Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh intensitas paparan asap rokok didalam rumah dengan frekuensi kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas helvetia kota Medan tahun 2026

View through CrossRef
Abstract Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmenjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, dan paparan asap rokok di dalam rumah diakui sebagai faktorrisiko lingkungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas paparan asap rokok di rumahterhadap frekuensi kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Helvetia, Medan, Sumatera Utara. MetodePenelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-squaredengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Temuan menunjukkanbahwa 53,1% anak terpapar asap rokok dengan intensitas tinggidan 53,1% mengalami episode ISPA yang sering. Analisis statistikmengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antaraintensitas paparan asap rokok di rumah dan frekuensi ISPA (p = 0,000). Anak-anak yang terpapar asap rokok intensitas tinggimemiliki kemungkinan sekitar 92 kali lebih besar untuk mengalamiISPA yang sering dibandingkan dengan mereka yang terpaparpada tingkat rendah (OR = 92,143). Pembahasan dan Kesimpulan Paparan asap rokok di rumah secara signifikanmeningkatkan frekuensi ISPA pada anak balita. Penguatan intervensi rumah bebas asap rokok dan peningkatan kesadaranorang tua sangat penting untuk mengurangi beban ISPA pada anakbalita.
Title: Pengaruh intensitas paparan asap rokok didalam rumah dengan frekuensi kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas helvetia kota Medan tahun 2026
Description:
Abstract Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmenjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, dan paparan asap rokok di dalam rumah diakui sebagai faktorrisiko lingkungan yang penting.
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas paparan asap rokok di rumahterhadap frekuensi kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Helvetia, Medan, Sumatera Utara.
MetodePenelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-squaredengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil Temuan menunjukkanbahwa 53,1% anak terpapar asap rokok dengan intensitas tinggidan 53,1% mengalami episode ISPA yang sering.
Analisis statistikmengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antaraintensitas paparan asap rokok di rumah dan frekuensi ISPA (p = 0,000).
Anak-anak yang terpapar asap rokok intensitas tinggimemiliki kemungkinan sekitar 92 kali lebih besar untuk mengalamiISPA yang sering dibandingkan dengan mereka yang terpaparpada tingkat rendah (OR = 92,143).
Pembahasan dan Kesimpulan Paparan asap rokok di rumah secara signifikanmeningkatkan frekuensi ISPA pada anak balita.
Penguatan intervensi rumah bebas asap rokok dan peningkatan kesadaranorang tua sangat penting untuk mengurangi beban ISPA pada anakbalita.

Related Results

INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS BASUKI RAHMAD KOTA BENGKULU
Sebuah masalah di dunia pada bayi dan balita adalah ISPA, ISPA adalah suatu penyakit infeksi yang masuk ke dalam daftar 10 penyakit terbanyak, World Health Organization (WHO) tahun...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
Kejadian ISPA Pneumonia dan Faktor Risiko yang Meningkatkan pada Bayi dan Balita
Kejadian ISPA Pneumonia dan Faktor Risiko yang Meningkatkan pada Bayi dan Balita
Introduction: Acute respiratory infection or Pneumonia is one of the causes of morbidity and mortality in children under five years old, especially in developing countries. In Indo...

Back to Top