Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK AIR ALKALI PH 9 DALAM CAMPURAN MATRIKS-SEMEN

View through CrossRef
Air merupakan media untuk terjadinya proses reaksi hidrasi semen. Air alkali merupakan air yang bersifat basa dengan kadar pH lebih dari 7. Penggunaan air alkali dalam proses pembuatan beton masih belum banyak diketahui karakteristiknya.  Penelitian  ini  menggunakan  air  alkali  pH  9  sebagai campuran  matriks.  Dari studi  ini  dapat ditentukan pengaruhnya terhadap konsistensi normal, waktu ikat semen dan kuat tekan. Pengujian dilakukan dengan membuat sampel campuran air alkali dan semen yang diukur mengunakan alat vicat. Pengecoran matriks menggunakan kubus 5 x 5 x 5 cm dan dirawat mengunakan air alkali pH 9. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Kemudian air pH 7 digunakan sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh nilai Konsistensi normal campuran matriks dengan air pH 9 dibandingkan dengan pH 7 menunjukkan tidak berpengaruhnya nilai pH yang tinggi, dimana rentang konsistensi sebesar 27% sampai 28%. Proses pengikatan semen menggunakan air pH 9 lebih cepat 30 menit dibandingkan dengan air pH 7. Kuat tekan matriks dengan penggunaan air pH 9 memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dan optimal dibandingkan air pH 7. Peningkatan kuat tekan matriks pada umur 3 hari yaitu sebesar 16,25%, umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari berturut-turut 14,87%, 18,05%, 17,66%, dan 3,38%. Dan pada perkembangan umur matriks, penggunaan air pH 9 pada umur 28 hari mengalami penurunan sebesar 8,10% dari umur 21 hari. Sedangkan pH 7 menghasilkan pola meningkatnya kuat tekan dengan bertambahnya umur. Untuk pengecoran beton yang memerlukan pengikatan awal yang lebih cepat dapat menggunakan air alkali pH 9.
Title: KARAKTERISTIK AIR ALKALI PH 9 DALAM CAMPURAN MATRIKS-SEMEN
Description:
Air merupakan media untuk terjadinya proses reaksi hidrasi semen.
Air alkali merupakan air yang bersifat basa dengan kadar pH lebih dari 7.
Penggunaan air alkali dalam proses pembuatan beton masih belum banyak diketahui karakteristiknya.
 Penelitian  ini  menggunakan  air  alkali  pH  9  sebagai campuran  matriks.
 Dari studi  ini  dapat ditentukan pengaruhnya terhadap konsistensi normal, waktu ikat semen dan kuat tekan.
Pengujian dilakukan dengan membuat sampel campuran air alkali dan semen yang diukur mengunakan alat vicat.
Pengecoran matriks menggunakan kubus 5 x 5 x 5 cm dan dirawat mengunakan air alkali pH 9.
Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari.
Kemudian air pH 7 digunakan sebagai pembanding.
Hasil yang diperoleh nilai Konsistensi normal campuran matriks dengan air pH 9 dibandingkan dengan pH 7 menunjukkan tidak berpengaruhnya nilai pH yang tinggi, dimana rentang konsistensi sebesar 27% sampai 28%.
Proses pengikatan semen menggunakan air pH 9 lebih cepat 30 menit dibandingkan dengan air pH 7.
Kuat tekan matriks dengan penggunaan air pH 9 memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dan optimal dibandingkan air pH 7.
Peningkatan kuat tekan matriks pada umur 3 hari yaitu sebesar 16,25%, umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari berturut-turut 14,87%, 18,05%, 17,66%, dan 3,38%.
Dan pada perkembangan umur matriks, penggunaan air pH 9 pada umur 28 hari mengalami penurunan sebesar 8,10% dari umur 21 hari.
Sedangkan pH 7 menghasilkan pola meningkatnya kuat tekan dengan bertambahnya umur.
Untuk pengecoran beton yang memerlukan pengikatan awal yang lebih cepat dapat menggunakan air alkali pH 9.

Related Results

Semen Production and Semen Quality of Mehsana Buffalo Breed Under Semiarid Climatic Conditions of Organized Semen Station in India
Semen Production and Semen Quality of Mehsana Buffalo Breed Under Semiarid Climatic Conditions of Organized Semen Station in India
Abstract Semen production data comprising of 55071 ejaculates of 144 bulls from Mehsana buffalo breed was analysed. The traits under study were semen volume, sperm concentr...
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
Review: Pengaruh Pakan Terhadap Kualitas Semen Ayam
ABSTRAKSemen adalah cairan yang dikeluarkan oleh organ kelamin ternak jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam saluran reproduksi ternak betina melalui kopulasi. Evaluasi ...
BEBERAPA SIFAT KRONECKER PRODUCT
BEBERAPA SIFAT KRONECKER PRODUCT
Operasi pada matriks yang mensyaratkan ukuran diantaranya adalah operasi penjumlahan, operasi pengurangan, dan operasi perkalian. Selain itu terdapat operasi lain yang tidak mensya...
KINEMATICS OF SPERMATOZOA IN FRESH AND FROZEN SEMEN OF PESISIR CATTLE
KINEMATICS OF SPERMATOZOA IN FRESH AND FROZEN SEMEN OF PESISIR CATTLE
This study aimed to evaluate the quality and kinematics of spermatozoa in fresh and frozen semen of coastal cattle. Semen of coastal cattle was collected using an artificial vagina...
Development of techniques for freezing boar semen
Development of techniques for freezing boar semen
The objective of the present study was to investigate the feasibility of boar semen cryopreservation in Thailand and to investigate factors that could affect the boar semen quality...
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
PENGARUH KLINKER FACTOR TERHADAP KUAT TEKAN SEMEN DI INDUSTRI SEMEN JAWA TIMUR
Proses produksi semen menggunakan bahan baku yang berasal dari tambang yang digunakan untuk proses produksi semen yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi dengan ko...
Porcine semen microbiota analysis in relation to sperm quality in semen extender coupled with gentamicin
Porcine semen microbiota analysis in relation to sperm quality in semen extender coupled with gentamicin
The present study was carried out to (i) investigate the association between boar semen microbiota and semen qualities and (ii) determine the relationship between boar bacteria con...

Back to Top