Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POLA SPASIAL GLOBAL KEMISKINAN DESA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

View through CrossRef
Kemiskinan desa merujuk pada kondisi dimana penduduk di daerah pedesaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan setiap desa dilihat dari aspek spasial desa yang merujuk pada bagaimana karakteristik dan kondisi satu desa dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh desa-desa sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola dan hubungan spasial kemiskinan desa di kabupaten Lombok Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Metode analisis data menggunakan statistik spasial yang diterapkan dengan metode Indeks Moran. Berdasarkan analisis, hasil uji Indeks Moran menunjukkan bahwa nilai Indeks Moran adalah I = 0,206292. Nilai ini berada dalam rentang 0 < I < 1, yang mengindikasikan adanya autokorelasi spasial positif yang sangat kuat, sehingga kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara saling berkorelasi. Uji signifikansi Indeks Moran juga menunjukkan bahwa pola kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara cenderung berkelompok (clustered). Dengan tingkat signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa setiap desa memiliki kemiripan tingkat kemiskinan dengan desa-desa di sekitarnya, yang menunjukkan adanya korelasi antar desa dalam hal kemiskinan. Kata Kunci: Kemiskinan desa , spasial, indeks moran Abstract Rural poverty is a condition where people in rural areas have difficulty meeting basic needs. The poverty of each village is seen from the spatial aspect of the village which refers to how the characteristics and conditions of one village can affect or be affected by the surrounding villages. This study explores the patterns and spatial relationships of village poverty in the North Lombok district. The data used in this study came from the National Team for the Acceleration of Poverty Reduction (TNP2K). The data analysis method uses spatial statistics applied with the Moran Index method. Based on the analysis, the results of the Moran Index test show that the Moran Index value is I = 0.206292. This value is in the range 0 < I < 1, indicating a very strong positive spatial autocorrelation so that poverty in each village in the North Lombok district is correlated. The Moran Index significance test also shows that the poverty pattern in each village in the North Lombok district tends to be clustered. With a significance level of 5%, it can be concluded that each village has a similar level of poverty to the surrounding villages, which indicates a correlation between villages in terms of poverty. Keywords: : Rural poverty, spatial, moran index
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Title: POLA SPASIAL GLOBAL KEMISKINAN DESA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Description:
Kemiskinan desa merujuk pada kondisi dimana penduduk di daerah pedesaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Kemiskinan setiap desa dilihat dari aspek spasial desa yang merujuk pada bagaimana karakteristik dan kondisi satu desa dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh desa-desa sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola dan hubungan spasial kemiskinan desa di kabupaten Lombok Utara.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Metode analisis data menggunakan statistik spasial yang diterapkan dengan metode Indeks Moran.
Berdasarkan analisis, hasil uji Indeks Moran menunjukkan bahwa nilai Indeks Moran adalah I = 0,206292.
Nilai ini berada dalam rentang 0 < I < 1, yang mengindikasikan adanya autokorelasi spasial positif yang sangat kuat, sehingga kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara saling berkorelasi.
Uji signifikansi Indeks Moran juga menunjukkan bahwa pola kemiskinan di setiap desa di kabupaten Lombok Utara cenderung berkelompok (clustered).
Dengan tingkat signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa setiap desa memiliki kemiripan tingkat kemiskinan dengan desa-desa di sekitarnya, yang menunjukkan adanya korelasi antar desa dalam hal kemiskinan.
Kata Kunci: Kemiskinan desa , spasial, indeks moran Abstract Rural poverty is a condition where people in rural areas have difficulty meeting basic needs.
The poverty of each village is seen from the spatial aspect of the village which refers to how the characteristics and conditions of one village can affect or be affected by the surrounding villages.
This study explores the patterns and spatial relationships of village poverty in the North Lombok district.
The data used in this study came from the National Team for the Acceleration of Poverty Reduction (TNP2K).
The data analysis method uses spatial statistics applied with the Moran Index method.
Based on the analysis, the results of the Moran Index test show that the Moran Index value is I = 0.
206292.
This value is in the range 0 < I < 1, indicating a very strong positive spatial autocorrelation so that poverty in each village in the North Lombok district is correlated.
The Moran Index significance test also shows that the poverty pattern in each village in the North Lombok district tends to be clustered.
With a significance level of 5%, it can be concluded that each village has a similar level of poverty to the surrounding villages, which indicates a correlation between villages in terms of poverty.
Keywords: : Rural poverty, spatial, moran index.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
Kemiskinan menjadi salah satu penghambat sulitnya suatu daerah/negara untuk maju. Kemiskinan menyebabkan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, akibat ketidakmampuan mengakses pen...
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Penelitian ini berjudul “Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)”. Rumusan masalah dalam penelitian...
PELATIHAN DESA WISATA PRAWIRA VILLAGE TOURISM DI DUSUN PRAWIRA, SOKONG, KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA
PELATIHAN DESA WISATA PRAWIRA VILLAGE TOURISM DI DUSUN PRAWIRA, SOKONG, KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA
Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam mengembangkan desa wisata di Dusun Prawira, Sokong, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dalam menunjang keberhasilan pariw...
Efektifitas BLT Covid-19 di Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa (Studi Konstruksi Sosial Kemiskinan)
Efektifitas BLT Covid-19 di Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa (Studi Konstruksi Sosial Kemiskinan)
Kondisi Pandemi yang berkepanjangan tentu menyulitkan masyarakat miskin dalam mencari nafkah, dan BLT Covid 19 merupakan salah satu usaha untuk membantu meringankan beban masyaraka...
Pemodelan Fixed Effect Panel Spatial Durbin Error Model Pada Tingkat Kemiskinan
Pemodelan Fixed Effect Panel Spatial Durbin Error Model Pada Tingkat Kemiskinan
Permasalahan yang ada di setiap negara khususnya negara berkembang termasuk Indonesia adalah kemiskinan. Program dalam mengentaskan kemiskinan merupakan pokok tujuan dari Sustainab...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...

Back to Top