Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Da’i Konservatif: Peran Lebe pada Tradisi Haroana Maludhu di Kota Baubau

View through CrossRef
Sebagai kota bekas pusat pemerintahan Kesultanan Buton, Kota Baubau memiliki tradisi peninggalan yang masih dilestarikan hingga saat ini yaitu haroana maludhu. Tulisan ini berfokus pada peran lebe pada tradisi haroana maludhu. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Tujuannya untuk menjelaskan peran lebe sebagai seorang da’i yang tidak disadari oleh lebe itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lebe dalam tradisi haroana maludhu tidak hanya sebagai pemimpin acara, tetapi juga menanamkan nilai kesadaran beragama dan membentuk karakter keagamaan pengikutnya. Hal itu menunjukkan bahwa seorang lebe memiliki peran sebagai seorang da’i yang mengambil jalur konservatif untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam. Faktanya, seringkali dijumpai bahwa seorang lebe tidak mampu melakukan peran ganda tersebut, disebabkan karena pemahaman agama yang masih kurang. Sebaliknya, ada juga lebe yang mampu memainkan perannya sebagai tokoh agama di satu sisi dan tokoh adat di sisi yang lain. 
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Title: Da’i Konservatif: Peran Lebe pada Tradisi Haroana Maludhu di Kota Baubau
Description:
Sebagai kota bekas pusat pemerintahan Kesultanan Buton, Kota Baubau memiliki tradisi peninggalan yang masih dilestarikan hingga saat ini yaitu haroana maludhu.
 Tulisan ini berfokus pada peran lebe pada tradisi haroana maludhu.
Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif.
Tujuannya untuk menjelaskan peran lebe sebagai seorang da’i yang tidak disadari oleh lebe itu sendiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lebe dalam tradisi haroana maludhu tidak hanya sebagai pemimpin acara, tetapi juga menanamkan nilai kesadaran beragama dan membentuk karakter keagamaan pengikutnya.
 Hal itu menunjukkan bahwa seorang lebe memiliki peran sebagai seorang da’i yang mengambil jalur konservatif untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam.
Faktanya, seringkali dijumpai bahwa seorang lebe tidak mampu melakukan peran ganda tersebut, disebabkan karena pemahaman agama yang masih kurang.
Sebaliknya, ada juga lebe yang mampu memainkan perannya sebagai tokoh agama di satu sisi dan tokoh adat di sisi yang lain.
 .

Related Results

PERKEMBANGAN EKONOMI “PEDAGANG PAKAIAN” ORANG GU-LAKUDO DI KOTA BAUBAU: 1960-2022
PERKEMBANGAN EKONOMI “PEDAGANG PAKAIAN” ORANG GU-LAKUDO DI KOTA BAUBAU: 1960-2022
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan (1) awal mula orang Gu-Lakudo menjadi pedagang pakaian di Kota Baubau tahun 1960-2022, (2)  perkembangan usaha pedagang pakaian orang Gu-Lak...
Peningkatan Hasil Belajar Geografi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture
Peningkatan Hasil Belajar Geografi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture
SMAN 2 BauBau is one of the schools in BauBau City that is the object of research because the learning outcomes are still low, this is because only 62.5% of the tests that meet the...
Sosialiasi dan Pelatihan Tarian Lebe dalam Rangka Pelestarian Budaya Bagi Kaum Muda
Sosialiasi dan Pelatihan Tarian Lebe dalam Rangka Pelestarian Budaya Bagi Kaum Muda
The lebe dance is a cultural heritage originating from Adonara Island, East Nusa Tenggara. As a traditional art form, lebe dance has cultural values that are important to maintain ...
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
       Tradisi memutru adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Adat Darmasaba yang dilaksanakan pada upacara ngaben. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimanak...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi kalentuno gholeo pada masyarakat di desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten M...

Back to Top