Javascript must be enabled to continue!
Pentingnya Gotong royong sebagai Pemersatu Pemuda antar Agama
View through CrossRef
Negara Indonesia adalah negara gotong-royong, sebutan ini ada berdasarkan sejarah yang terjadi pada masa-masa Indonesia dijajah hingga Indonesia mengalami kejayaannya. Peristiwa –peristiwa yang terjadi pada negara Indonesia telah menjadi peritiwa bersejarah bagi seluruh warga negara Indonesia. Presiden pertama yang memimpin Negara Indonesia ialah Soekarno. Soekarno memiliki banyak kemahiran salah satunya ialah mahir berpidato, Soekarno juga menguasai 6 bahasa asing dan menyandang 26 gelar doktor kehormatan. Seiring berjalannya waktu dalam memimpin rakyat Indonesia, kesehatan Soekarno semakin memburuk, sehingga Soekarno mengalami masa kritis dan meninggal pada pada tanggal 21 Juli 1970. Gotong-royong adalah nilai luhur yang ada sejak nenek moyang masyarakat Indonesia. Semangat gotong-royong diakui oleh Soekarno sebagai semangat gotong-royong bagi masyarakat asli Indonesia. Nilai luhur ini sudah menjadi darah dan daging bagi masyarakat asli Indonesia. Sebagai warga asli Indonesia, sudah seharunya masyarakat Indonesia mencintai dan memelihara kebudayaa Indonesia yang menjadi ciri khas dan keistimewaan bagi bangsa Indonesia. Perbedaan pulau, suku, bahasa daerah, agama, ras dan budaya (adat istiadat) menjadi kekayaan Negara Indonesia. Meskipun berbeda-beda, namun masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam “Bhineka Tunggal Ika”, dan berpedoman hidup dalam nilai-nilai “Pancasila”. Perbedaan inilah yang menjadikan sumber kekuatan dalam kekeluarga dengan semangat gotong-royong. Semangat gotong-royong harus dapat diwujud nyatakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tanah air Indonesia. Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang memiliki semangat kebersamaan yang cukup besar. Dalam banyak hal, segala aktivitas yang dilakukan oleh para pemuda diberikan dukungan dan motivasi yang positif, sejauh kegiatan yang dilakukan tersebut adalah kegiatan yang membangun. Hal ini bertujuan supaya nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai luhur tidak hanya sebatas teori saja, melainkan bukti nyata sebagai warga asli Indonesia yang sangat mencintai budaya asli Indonesia
Title: Pentingnya Gotong royong sebagai Pemersatu Pemuda antar Agama
Description:
Negara Indonesia adalah negara gotong-royong, sebutan ini ada berdasarkan sejarah yang terjadi pada masa-masa Indonesia dijajah hingga Indonesia mengalami kejayaannya.
Peristiwa –peristiwa yang terjadi pada negara Indonesia telah menjadi peritiwa bersejarah bagi seluruh warga negara Indonesia.
Presiden pertama yang memimpin Negara Indonesia ialah Soekarno.
Soekarno memiliki banyak kemahiran salah satunya ialah mahir berpidato, Soekarno juga menguasai 6 bahasa asing dan menyandang 26 gelar doktor kehormatan.
Seiring berjalannya waktu dalam memimpin rakyat Indonesia, kesehatan Soekarno semakin memburuk, sehingga Soekarno mengalami masa kritis dan meninggal pada pada tanggal 21 Juli 1970.
Gotong-royong adalah nilai luhur yang ada sejak nenek moyang masyarakat Indonesia.
Semangat gotong-royong diakui oleh Soekarno sebagai semangat gotong-royong bagi masyarakat asli Indonesia.
Nilai luhur ini sudah menjadi darah dan daging bagi masyarakat asli Indonesia.
Sebagai warga asli Indonesia, sudah seharunya masyarakat Indonesia mencintai dan memelihara kebudayaa Indonesia yang menjadi ciri khas dan keistimewaan bagi bangsa Indonesia.
Perbedaan pulau, suku, bahasa daerah, agama, ras dan budaya (adat istiadat) menjadi kekayaan Negara Indonesia.
Meskipun berbeda-beda, namun masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam “Bhineka Tunggal Ika”, dan berpedoman hidup dalam nilai-nilai “Pancasila”.
Perbedaan inilah yang menjadikan sumber kekuatan dalam kekeluarga dengan semangat gotong-royong.
Semangat gotong-royong harus dapat diwujud nyatakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tanah air Indonesia.
Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang memiliki semangat kebersamaan yang cukup besar.
Dalam banyak hal, segala aktivitas yang dilakukan oleh para pemuda diberikan dukungan dan motivasi yang positif, sejauh kegiatan yang dilakukan tersebut adalah kegiatan yang membangun.
Hal ini bertujuan supaya nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai luhur tidak hanya sebatas teori saja, melainkan bukti nyata sebagai warga asli Indonesia yang sangat mencintai budaya asli Indonesia.
Related Results
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
AbstrakGotong royong berasal dari kata gotong yang artinya “bekerja” dan royong yang artinya “bersama”, dan jika digabugkan gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai...
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Saat ini banyak anak-anak di SD yang karakter gotong royong dan tanggung jawabnya itu masih rendah hal tersebut dikarenakan oleh kemajuan teknologi salah satunya gadget. Penelitian...
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
This research aims to examine and analyze the actualization of the third principle of Pancasila, namely "Unity in Indonesia," in the context of the spirit of gotong royong, which i...
PENTINGNYA GOTONG-ROYONG SEBAGAI PEMERSATU PEMUDA ANTAR AGAMA
PENTINGNYA GOTONG-ROYONG SEBAGAI PEMERSATU PEMUDA ANTAR AGAMA
Gotong-royong adalah nilai luhur yang ada sejak nenek moyang masyarakat Indonesia. Semangat gotong-royong diakui oleh Soekarno sebagai semangat gotong-royong bagi masyarakat asli I...
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pengamatan yang saya buat ini bertujuan untuk meningkatkan kembali mengenai makna gotong royong yang ada di Indonesia. Alasan yang melatar belakangi pengamatan ini dikarenakan sema...
Merajut Asa dan Rasa Untuk Generasi Pancasila Melalui Budaya Gotong Royong di Desa Banyu Asih Bogor
Merajut Asa dan Rasa Untuk Generasi Pancasila Melalui Budaya Gotong Royong di Desa Banyu Asih Bogor
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kehidupan gotong royong di Desa Banyu Asih, Cigudeg Kabupaten Bogor (sekarang) sangatlah berbeda. jika masyarakat dahulu turut serta dan salin...
PENTINGNYA NILAI GOTONG ROYONG DALAM MEWUJUDKAN NEGARA INDONESIA YANG MULTIKULUTURAL
PENTINGNYA NILAI GOTONG ROYONG DALAM MEWUJUDKAN NEGARA INDONESIA YANG MULTIKULUTURAL
AbstrakBangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang sangat besar dengan gotong royong dan multikulturalisme yang mendarah daging. Masalah yang diamati berkaitan dengan nilai gotong r...
NILAI GOTONG ROYONG DI INDONESIA DEWASA INI
NILAI GOTONG ROYONG DI INDONESIA DEWASA INI
Negara Indonesia didirikan di atas dasar nilai khas Indonesia yaitu gotong royong. Bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai gotong royong dan sudah menerapkannya sejak dahul...

