Javascript must be enabled to continue!
Kajian Cemaran Mikroplastik di Perairan Sungai Musi Bagian Hilir (Sisi Kiri Sungai), Sumatera Selatan
View through CrossRef
Perairan Sungai Musi sebagai sungai utama di Sumatera Selatan telah diidentifikasi sebagai sumber mikroplastik yang mengalirkannya menuju ekosistem estuari dan laut. Namun demikian, pengetahuan mengenai kelimpahan mikroplastik di bagian sisi hilir khususnya di Sungai Musi masih terbatas. Oleh karena itu, tujuan utama dari kajian ini yaitu mengestimasi, mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan, sebaran dan karakteristik mikroplastik di wilayah hilir aliran Sungai Musi. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Sungai Musi Bagian Hilir dengan 6 titik stasiun pengamatan diantaranya stasiun Gandus, Ampera, PUSRI, Upang, Muara Sunsang dan Tanjung Carat. Hasil menunjukan keberadaan mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 11-37,7 partikel/L dengan rata-rata kelimpahan 24,73±9,27 partikel/L. Sebaran mikroplastik di perairan Sungai Musi Bagian Hilir menunjukkan kecenderungan meningkat ke arah muara atau estuari dan laut. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika khususnya arus sungai dan dinamika pasang surut pada stasiun pengamatan. Kemudian, karakteristik bentuk fisik-kimia mikroplastik yang diidentifikasi yaitu fiber/serat dengan komposisi sebesar 74,4% dan jenis polimer yang umum dominasi ditemukan menggunakan ATR-FTIR yaitu PA, LDPE, PP dan PE. Sumber utama dari cemara mikroplastik ini diindikasi berasal dari aktivitas nelayan yang menggunakan jaring nylon, penggunaan plastik sekali pakai dan produk-produk kecantikan termasuk penggunaan kemasan plastik.
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Title: Kajian Cemaran Mikroplastik di Perairan Sungai Musi Bagian Hilir (Sisi Kiri Sungai), Sumatera Selatan
Description:
Perairan Sungai Musi sebagai sungai utama di Sumatera Selatan telah diidentifikasi sebagai sumber mikroplastik yang mengalirkannya menuju ekosistem estuari dan laut.
Namun demikian, pengetahuan mengenai kelimpahan mikroplastik di bagian sisi hilir khususnya di Sungai Musi masih terbatas.
Oleh karena itu, tujuan utama dari kajian ini yaitu mengestimasi, mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan, sebaran dan karakteristik mikroplastik di wilayah hilir aliran Sungai Musi.
Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Sungai Musi Bagian Hilir dengan 6 titik stasiun pengamatan diantaranya stasiun Gandus, Ampera, PUSRI, Upang, Muara Sunsang dan Tanjung Carat.
Hasil menunjukan keberadaan mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 11-37,7 partikel/L dengan rata-rata kelimpahan 24,73±9,27 partikel/L.
Sebaran mikroplastik di perairan Sungai Musi Bagian Hilir menunjukkan kecenderungan meningkat ke arah muara atau estuari dan laut.
Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika khususnya arus sungai dan dinamika pasang surut pada stasiun pengamatan.
Kemudian, karakteristik bentuk fisik-kimia mikroplastik yang diidentifikasi yaitu fiber/serat dengan komposisi sebesar 74,4% dan jenis polimer yang umum dominasi ditemukan menggunakan ATR-FTIR yaitu PA, LDPE, PP dan PE.
Sumber utama dari cemara mikroplastik ini diindikasi berasal dari aktivitas nelayan yang menggunakan jaring nylon, penggunaan plastik sekali pakai dan produk-produk kecantikan termasuk penggunaan kemasan plastik.
Related Results
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
ZusammenfassungMit dem Beginn der industriellen Großproduktion von synthetischen Polymeren hat diese vielfältige Materialgruppe wie kein anderes Produkt Einzug in praktisch jeden A...
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI
Komposisi jenis bahan pencemar mikroplastik penting untuk diidentifikasi dan diperhitungkan jumlah dan kelimpahannya pada setiap lapisan kedalaman perairan, karena potensial sebaga...
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Karakteristik Mikroplastik Di Perairan Pulau Tengah, Karimunjawa
Abstrak Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran mikro (<5 mm). Ukurannya yang kecil dan ketahanannya yang lama menyebabkan mikroplastik berbahaya jika terakumulasi di ...
BENTUK DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN PULAU PASARAN, BANDAR LAMPUNG
BENTUK DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN PULAU PASARAN, BANDAR LAMPUNG
Mikroplastik merupakan plastik yang mengalami degradasi hingga menghasilkan partikel dengan ukuran < 5 mm. Mikroplastik yang berada di perairan dapat berdampak buruk bagi ekosis...
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura
Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhk...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Perbandingan Kaedah Estraksi Mikroplastik dalam Makanan Terproses Budu menggunakan Air Suling dan Kalium Hidroksida
Perbandingan Kaedah Estraksi Mikroplastik dalam Makanan Terproses Budu menggunakan Air Suling dan Kalium Hidroksida
Pencemaran mikroplastik di dalam makanan yang diproses masih kurang mendapat perhatian. Kaedah estraksi mikroplastik daripada sampel makanan juga masih belum meluas terutama bagi s...
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Biota Air Tawar Konsumsi dari Rawa Pening, Jawa Tengah
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Biota Air Tawar Konsumsi dari Rawa Pening, Jawa Tengah
Rawa pening potensial terpapar cemaran mikroplastik, dimana ada 9 sungai yang berkontribusi mengirimkan polutannya. Cemaran mikroplastik juga akan mengancam biota air tawar di Rawa...

