Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Karakteristik Fisik dan Mikrobiologi pada Sirup

View through CrossRef
Sirup  merupakan  cairan  kental,  yang  pada  biasanya terbentuk dari kombinasi air dan gula yang direbus sehingga menghasilkan larutan yang pekat. Untuk menjamin keamanan pangan produk dilakukan pengawasan kualitas. Pengawasan kualitas penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi, menjaga proporsi bahan-bahan yang tepat, memastikan bahwa produk memenuhi standar keamanan pangan dan memenuhi harapan konsumen terkait cita rasa, warna, dan aroma yang khas. Analisis karakteristik fisik dan mikrobiologi pada produk sirup dilakukan menggunakan 3 parameter yaitu; viskositas, brix dan juga mikrobiologi. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan mikrobiologi sirup. Metode yang dilakukan yaitu dengan observasi lapangan, pengukuran viskositas, pengukuran brix, pengecekan mikrobiologi dengan parameter Angka Lempeng Total (ALT), kapang-khamir, coliform, e.coli, dan salmonella. Berdasarkan hasil analisis viskositas sirup sebesar 143,2 Mpa.s, minggu ke-3 sebesar 122 Mpa.s dan minggu ke-4 sebesar 125,1 Mpa.s, brix sebesar 68°, 68°, dan 68°, ALT 4×10¹ CFU/mL, 1×10¹ CFU/mL dan 1×10¹ CFU/mL, kapang-khamir <10¹ CFU/mL, <10¹ CFU/mL, dan <10¹ CFU/mL, serta coliform, e.coli dan salmonella yang negatif. Karakteristik fisik sirup belum memenuhi standar viskositas perusahaan, dan karakteristik mikrobiologi sirup sudah memenuhi standar SNI 3544:2013, sehingga sudah aman untuk dikonsumsi.
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Analisis Karakteristik Fisik dan Mikrobiologi pada Sirup
Description:
Sirup  merupakan  cairan  kental,  yang  pada  biasanya terbentuk dari kombinasi air dan gula yang direbus sehingga menghasilkan larutan yang pekat.
Untuk menjamin keamanan pangan produk dilakukan pengawasan kualitas.
Pengawasan kualitas penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi, menjaga proporsi bahan-bahan yang tepat, memastikan bahwa produk memenuhi standar keamanan pangan dan memenuhi harapan konsumen terkait cita rasa, warna, dan aroma yang khas.
Analisis karakteristik fisik dan mikrobiologi pada produk sirup dilakukan menggunakan 3 parameter yaitu; viskositas, brix dan juga mikrobiologi.
Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan mikrobiologi sirup.
Metode yang dilakukan yaitu dengan observasi lapangan, pengukuran viskositas, pengukuran brix, pengecekan mikrobiologi dengan parameter Angka Lempeng Total (ALT), kapang-khamir, coliform, e.
coli, dan salmonella.
Berdasarkan hasil analisis viskositas sirup sebesar 143,2 Mpa.
s, minggu ke-3 sebesar 122 Mpa.
s dan minggu ke-4 sebesar 125,1 Mpa.
s, brix sebesar 68°, 68°, dan 68°, ALT 4×10¹ CFU/mL, 1×10¹ CFU/mL dan 1×10¹ CFU/mL, kapang-khamir <10¹ CFU/mL, <10¹ CFU/mL, dan <10¹ CFU/mL, serta coliform, e.
coli dan salmonella yang negatif.
Karakteristik fisik sirup belum memenuhi standar viskositas perusahaan, dan karakteristik mikrobiologi sirup sudah memenuhi standar SNI 3544:2013, sehingga sudah aman untuk dikonsumsi.

Related Results

Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
PKM Standarisasi Keamanan Produk Biofarmasi secara Mikrobiologi
PKM Standarisasi Keamanan Produk Biofarmasi secara Mikrobiologi
Masalah penelitian terletak pada belum adanya uji mikrobiologi pada produk biofarmasi Blumea Soap dan Plumeria Scrub yang dikembangkan oleh siswa jurusan farmasi, sehingga standar ...
PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON
PENGGUNAAN DAUN STEVIA SEBAGAI PEMANIS DALAM PEMBUATAN SIRUP EMPON-EMPON
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Banyak diantanya yang masuk kategori tumbuhan obat. Temu-temuan ini dalam istilah bahasa...
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil petani padi pengguna pupuk subsidi dengan analisis cluster dan biplot. Dengan mengetahui kluster karakteristik ini ...
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KESEHATAN PADA ABK
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KESEHATAN PADA ABK
Latar Belakang: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata "Anak Luar Biasa (ALB)" yang menandakan adanya kelainan khusus, ABK memiliki karakteri...

Back to Top