Javascript must be enabled to continue!
Pemikiran Kontemporer dalam Studi Islam: Nurcholis Madjid dan Fouad Zakaria
View through CrossRef
This article explores the thoughts of two contemporary Muslim thinkers, Nurcholis Madjid from Indonesia and Fouad Zakaria from Egypt, regarding secularism as an ongoing issue within modern Islamic discourse. The main problem addressed is how both thinkers conceptualize and interpret secularism in the context of their respective religious and national frameworks. This study aims to compare Madjid’s and Zakaria’s intellectual approaches in interpreting the relationship between religion and the state. The research employs a qualitative method using library research, with primary and secondary data analyzed through descriptive-critical interpretation. The findings indicate that Madjid promotes Islamic reform in Indonesia by positioning secularism contextually, without fully separating religion and the state. Zakaria, on the other hand, develops secularist ideas in the Egyptian context to preserve religious rationality amid political and social complexity. Both thinkers challenge the narrowed interpretation of secularism, often misunderstood by Islamist groups as a form of apostasy
Abstrak:
Artikel ini membahas pemikiran dua tokoh Muslim kontemporer, Nurcholis Madjid dari Indonesia dan Fouad Zakaria dari Mesir, dalam memandang sekularisme sebagai isu yang terus berkembang dalam diskursus keislaman modern. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana kedua tokoh tersebut memahami dan memaknai konsep sekularisme dalam konteks keislaman dan kebangsaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan intelektual Madjid dan Zakaria dalam menafsirkan hubungan antara agama dan negara. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Madjid berupaya menawarkan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dengan mendudukkan sekularisme secara kontekstual, tanpa memisahkan sepenuhnya antara agama dan negara. Sementara itu, Zakaria mengembangkan gagasan sekularisme dalam konteks Mesir sebagai upaya mempertahankan rasionalitas agama di tengah kompleksitas politik dan sosial. Keduanya sama-sama mengkritisi penyempitan makna sekularisme yang cenderung disalahpahami oleh kelompok Islamis sebagai bentuk kekufuran.
Kata kunci: Nurcholis Madjid, Fouad Zakaria, sekularisme
Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara
Title: Pemikiran Kontemporer dalam Studi Islam: Nurcholis Madjid dan Fouad Zakaria
Description:
This article explores the thoughts of two contemporary Muslim thinkers, Nurcholis Madjid from Indonesia and Fouad Zakaria from Egypt, regarding secularism as an ongoing issue within modern Islamic discourse.
The main problem addressed is how both thinkers conceptualize and interpret secularism in the context of their respective religious and national frameworks.
This study aims to compare Madjid’s and Zakaria’s intellectual approaches in interpreting the relationship between religion and the state.
The research employs a qualitative method using library research, with primary and secondary data analyzed through descriptive-critical interpretation.
The findings indicate that Madjid promotes Islamic reform in Indonesia by positioning secularism contextually, without fully separating religion and the state.
Zakaria, on the other hand, develops secularist ideas in the Egyptian context to preserve religious rationality amid political and social complexity.
Both thinkers challenge the narrowed interpretation of secularism, often misunderstood by Islamist groups as a form of apostasy
Abstrak:
Artikel ini membahas pemikiran dua tokoh Muslim kontemporer, Nurcholis Madjid dari Indonesia dan Fouad Zakaria dari Mesir, dalam memandang sekularisme sebagai isu yang terus berkembang dalam diskursus keislaman modern.
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana kedua tokoh tersebut memahami dan memaknai konsep sekularisme dalam konteks keislaman dan kebangsaan yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan intelektual Madjid dan Zakaria dalam menafsirkan hubungan antara agama dan negara.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-kritis.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Madjid berupaya menawarkan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dengan mendudukkan sekularisme secara kontekstual, tanpa memisahkan sepenuhnya antara agama dan negara.
Sementara itu, Zakaria mengembangkan gagasan sekularisme dalam konteks Mesir sebagai upaya mempertahankan rasionalitas agama di tengah kompleksitas politik dan sosial.
Keduanya sama-sama mengkritisi penyempitan makna sekularisme yang cenderung disalahpahami oleh kelompok Islamis sebagai bentuk kekufuran.
Kata kunci: Nurcholis Madjid, Fouad Zakaria, sekularisme.
Related Results
RELASI AGAMA DAN NEGARA (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID DAN ABDURRAHMAN WAHID)
RELASI AGAMA DAN NEGARA (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID DAN ABDURRAHMAN WAHID)
Religion and the State are two important things that cannot be separated from human life. This study raises the thoughts of Nurcholis Madjid and Abdurrahman Wahid regarding the rel...
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid
Salah satu solusi untuk mengatasi problem dakwah di masa kontemporer ini adalah menggunakan konsep dakwah inklusif. Dakwah inklusif memiliki ragam variasi dan pemikiran. Salah satu...
Satu Islam Beda Pemahaman Satu Iman Beda Jalan: Nurcholish Madjid dan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia
Satu Islam Beda Pemahaman Satu Iman Beda Jalan: Nurcholish Madjid dan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia
Artikel ini menelusuri dinamika gerakan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dengan fokus pada pemikiran Nurcholish Madjid. Penelitian ini berargumen bahwa pemikiran Madjid merep...
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
SYAIR TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS MASYARAKAT LOMBOK
This study aims to (1) get the whole picture of the socio-religious elements of society in inspiring the birth of poetry Lombok TGKH M. ZainulMadjid, (2) The meaning and the messag...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KEMANUSIAAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER
KEMANUSIAAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER
Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ...
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
FILSAFAT PLURALISME AGAMA PERSFEKTIF NURCHOLIS MADJID
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama dan implikasinya dalam konteks Indonesia. Nurcholish Madjid adalah seorang cendekiawa...

