Javascript must be enabled to continue!
Potensi Wisata Pesisir dengan Peningkatan Atraksi Wisata berbasis Sumberdaya Perairan Berkelanjutan
View through CrossRef
Pengembangan atraksi wisata dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengelola destinasi wisata, khususnya yang berbasis potensi sumberdaya perairan. Tujuan penelitian adalah menggali potensi atraksi wisata berbasis sumberdaya perairan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2022 hingga Agustus 2023 bertempat di 9 Kabupaten/Kota yang memiliki destinasi wisata. Metode dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan serta studi literatur. Hasil menunjukan bahwa pengelolaan wisata di pesisir perlu memperhatikan daya tarik wisata, daya dukung wisata, infrastruktur, fasilitas dan pelayanan wisata. Motivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan dipengaruhi oleh variabel atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitas. Motivasi ini teridentifikasi sebagai keinginan mengunjungi kerabat atau keluarga, berlibur, bisnis, dan yang lainnya. Wisatawan mengetahui destinasi wisata biasanya berdasarkan informasi dari internet, dari teman/kerabat, dan media sosial. Waktu kunjungan wisatawan dominan saat long weekend, mudik hari raya keagamaan, liburan sekolah/kuliah, dan acara/event tertentu. Fasilitas air bersih di lokasi wisata merupakan salah satu komponen penting terutama saat peak season. Sumber pendapatan wisata diperoleh dari tiket masuk ke lokasi wisata, sponsorship, dan wahana. Moda transportasi wisatawan domestik didominasi oleh kendaraan mobil dan motor. Beberapa contoh atraksi wisata yang dikunjungi meliputi kegiatan edukasi wisata seperti pembuatan garam, pembesaran ikan termasuk sistem apartemen kepiting, memancing, dan kuliner, sponsorship, penginapan, kolam renang, terapi ikan, photoboat, melihat panorama pantai, mangrove, berenang, snorkeling dan menyelam di terumbu karang. Destinasi wisata memberikan keuntungan ekonomi termasuk untuk masyarakat lokal. Pariwisata berkelanjutan mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, perlindungan lingkungan, dan tata kelola pariwisata. Berbagai atraksi wisata ini menjadi sumber pendapatan bagi pengelola destinasi pariwisata.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua
Title: Potensi Wisata Pesisir dengan Peningkatan Atraksi Wisata berbasis Sumberdaya Perairan Berkelanjutan
Description:
Pengembangan atraksi wisata dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengelola destinasi wisata, khususnya yang berbasis potensi sumberdaya perairan.
Tujuan penelitian adalah menggali potensi atraksi wisata berbasis sumberdaya perairan secara berkelanjutan.
Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2022 hingga Agustus 2023 bertempat di 9 Kabupaten/Kota yang memiliki destinasi wisata.
Metode dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan serta studi literatur.
Hasil menunjukan bahwa pengelolaan wisata di pesisir perlu memperhatikan daya tarik wisata, daya dukung wisata, infrastruktur, fasilitas dan pelayanan wisata.
Motivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan dipengaruhi oleh variabel atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitas.
Motivasi ini teridentifikasi sebagai keinginan mengunjungi kerabat atau keluarga, berlibur, bisnis, dan yang lainnya.
Wisatawan mengetahui destinasi wisata biasanya berdasarkan informasi dari internet, dari teman/kerabat, dan media sosial.
Waktu kunjungan wisatawan dominan saat long weekend, mudik hari raya keagamaan, liburan sekolah/kuliah, dan acara/event tertentu.
Fasilitas air bersih di lokasi wisata merupakan salah satu komponen penting terutama saat peak season.
Sumber pendapatan wisata diperoleh dari tiket masuk ke lokasi wisata, sponsorship, dan wahana.
Moda transportasi wisatawan domestik didominasi oleh kendaraan mobil dan motor.
Beberapa contoh atraksi wisata yang dikunjungi meliputi kegiatan edukasi wisata seperti pembuatan garam, pembesaran ikan termasuk sistem apartemen kepiting, memancing, dan kuliner, sponsorship, penginapan, kolam renang, terapi ikan, photoboat, melihat panorama pantai, mangrove, berenang, snorkeling dan menyelam di terumbu karang.
Destinasi wisata memberikan keuntungan ekonomi termasuk untuk masyarakat lokal.
Pariwisata berkelanjutan mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, perlindungan lingkungan, dan tata kelola pariwisata.
Berbagai atraksi wisata ini menjadi sumber pendapatan bagi pengelola destinasi pariwisata.
Related Results
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Abstract. Pangandaran Beach has various kinds of tourist attractions such as beach recreation areas, watersport, swimming, snorkeling, mangrove tourism and camping, but these touri...
Identifikasi Potensi dan Kendala Wisata Bahari Di Pulau Panggang Kepulauan Seribu
Identifikasi Potensi dan Kendala Wisata Bahari Di Pulau Panggang Kepulauan Seribu
Pulau Panggang di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara merupakan wilayah dengan potensi wisata bahari yang tinggi, didukung oleh keberadaan terumbu karang, ekosistem mangrove, dan buda...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGEMBANGAN DATASET WILAYAH PESISIR BERBASIS CITRA FOTO UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) DI KECAMATAN BULELENG
PENGEMBANGAN DATASET WILAYAH PESISIR BERBASIS CITRA FOTO UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) DI KECAMATAN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan dataset wilayah pesisir pada citra UAV (Unmanned Aerial Vehicle) . Sesuai UU UU No.27 tahun 2007 tentang pengelola...
PERAN GENDER DALAM MANAJEMEN SUMBERDAYA PESISIR DI PANTAI KUWARU
PERAN GENDER DALAM MANAJEMEN SUMBERDAYA PESISIR DI PANTAI KUWARU
Potensi sumberdaya pesisir Pantai Kuwaru sangat melimpah, peran gender dalam manajemen pengelolaan sumberdaya pesisir sangatlah penting. Peran gender dapat mempengaruhi manajemen s...
Studi Komparatif Sosial Lembaga Pada Desa Wisata Gamplong dan Desa Wisata Pulesari Kabupaten Sleman Sebagai Penggerak Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif
Studi Komparatif Sosial Lembaga Pada Desa Wisata Gamplong dan Desa Wisata Pulesari Kabupaten Sleman Sebagai Penggerak Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif
Kota Yogyakarta terkenal dengan jenis wisata yang khas, yaitu jenis wisata budaya sebagai cagar budaya Jawa. Dewasa ini para wisatawan mulai menggemari tempat wisata yang tidak han...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

