Javascript must be enabled to continue!
PENATAAN RAMBU-RAMBU PADA ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS KECIL
View through CrossRef
Peningkatan volume lalu lintas angkutan barang-barang berat dan kondisi morfologi sungai yang menyebabkan beberapa daerah berpotensi kecelakaan serta volume air tidak memadai pada saat musim kering menjadi kendala dalam alur pelayaran di Sungai Kapuas Kecil, sehingga dibutuhkan analisis perencanaan rambu pada alur pelayaran Sungai Kapuas Kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan kondisi alur pelayaran dari Jembatan Kapuas 1 sampai Sukalanting sebagai acuan kebijakan terhadap alur pelayaran sungai Kapuas Kecil, sehingga berfungsi sesuai dengan persyaratan pelayaran. Dari hasil analisis didapat bahwa pada alur pelayaran sungai Kapuas Kecil terdapat penyempitan pada daerah meander sungai yang terjadi akibat morfologi sungai dan juga adanya kapal-kapal yang berlabuh jangkar pada tepian sungai. Apabila dipakai untuk dua alur pelayaran secara aman, alur pelayaran sungai Kapuas Kecil ini hanya bisa dipakai untuk karakteristik kapal dengan kapasitas 940 DWT. Perlunya rambu pelayaran sungai di pasang agar pengguna alur mengetahui daerah alur, kondisi, larangan dan kewajiban bila melewati alur pelayaran sungai Kapuas Kecil ini. Kebutuhan rambu pada sungai Kapuas Kecil sebasar 73 buah dengan perincian rambu wajib sebanyak 24 buah, rambu larangan sebanyak 13 buah, rambu petunjuk sebanyak 26 buah, dan rambu peringatan sebanyak 10 buah. Fungsi rambu untuk mewujudkan lalu lintas angkutan sungai yang aman dan selamat.
Tanjungpura University
Title: PENATAAN RAMBU-RAMBU PADA ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS KECIL
Description:
Peningkatan volume lalu lintas angkutan barang-barang berat dan kondisi morfologi sungai yang menyebabkan beberapa daerah berpotensi kecelakaan serta volume air tidak memadai pada saat musim kering menjadi kendala dalam alur pelayaran di Sungai Kapuas Kecil, sehingga dibutuhkan analisis perencanaan rambu pada alur pelayaran Sungai Kapuas Kecil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan kondisi alur pelayaran dari Jembatan Kapuas 1 sampai Sukalanting sebagai acuan kebijakan terhadap alur pelayaran sungai Kapuas Kecil, sehingga berfungsi sesuai dengan persyaratan pelayaran.
Dari hasil analisis didapat bahwa pada alur pelayaran sungai Kapuas Kecil terdapat penyempitan pada daerah meander sungai yang terjadi akibat morfologi sungai dan juga adanya kapal-kapal yang berlabuh jangkar pada tepian sungai.
Apabila dipakai untuk dua alur pelayaran secara aman, alur pelayaran sungai Kapuas Kecil ini hanya bisa dipakai untuk karakteristik kapal dengan kapasitas 940 DWT.
Perlunya rambu pelayaran sungai di pasang agar pengguna alur mengetahui daerah alur, kondisi, larangan dan kewajiban bila melewati alur pelayaran sungai Kapuas Kecil ini.
Kebutuhan rambu pada sungai Kapuas Kecil sebasar 73 buah dengan perincian rambu wajib sebanyak 24 buah, rambu larangan sebanyak 13 buah, rambu petunjuk sebanyak 26 buah, dan rambu peringatan sebanyak 10 buah.
Fungsi rambu untuk mewujudkan lalu lintas angkutan sungai yang aman dan selamat.
Related Results
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Di desa ini tidak semua siswa memiliki latar belakang pada dunia teknologi informasi / IT yang memadai. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini memberikan pengenalan kepada sisw...
Analisis Pengaruh Layanan Vessel Traffic Services (VTS) Terhadap Keselamatan Pelayaran Di Wilayah Alur-Pelayaran Surabaya
Analisis Pengaruh Layanan Vessel Traffic Services (VTS) Terhadap Keselamatan Pelayaran Di Wilayah Alur-Pelayaran Surabaya
Abstract: Transportation is a necessary means for a country, including Indonesia, which is essentially an archipelagic country. Transportation, especially sea transportation, is us...
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
Industri pelayaran menghadapi tantangan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas usaha mereka dengan harapan untuk meningkatkan kinerja ekonominya. Pe...
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN SALINITAS DI SUNGAI KAPUAS KECIL
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN SALINITAS DI SUNGAI KAPUAS KECIL
Sungai Kapuas Kecil sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut, pada musim kemarau intrusi air permukaan sering menjadi masalah bagi PDAM karena menjadi penyebab berubahnya kual...
STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON
STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON
Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi perairan sungai kapuas tempat budidaya karamba jaring apung berdasarkan parameter kelimpahan jenis jenis perifitondi sungai kapu...
Pengaruh Olah Gerak MV. Sarana Lintas Utama saat memasuki Alur Pelayaran Dangkal dan Sempit
Pengaruh Olah Gerak MV. Sarana Lintas Utama saat memasuki Alur Pelayaran Dangkal dan Sempit
Kandas pada saat melewati alur pelayaran sempit adalah kecelakaan yang sering terjadi. Hal ini terjadi karena beberapa hal diantaranya pasang surut air, ramainya alur pelayaran sem...
Optimalisasi Alat Radar Dalam Navigasi KM. Bintan Utama di Alur Pelayaran Sempit
Optimalisasi Alat Radar Dalam Navigasi KM. Bintan Utama di Alur Pelayaran Sempit
Mengingat betapa pentingnya bernavigasi pada alur pelayaran yang memiliki karakteristik yang sempit, berkelak-kelok dan cukup dangkal yang dikategorikan mendapat perhatian khusus s...

