Javascript must be enabled to continue!
PEMBUATAN AIR MINUM ALKALI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROLISIS
View through CrossRef
Air alkali adalah air yang bersifat basa atau mempunyai pH di atas 7. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi variable-variabel yang mempengaruhi proses pembuatan air minum alkali, merancang alat proses pembuatan air minum alkali dan mengetahui perbandingan kualitas air minum alkali dan air biasa. Air yang telah diuji kadar TDS dan pH dimasukkan kedalam wadah elektrolisis, kemudian dielektrolisis dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt, dan 25 volt menggunakan variasi waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Kemudian air hasil elektrolisis dilakukan uji organoleptic (bau, warna, dan rasa) dan uji kekeruhan. Dari hasil penelitian diperoleh kenaikan pH tertinggi yaitu pada tegangan 25 volt selama 5 jam dengan pH sebesar 8,3. Kemudian berdasarkan uji organoleptic yang dilakukan pada 8 orang orang responden diperoleh hasil bahwa air alkali hasil elektrolisis memenuhi syarat kelayakan air minum yaitu tidak memiliki bau, warna, dan rasa. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa kenaikan pH pada proses elektrolisis dipengaruhi oleh besar tegangan dan lama waktu elektrolisis, kenaikan pH tertinggi terdapat pada sampel hasil elektrolisis dengan tegangan 25 volt selama 5 jam yaitu pH sebesar 8,3. Kata kunci : air alkali, elektrolisis, uji organoleptik, kenaikan pH, tegangan, dan waktu
LPPM Universitas Malikussaleh
Title: PEMBUATAN AIR MINUM ALKALI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROLISIS
Description:
Air alkali adalah air yang bersifat basa atau mempunyai pH di atas 7.
Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi variable-variabel yang mempengaruhi proses pembuatan air minum alkali, merancang alat proses pembuatan air minum alkali dan mengetahui perbandingan kualitas air minum alkali dan air biasa.
Air yang telah diuji kadar TDS dan pH dimasukkan kedalam wadah elektrolisis, kemudian dielektrolisis dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt, dan 25 volt menggunakan variasi waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam.
Kemudian air hasil elektrolisis dilakukan uji organoleptic (bau, warna, dan rasa) dan uji kekeruhan.
Dari hasil penelitian diperoleh kenaikan pH tertinggi yaitu pada tegangan 25 volt selama 5 jam dengan pH sebesar 8,3.
Kemudian berdasarkan uji organoleptic yang dilakukan pada 8 orang orang responden diperoleh hasil bahwa air alkali hasil elektrolisis memenuhi syarat kelayakan air minum yaitu tidak memiliki bau, warna, dan rasa.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa kenaikan pH pada proses elektrolisis dipengaruhi oleh besar tegangan dan lama waktu elektrolisis, kenaikan pH tertinggi terdapat pada sampel hasil elektrolisis dengan tegangan 25 volt selama 5 jam yaitu pH sebesar 8,3.
Kata kunci : air alkali, elektrolisis, uji organoleptik, kenaikan pH, tegangan, dan waktu.
Related Results
Aplikasi teknologi elektrolisis plasma pada proses produksi Klor-Alkali
Aplikasi teknologi elektrolisis plasma pada proses produksi Klor-Alkali
Plasma electrolysis technology applications in Chlor-Alkali process productionChlor-alkali industry sector is one of the important industrial sectorsin chemical industry. However, ...
Analisis Parameter Fisik dan Kimia Air Sungai Ciliwung Sebelum dan Sesudah Pengolahan Air
Analisis Parameter Fisik dan Kimia Air Sungai Ciliwung Sebelum dan Sesudah Pengolahan Air
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai paling berpengaruh yang memiliki peran penting sebagai bahan baku air minum terbesar di wilayah Kabupaten Bogor. Air baku yang bersumber...
IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA AIR MINUM ISI ULANG
IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA AIR MINUM ISI ULANG
Air memiliki peran penting bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan esensial. Asupan cairan dalam hal ini air minum menjadi sangat penting bagi tubuh manusia, maka perlu ...
Analisis Keberadaan Mikrobiologi Air Minum Depot Air Minum
Analisis Keberadaan Mikrobiologi Air Minum Depot Air Minum
Tingginya kebutuhan manusia akan air minum harus dibarengi dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Depot air minum merupakan salah satu jawaban atas permasalahan penyediaan air m...
ANALISIS HYGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLMAN
ANALISIS HYGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLMAN
Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan terhadap air bersih, manusia sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk memenuhi kebutu...
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DARI MATA AIR CIBULAKAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG – JAWA BARAT
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DARI MATA AIR CIBULAKAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG – JAWA BARAT
Ketersediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah. Perlu dilakukan Analisis kelayakan Investasi Peng...
INOVASI TEKNOLOGI AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT
INOVASI TEKNOLOGI AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT
Sumber air minum daerah padat penduduk dan masyarakat pesisir dipenuhi dari air permukaan atau sumur dalam. Air permukaan dipengaruhi oleh pasang air air laut , sehingga hampir sep...
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
ABSTRACT. The transportation process causes heat stress in broilers. This research aims to test the effectiveness of the drinking water supply system for broilers during transport ...

