Javascript must be enabled to continue!
Inovasi Energi Berkelanjutan : Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Dari Bioetanol Tetes Tebu/Molasess
View through CrossRef
Intisari — Pembangkit Listrik tenaga biomassa adalah pembangkit yang mempergunakan biomassa (Tetes tebu/Molasess) dalam membentuk thermal yang akan dipergunakan untuk menggerakan energi potensial pada sistem pembangkit Listrik. Pada proses pembangkitan listrik ini membutuhkan energi panas yang diproses dari tetes tebu / molasess yang difermentasi dan didestilasi untuk dijadikan bioetanol lalu dipadatkan untuk memanaskan boiler dan dapat memiliki tekanan untuk mendorong steam engine sehingga dapat menggerakan generator sehingga menghasilkan tegangan yang bisa mengisi baterai dan menghidupkan beban. Dari penelitian ini bioetanol padat yang dihabiskan sebanyak 2,1 liter dan menyala selama 199 menit / 3.3 jam sehingga steam engine dapat berputar pada tekanan 10-15 Psi dengan putaran Rpm 161-215 output yang dihasilkan PLTBM ini memiliki tegangan pengecasan 4.1 – 4,2 V dan arus 200-300 mA. Dari tegangan dan arus yang dihasilkan tersebut baterai terisi 100 % dengan kapasitas baterai 1580 mAh/ 1,5 Ah. PLTBM ini juga menggunakan joul thief untuk menyalakan beban lampu 7 watt. Dengan kapasitas baterai 1580 mAh / 1,5 Ah yang terisi 100% beban lampu dapat menyala selama 2,43 jam.
Kata kunci— PLTBM ,Bioetanol, Generator, Steam engine
Abstract — Biomass power plants are plants that use biomass (sugar cane molasses / molasses) in forming thermal which will be used to move potential energy in the power generation system. In this electricity generation process requires heat energy that is processed from sugarcane molasses / molasses which is fermented and distilled to make bioethanol and then solidified to heat the boiler and can have pressure to push the steam engine so that it can move the generator so as to produce a voltage that can charge the battery and turn on the load. From this study solid bioethanol spent as much as 2.1 liters and lit for 199 minutes / 3.3 hours so that the steam engine can rotate at a pressure of 10-15 Psi with a rotation of Rpm 161-215 the output produced by this PLTBM has a charging voltage of 4,1 - 4,2 V and a current of 200-300 mA. From the voltage and current produced, the battery is 100% charged with a battery capacity of 1580 mAh / 1.5 Ah. This CBM also uses joul thief to power a 7 watt lamp load. With a battery capacity of 1580 mAh / 1.5 Ah which is 100% charged the lamp load can be lit for 2,43 hours.
Keywords— PLTBM ,Bioetanol, Generator, Steam engine
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Inovasi Energi Berkelanjutan : Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Dari Bioetanol Tetes Tebu/Molasess
Description:
Intisari — Pembangkit Listrik tenaga biomassa adalah pembangkit yang mempergunakan biomassa (Tetes tebu/Molasess) dalam membentuk thermal yang akan dipergunakan untuk menggerakan energi potensial pada sistem pembangkit Listrik.
Pada proses pembangkitan listrik ini membutuhkan energi panas yang diproses dari tetes tebu / molasess yang difermentasi dan didestilasi untuk dijadikan bioetanol lalu dipadatkan untuk memanaskan boiler dan dapat memiliki tekanan untuk mendorong steam engine sehingga dapat menggerakan generator sehingga menghasilkan tegangan yang bisa mengisi baterai dan menghidupkan beban.
Dari penelitian ini bioetanol padat yang dihabiskan sebanyak 2,1 liter dan menyala selama 199 menit / 3.
3 jam sehingga steam engine dapat berputar pada tekanan 10-15 Psi dengan putaran Rpm 161-215 output yang dihasilkan PLTBM ini memiliki tegangan pengecasan 4.
1 – 4,2 V dan arus 200-300 mA.
Dari tegangan dan arus yang dihasilkan tersebut baterai terisi 100 % dengan kapasitas baterai 1580 mAh/ 1,5 Ah.
PLTBM ini juga menggunakan joul thief untuk menyalakan beban lampu 7 watt.
Dengan kapasitas baterai 1580 mAh / 1,5 Ah yang terisi 100% beban lampu dapat menyala selama 2,43 jam.
Kata kunci— PLTBM ,Bioetanol, Generator, Steam engine
Abstract — Biomass power plants are plants that use biomass (sugar cane molasses / molasses) in forming thermal which will be used to move potential energy in the power generation system.
In this electricity generation process requires heat energy that is processed from sugarcane molasses / molasses which is fermented and distilled to make bioethanol and then solidified to heat the boiler and can have pressure to push the steam engine so that it can move the generator so as to produce a voltage that can charge the battery and turn on the load.
From this study solid bioethanol spent as much as 2.
1 liters and lit for 199 minutes / 3.
3 hours so that the steam engine can rotate at a pressure of 10-15 Psi with a rotation of Rpm 161-215 the output produced by this PLTBM has a charging voltage of 4,1 - 4,2 V and a current of 200-300 mA.
From the voltage and current produced, the battery is 100% charged with a battery capacity of 1580 mAh / 1.
5 Ah.
This CBM also uses joul thief to power a 7 watt lamp load.
With a battery capacity of 1580 mAh / 1.
5 Ah which is 100% charged the lamp load can be lit for 2,43 hours.
Keywords— PLTBM ,Bioetanol, Generator, Steam engine.
Related Results
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam aktivitas manusia sehari-hari. pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat meningkatkan kesejahtera...
Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)
Tebu merupakan tanaman yang mengandung sari gula. Alat pemeras tebu adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan antara sari tebu dengan ampas tebu. Cara kerja mesin pemeras ...
Studi Kelayakan Aspek Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-hidro untuk Listrik Desa dengan Penggerak Mula Pompa Sentrifugal Sebagai Turbin
Studi Kelayakan Aspek Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-hidro untuk Listrik Desa dengan Penggerak Mula Pompa Sentrifugal Sebagai Turbin
Pompa sebagai turbin (PST) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh para peneliti agar masyarakat lebih mudah mendapatkan turbin air untuk pembangkit listrik tenaga piko-hi...
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
Artikel Bela Negara Untuk Mewujudkan Usahatani Tebu Berkelanjutan ditulis sebagai aktualisasi diri, mencurahkan bakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menunjukkan kepedul...
PROBLEMATIKA PRODUKSI BIOETANOL DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA ENERGI NASIONAL
PROBLEMATIKA PRODUKSI BIOETANOL DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA ENERGI NASIONAL
Bioetanol memiliki arti strategis bagi Indonesia karena menghubungkan kebijakan energi terbarukan, sumber daya pertanian domestik, kinerja industri gula, dan ketahanan energi nasio...
MANAJEMEN PEMAKAIAN PULSA LISTRIK PELANGGAN METER PRABAYAR
MANAJEMEN PEMAKAIAN PULSA LISTRIK PELANGGAN METER PRABAYAR
Salah satu kekurangan sistem kWh meter digital prabayar adalah tidak dapat melakukan pemantauan pemakaian energi listrik secara real time, sehingga token listrik habis sebelum wakt...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
Efisiensi Konsumsi Listrik Dengan Tenaga Surya Sistem On Grid
Efisiensi Konsumsi Listrik Dengan Tenaga Surya Sistem On Grid
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia pada era modern. Hampir seluruh aktivitas kehidupan, baik di sektor rumah tangga, komersial, maupun industri, sangat ber...

