Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Konsorsium Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit Bercak Daun Bersudut (Pseudomonas syringae pv. lachrymans) serta Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)

View through CrossRef
Pseudomonas syringae pv. lachrymans (Psl) merupakan bakteri patogen penyebab penyakit bercak daun bersudut pada mentimun (Cucumis sativus L.) yang dapat menurunkan produksi secara signifikan. Salah satu alternatif pengendalian ramah lingkungan adalah melalui penggunaan konsorsium rizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsorsium rizobakteri terbaik dalam menekan perkembangan penyakit bercak daun bersudut serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, terdiri atas enam perlakuan konsorsium rizobakteri dan  kontrol. Kontrol digunakan sebagai pembanding baik untuk parameter penyakit (tanpa konsorsium, diinokulasi patogen) maupun pertumbuhan tanaman (tanpa konsorsium dan tanpa inokulasi patogen), masing-masing dengan tiga ulangan dan tiga unit percobaan. Perlakuan terdiri atas konsorsium (RKKL 1.2 + RKKL 1.3), (RKKL 1.2 + RKPAL 1.2), (RKKL 1.2 + RPKKL 1.1), (RKKL 1.3 + RPKKL 1.1), (RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1), serta (RKKL 1.2 + RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1). Benih mentimun direndam dalam suspensi konsorsium rizobakteri berkepadatan 10⁸ sel/ml selama 15 menit sebelum tanam. Inokulasi patogen Psl dilakukan pada tanaman berumur 15 hari setelah tanam dengan kepadatan 10⁸ sel/ml. Parameter yang diamati meliputi perkembangan penyakit (masa inkubasi, kejadian, dan keparahan penyakit), pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga pertama), serta hasil tanaman (bobot buah). Hasil penelitian menunjukkan seluruh konsorsium rizobakteri mampu menekan perkembangan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil mentimun. Konsorsium RKKL 1.2 + RKPAL 1.2 + RPKKL 1.1 merupakan perlakuan terbaik dengan keparahan penyakit 3,15% dengan tingkat hambat relatif penyakit 71,95%, tinggi tanaman 157,22 cm (peningkatan 15,69%), dan bobot buah 411,55 g (peningkatan 164,95%).
Title: Potensi Konsorsium Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit Bercak Daun Bersudut (Pseudomonas syringae pv. lachrymans) serta Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.)
Description:
Pseudomonas syringae pv.
lachrymans (Psl) merupakan bakteri patogen penyebab penyakit bercak daun bersudut pada mentimun (Cucumis sativus L.
) yang dapat menurunkan produksi secara signifikan.
Salah satu alternatif pengendalian ramah lingkungan adalah melalui penggunaan konsorsium rizobakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsorsium rizobakteri terbaik dalam menekan perkembangan penyakit bercak daun bersudut serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, terdiri atas enam perlakuan konsorsium rizobakteri dan  kontrol.
Kontrol digunakan sebagai pembanding baik untuk parameter penyakit (tanpa konsorsium, diinokulasi patogen) maupun pertumbuhan tanaman (tanpa konsorsium dan tanpa inokulasi patogen), masing-masing dengan tiga ulangan dan tiga unit percobaan.
Perlakuan terdiri atas konsorsium (RKKL 1.
2 + RKKL 1.
3), (RKKL 1.
2 + RKPAL 1.
2), (RKKL 1.
2 + RPKKL 1.
1), (RKKL 1.
3 + RPKKL 1.
1), (RKPAL 1.
2 + RPKKL 1.
1), serta (RKKL 1.
2 + RKPAL 1.
2 + RPKKL 1.
1).
Benih mentimun direndam dalam suspensi konsorsium rizobakteri berkepadatan 10⁸ sel/ml selama 15 menit sebelum tanam.
Inokulasi patogen Psl dilakukan pada tanaman berumur 15 hari setelah tanam dengan kepadatan 10⁸ sel/ml.
Parameter yang diamati meliputi perkembangan penyakit (masa inkubasi, kejadian, dan keparahan penyakit), pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga pertama), serta hasil tanaman (bobot buah).
Hasil penelitian menunjukkan seluruh konsorsium rizobakteri mampu menekan perkembangan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan serta hasil mentimun.
Konsorsium RKKL 1.
2 + RKPAL 1.
2 + RPKKL 1.
1 merupakan perlakuan terbaik dengan keparahan penyakit 3,15% dengan tingkat hambat relatif penyakit 71,95%, tinggi tanaman 157,22 cm (peningkatan 15,69%), dan bobot buah 411,55 g (peningkatan 164,95%).

Related Results

Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum
Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum
Layu Fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura. Salah satu alternatif p...
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi limbah cair produksi tahu terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)Metode yang digunakan ad...
First Report of Bacterial Blight of Strelitzia augusta Caused by Pseudomonas syringae pv. lachrymans
First Report of Bacterial Blight of Strelitzia augusta Caused by Pseudomonas syringae pv. lachrymans
White bird of paradise tree (Strelitzia augusta Thunb.), originally from South Africa, is a tender perennial cultivated as an ornamental plant and is used in gardens in Italy. Duri...
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah  tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamia...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Abstrak. Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia. Masi...

Back to Top