebesar 20,21 (hari ke-24).
Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan waktu pematangan kompos antara kelompok perlakuan dan kontrol (p-value=0,01).
Perbedaan perlakuan dan C/N Ratio menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap lama waktu pematangan kompos (p-value<0,001).
Perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan dosis MOL yang efektif, serta jenis mikroorganisme efektif.
Related Results
Potensi Pemanfaatan Pembenah Tanah untuk Perbaikan KTK dan Daya Pegang Air pada Tanah Berpasir
Potensi Pemanfaatan Pembenah Tanah untuk Perbaikan KTK dan Daya Pegang Air pada Tanah Berpasir
Tanah berpasir memiliki kapasitas tukar kation (KTK) dan daya pegang air rendah dapat diperbaiki menggunakan pembenah tanah, di antaranya asam humat, pupuk silika, dan kompos bongg...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Evaluasi Maltodekstrin untuk Penggunaannya Dari Nasi
Evaluasi Maltodekstrin untuk Penggunaannya Dari Nasi
Nasi yang dikonsumsi disajikan berwarna putih dan seringkali jumlah melebihi kebutuhan sehingga diperoleh nasi basi dan nasi sisa. Nasi yang tersisa biasanya dibuang atau dibiarkan...
PROSES DAN PENYEBAB PEMBUSUKAN NASI SERTA PEMANFAATANNYA
PROSES DAN PENYEBAB PEMBUSUKAN NASI SERTA PEMANFAATANNYA
Nasi merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Setiap harinya, pasti ada nasi yang tersisa dan tidak dikonsumsi yang akan menjadi nasi basi. Pe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemanfaatan Olahan Limbah Bonggol Jagung sebagai Salah Satu Solusi Peningkatan Perekonomian di Desa Tambaksari
Pemanfaatan Olahan Limbah Bonggol Jagung sebagai Salah Satu Solusi Peningkatan Perekonomian di Desa Tambaksari
ABSTRAK Desa Tambaksari memiliki potensi tanaman jagung yang cukup banyak, namun banyaknya bonggol jagung yang dihasilkan hanya dibuang atau seringkali dibakar sebagai sampah. Bong...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
DETEKSI JENIS DAN KEMATANGAN PISANG MENGGUNAKAN METODE EXTREME LEARNING MACHINE
DETEKSI JENIS DAN KEMATANGAN PISANG MENGGUNAKAN METODE EXTREME LEARNING MACHINE
Kebun Pisang Celak, yang berada di desa Celak Kec. Cililin adalah salah satu tempat yang khusus bercocok tanam buah pisang. Pisang pada Kebun Pisang Celak ini beraneka ragam jenis....

