Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Abu Dasar Batubara Termodifikasi 8-Hidroksikuinolin sebagai Adsorben Ion Logam Cu(II) dan Cd(II)

View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi ion Cu(II) dan Cd(II) menggunakan abu dasar batubara teraktivasi (ADT) dan abu dasar batubara termodifikasi 8-hidroksikuinolin (ADO). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan ADT dan ADO dalam mengadsorpsi ion logam Cu(II) dan Cd(II). Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan SEM-EDS untuk mengamati morfologi/kenampakan permukaan adsorben serta mengidentifikasi komponen kimia unsur-unsur penyusun abu dasar, Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat pada adsorben, X-ray diffraction (XRD) untuk melihat perubahan kristalinitas mineral penyusun adsorben, dan Gas Sorption Analyzer (GSA) untuk menentukan sifat pori adsorben seperti ukuran diameter, luas permukaan, distribusi ukuran pori, dan volume pori dari adsorben yang digunakan. Karakterisasi ini dilakukan sebelum dan sesudah adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum semua kondisi perlakuan tercapai pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi ADQ  terhadap logam Cu(II) dan Cd(II) masing-masing 24, 64 mg.g-1 dan 22,50 mg.g-1. Kapasitas adsorpsi ADQ selalu lebih tinggi dibandingkan ADT. Afinitas adsorpsi ion logam Cu(II) juga lebih baik dibandingkan ion Cd(II) terhadap kedua adsorben.
Universitas Sulawesi Barat
Title: Karakterisasi Abu Dasar Batubara Termodifikasi 8-Hidroksikuinolin sebagai Adsorben Ion Logam Cu(II) dan Cd(II)
Description:
Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi ion Cu(II) dan Cd(II) menggunakan abu dasar batubara teraktivasi (ADT) dan abu dasar batubara termodifikasi 8-hidroksikuinolin (ADO).
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan ADT dan ADO dalam mengadsorpsi ion logam Cu(II) dan Cd(II).
Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan SEM-EDS untuk mengamati morfologi/kenampakan permukaan adsorben serta mengidentifikasi komponen kimia unsur-unsur penyusun abu dasar, Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat pada adsorben, X-ray diffraction (XRD) untuk melihat perubahan kristalinitas mineral penyusun adsorben, dan Gas Sorption Analyzer (GSA) untuk menentukan sifat pori adsorben seperti ukuran diameter, luas permukaan, distribusi ukuran pori, dan volume pori dari adsorben yang digunakan.
Karakterisasi ini dilakukan sebelum dan sesudah adsorpsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum semua kondisi perlakuan tercapai pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi ADQ  terhadap logam Cu(II) dan Cd(II) masing-masing 24, 64 mg.
g-1 dan 22,50 mg.
g-1.
Kapasitas adsorpsi ADQ selalu lebih tinggi dibandingkan ADT.
Afinitas adsorpsi ion logam Cu(II) juga lebih baik dibandingkan ion Cd(II) terhadap kedua adsorben.

Related Results

Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA INDONESIA KE JEPANG
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA INDONESIA KE JEPANG
Perdagangan internasional sudah lama di lakukan dengan melakukan ekspor maupun impor dari dua negara atau lebih. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber alamnya dari segal...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
PENYISIHAN ION LOGAM FE MENGGUNAKAN ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI SURFAKTAN
PENYISIHAN ION LOGAM FE MENGGUNAKAN ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI SURFAKTAN
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mempersiapkan adsorben berbahan baku kaolin alam yang dimodifikasi CTAB untuk menyisihkan ion logam Fe2+ dari permukaan air. Kaolin alam dicu...
Efektivitas Kombinasi Kitosan dan Ampas Teh Sebagai Adsorben Alami dalam Menurunkan Konsentrasi Timbal Pada Limbah Cair PT PXI
Efektivitas Kombinasi Kitosan dan Ampas Teh Sebagai Adsorben Alami dalam Menurunkan Konsentrasi Timbal Pada Limbah Cair PT PXI
ABSTRAKLogam berat merupakan salah satu bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup karena memiliki toksisitas yang tinggi dan tidak dapat...
Pembuatan Mesin Tempa Logam Dengan System Forging Hammer
Pembuatan Mesin Tempa Logam Dengan System Forging Hammer
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan mesin tempa logam dalam pengolahan logam. Salah satu keuntungannya untuk mempercepat proses penempaan logam. Saat ini pr...

Back to Top