Javascript must be enabled to continue!
INSTRUMEN PENELITIAN : KORELASI GAYA KELEKATAN DAN PENYESUAIAN SOSIAL
View through CrossRef
PENGANTARInstrumen penelitian ini adalah alat tes yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data mengenai kondisi gaya kelekatan dan penyesuaian sosial pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Instrumen ini digunakan dalam penelitian, SKRIPSI, berjudul “Hubungan Antara Tendensi Gaya Kelekatan Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa Smp Islam Paiton Yang Tinggal Di Pesantren” oleh Lailatul Fitriyah. Subjek penelitian adalah siswa SMP Islam Paiton yang tinggal di pesantren sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional. Analisis deskriptif dalam pada awalnya ditujukan untuk mengenali kecenderungan kaya kelekatan pada keseluruhan (100) subjek pada salah satu dari keempat jenis gaya kelekatan. Setelah menentukan tendensi pada salah satu gaya, dilakukan analisis deskripsi kedua untuk mendeskripsikan satu gaya kelekatan yang ditetapkan sebagai tendensi subjek baik secara individual maupun dalam kelompok. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui kategorisasi gaya kelekatan aman (secure), dan penyesuaian sosial pada subyek penelitian. Analisis menggunakan norma kelompok disusun tiga tingkatan pengkategorian berdasarkan harga mean (M) dan standard deviasi (SD), yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik korelasi Formula Product Moment Pearson. Variabel yang dikorelasikan adalah data gaya kelekatan secure yang telah menjadi tendensi pada korpus data dan varibel data hasil skoring pada penyesuaian sosial. ABSTRAK Gaya kelekatan yang dibangun sejak lahir dapat berlaku sebagai fungsi adaptif bagi remaja untuk menguasai lingkungan-lingkungan baru. Relasi yang baik dengan pengasuh akan menjadikan seorang anak memiliki secure attachment dan mengembangkan interaksi yang baik dengan orang lain dan memiliki penyesuaian sosial yang baik. Gaya kelekatan pada masa remaja dapat membantu kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja sebagaimana tercermin dalam ciri-ciri seperti self esteem, penyesuaian sosial, dan emosional. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Islam Paiton yang tinggal di pesantren sebanyak 100 orang. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskripstif dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kelekatan aman pada remaja awal yang tinggal di pesantren sebagian besar dalam kategori sedang dengan prosentase sebesar (76%) dan penyesuaian sosial pada remaja awal yang tinggal di pesantren sebagian besar dalam ketegori sedang dengan prosentase (59%). Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan anatara gaya kelekatan dan penyesuaian sosial pada remaja awal yang tinggal di pesantren (rxy = 0,281; p = 0,005 < 0,05).
Title: INSTRUMEN PENELITIAN : KORELASI GAYA KELEKATAN DAN PENYESUAIAN SOSIAL
Description:
PENGANTARInstrumen penelitian ini adalah alat tes yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data mengenai kondisi gaya kelekatan dan penyesuaian sosial pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Instrumen ini digunakan dalam penelitian, SKRIPSI, berjudul “Hubungan Antara Tendensi Gaya Kelekatan Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa Smp Islam Paiton Yang Tinggal Di Pesantren” oleh Lailatul Fitriyah.
Subjek penelitian adalah siswa SMP Islam Paiton yang tinggal di pesantren sebanyak 100 orang.
Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional.
Analisis deskriptif dalam pada awalnya ditujukan untuk mengenali kecenderungan kaya kelekatan pada keseluruhan (100) subjek pada salah satu dari keempat jenis gaya kelekatan.
Setelah menentukan tendensi pada salah satu gaya, dilakukan analisis deskripsi kedua untuk mendeskripsikan satu gaya kelekatan yang ditetapkan sebagai tendensi subjek baik secara individual maupun dalam kelompok.
Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui kategorisasi gaya kelekatan aman (secure), dan penyesuaian sosial pada subyek penelitian.
Analisis menggunakan norma kelompok disusun tiga tingkatan pengkategorian berdasarkan harga mean (M) dan standard deviasi (SD), yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik korelasi Formula Product Moment Pearson.
Variabel yang dikorelasikan adalah data gaya kelekatan secure yang telah menjadi tendensi pada korpus data dan varibel data hasil skoring pada penyesuaian sosial.
ABSTRAK Gaya kelekatan yang dibangun sejak lahir dapat berlaku sebagai fungsi adaptif bagi remaja untuk menguasai lingkungan-lingkungan baru.
Relasi yang baik dengan pengasuh akan menjadikan seorang anak memiliki secure attachment dan mengembangkan interaksi yang baik dengan orang lain dan memiliki penyesuaian sosial yang baik.
Gaya kelekatan pada masa remaja dapat membantu kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja sebagaimana tercermin dalam ciri-ciri seperti self esteem, penyesuaian sosial, dan emosional.
Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP Islam Paiton yang tinggal di pesantren sebanyak 100 orang.
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskripstif dan analisis korelasi product moment pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kelekatan aman pada remaja awal yang tinggal di pesantren sebagian besar dalam kategori sedang dengan prosentase sebesar (76%) dan penyesuaian sosial pada remaja awal yang tinggal di pesantren sebagian besar dalam ketegori sedang dengan prosentase (59%).
Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan anatara gaya kelekatan dan penyesuaian sosial pada remaja awal yang tinggal di pesantren (rxy = 0,281; p = 0,005 < 0,05).
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Remaja Yang Dilihat Dari Kelekatan Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosi
Remaja Yang Dilihat Dari Kelekatan Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosi
Abstract : This study aims to determine how big the relationship between parental attachment to emotional intelligence in IBA Palembang high school teenagers. While the research hy...
Hubungan kelekatan romantis dan pengambilan perspektif diadik pasangan dengan kepuasan pernikahan
Hubungan kelekatan romantis dan pengambilan perspektif diadik pasangan dengan kepuasan pernikahan
Ada banyak manfaat dari pernikahan yang memuaskan. Namun, kemampuan untuk membangun pernikahan yang memuaskan berbanding terbalik dengan pola kelekatan romantis meragukan (insecure...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa
Dukungan sosial memegang peranan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, terutama bagi mereka yang merantau. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara duk...
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Permasalahan individu dimasa dewasa awal berkaitan dengan peran dan tanggung jawab baru yang menyebabkan individu memiliki regulasi emosi yang baik. Regulasi emosi dimasa dewasa di...
Penyesuaian Diri Mahasiswa dalam Transisi Pembelajaran Daring Menjadi Blended Learning
Penyesuaian Diri Mahasiswa dalam Transisi Pembelajaran Daring Menjadi Blended Learning
Penyesuaian diri di perguruan tinggi merupakan suatu proses interaksi yang saling mempengaruhi antara individu dan lingkungan serta merupakan sumber stres bagi mahasiswa. Penelitia...

