Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BERDASARKAN RESEP DOKTER DI APOTEK KIMIA FARMA TITIBUMI

View through CrossRef
Pendahuluan: Permasalahan kesehatan yang sering dihadapi salah satunya yaitu rasa nyeri pada anggota tubuh. Rasa nyeri dapat diatasi dengan menggunakan obat analgetik. Penggunaan obat analgetik di Apotek Kimia Farma Titibumi tergolong  fast moving hal ini dikarenakan letak apotek yang dekat dengan klinik dan dokter praktek. Hampir seluruh dokter yang ada disekitar apotek meresepkan obat analgetik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat analgetik dengan resep dokter di Apotek Kimia Farma Titibumi periode Januari – Mei 2020. Metode: Metode pada penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Pengumpulkan data berupa resep yang mengandung obat analgetik di Apotek Kimia Farma Titibumi periode Januari - Mei 2020. Data dianalisis secara deskriptif hasil data disajikan dalam bentuk tabel tentang profil penggunaan obat analgetik berdasarkan resep dokter di apotek kimia farma titibumi. Hasil: Hasil dan kesimpulan dari penelitiaan ini yaitu penggunaan terapi analgetik yang paling banyak adalah terapi tunggal yaitu metamizol sebanyak 35 resep (21,21%), sedangkan untuk terapi kombinasi yaitu paracetamol+tramadol sebanyak 18 resep (10,91%). Golongan obat yang paling tinggi yaitu golongan non-opioid sebanyak 122 resep (73,94%). Kesimpulan: Dari 165 resep yang ada sebanyak 163 resep (98,79%) sudah sesuai dosisnya, dan ada 2 resep (1,21%) dosis tidak sesuai.
Title: PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK BERDASARKAN RESEP DOKTER DI APOTEK KIMIA FARMA TITIBUMI
Description:
Pendahuluan: Permasalahan kesehatan yang sering dihadapi salah satunya yaitu rasa nyeri pada anggota tubuh.
Rasa nyeri dapat diatasi dengan menggunakan obat analgetik.
Penggunaan obat analgetik di Apotek Kimia Farma Titibumi tergolong  fast moving hal ini dikarenakan letak apotek yang dekat dengan klinik dan dokter praktek.
Hampir seluruh dokter yang ada disekitar apotek meresepkan obat analgetik.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat analgetik dengan resep dokter di Apotek Kimia Farma Titibumi periode Januari – Mei 2020.
Metode: Metode pada penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif.
Pengumpulkan data berupa resep yang mengandung obat analgetik di Apotek Kimia Farma Titibumi periode Januari - Mei 2020.
Data dianalisis secara deskriptif hasil data disajikan dalam bentuk tabel tentang profil penggunaan obat analgetik berdasarkan resep dokter di apotek kimia farma titibumi.
Hasil: Hasil dan kesimpulan dari penelitiaan ini yaitu penggunaan terapi analgetik yang paling banyak adalah terapi tunggal yaitu metamizol sebanyak 35 resep (21,21%), sedangkan untuk terapi kombinasi yaitu paracetamol+tramadol sebanyak 18 resep (10,91%).
Golongan obat yang paling tinggi yaitu golongan non-opioid sebanyak 122 resep (73,94%).
Kesimpulan: Dari 165 resep yang ada sebanyak 163 resep (98,79%) sudah sesuai dosisnya, dan ada 2 resep (1,21%) dosis tidak sesuai.

Related Results

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. This study aims to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance at PT. Kimia Farma Tbk Plant Banjaran. This research is motivated...
Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung
Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung
Latar Belakang: Resep adalah alat paling penting yang dimiliki pasien sebelum menerima obat. Apoteker memegang peranan penting dalam pengelolaan kefarmasian dan kefarmasian, untuk ...
Pola Peresepan Analgetik Di Apotek Kimia Farma No. 64 Yogyakarta Tahun 2019
Pola Peresepan Analgetik Di Apotek Kimia Farma No. 64 Yogyakarta Tahun 2019
Pemilihan obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri harus tepat agar tercapai efek terapiyang diinginkan. Pola resep yang salah pada analgetik juga sering mengakibatkan efek sampi...

Back to Top