Javascript must be enabled to continue!
PENYISIHAN ION LOGAM FE MENGGUNAKAN ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI SURFAKTAN
View through CrossRef
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mempersiapkan adsorben berbahan baku kaolin alam yang dimodifikasi CTAB untuk menyisihkan ion logam Fe2+ dari permukaan air. Kaolin alam dicuci dengan air suling dan selanjutnya dikeringkan dalam oven dryer, Kaolin selanjutnya di aktivasi dengan HCL 1 N, dan di modifikasi dengan surfaktan CTAB dengan perbandungan 45% dari berat kaolin. Proses penyerapan dilakukan dengan mencampurkan 2 gram adsorben yang telah dimodifikasi pada 100 ml sampel air yang mengandung 3 ppm ion logam Fe2+ diikuti dengan pengadukan 100 rpm, pH 5, dan suhu 300C. Konsentrasi Fe2+ pada permukaan air dianalisa dengan menggunakan AAS setiap selang waktu tertentu dalam periode 20 – 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorben kaolin tanpa modifikasi mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ sebesar 62,23% selama 40 menit, sedangkan adsorben dari kaolin modifikasi surfaktan pada awal proses mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ mencapai 73,8% pada waktu 10 menit. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa adsorben kaolin modifikasi mampu menyerap ion logam Fe2+ lebih banyak dalam waktu singkat karena mempunyai permukaan kontak yang luas dan juga mempunyai struktur permukaan acak, dibandingkan dengan adsorben kaolin yang tidak modifikasi surfaktan mempunyai struktur morfologinya yang beraturan. Kata kunci : Adsorpsi, Fe, Adsorben, Kaolin, CTAB
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: PENYISIHAN ION LOGAM FE MENGGUNAKAN ADSORBEN KAOLIN YANG DIMODIFIKASI SURFAKTAN
Description:
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mempersiapkan adsorben berbahan baku kaolin alam yang dimodifikasi CTAB untuk menyisihkan ion logam Fe2+ dari permukaan air.
Kaolin alam dicuci dengan air suling dan selanjutnya dikeringkan dalam oven dryer, Kaolin selanjutnya di aktivasi dengan HCL 1 N, dan di modifikasi dengan surfaktan CTAB dengan perbandungan 45% dari berat kaolin.
Proses penyerapan dilakukan dengan mencampurkan 2 gram adsorben yang telah dimodifikasi pada 100 ml sampel air yang mengandung 3 ppm ion logam Fe2+ diikuti dengan pengadukan 100 rpm, pH 5, dan suhu 300C.
Konsentrasi Fe2+ pada permukaan air dianalisa dengan menggunakan AAS setiap selang waktu tertentu dalam periode 20 – 100 menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorben kaolin tanpa modifikasi mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ sebesar 62,23% selama 40 menit, sedangkan adsorben dari kaolin modifikasi surfaktan pada awal proses mampu menurunkan konsentrasi Fe2+ mencapai 73,8% pada waktu 10 menit.
Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa adsorben kaolin modifikasi mampu menyerap ion logam Fe2+ lebih banyak dalam waktu singkat karena mempunyai permukaan kontak yang luas dan juga mempunyai struktur permukaan acak, dibandingkan dengan adsorben kaolin yang tidak modifikasi surfaktan mempunyai struktur morfologinya yang beraturan.
Kata kunci : Adsorpsi, Fe, Adsorben, Kaolin, CTAB.
Related Results
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian...
PREPARASI ADSORBEN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS KAOLIN ALAM DENGAN SURFAKTAN ANIONIK DAN TEKNOLOGI ULTRASONIKPREPARASI
PREPARASI ADSORBEN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS KAOLIN ALAM DENGAN SURFAKTAN ANIONIK DAN TEKNOLOGI ULTRASONIKPREPARASI
Penelitian adsorpsi dari bahan alam telah banyak dilakukan dari berbagai bahan baku seperti ampas tebu, ampas kopi, bentonit dan lainnya. Namun persyaratan mekanis dan pengolahan d...
PENINGKATAN KINERJA ADSORBEN KAOLIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICROWAVE&ULTRASONIK DALAM MENYERAP LOGAM
PENINGKATAN KINERJA ADSORBEN KAOLIN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICROWAVE&ULTRASONIK DALAM MENYERAP LOGAM
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja adsorben dengan cara melakukan aktifasi dengan cara penambahan asam dan dengan penerapan teknologi Microwave dan Ultrasonik. Pe...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
Potensi Penggunaan Tempurung Kelapa sebagai Adsorben Ion Logam Fe(III)
Potensi Penggunaan Tempurung Kelapa sebagai Adsorben Ion Logam Fe(III)
Besi merupakan logam yang paling banyak sekali ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kandungan besi berlebihan di dalam air dapat menyebabkan bekas karat pada pakaian, porselin dan ...

