Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA JUMLAH KLOROFIL DAUN TERHADAP PRODUKSI BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA DATARAN TINGGI DI KEBUN BAH BIRUNG ULU PTPN IV SUMATERA UTARA

View through CrossRef
Ketinggian salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi produksi. Klorofil merupakan salah satu faktor dalam yang dapat mempengaruhi produksi kelapa sawit. Terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit, yaitu iklim, bentuk wilayah, kondisi tanah, bahan tanam, dan teknik budidaya. Ketinggian tempat (altitude) merupakan salah satu faktor dari luar yang berpengaruh terhadap produksi. Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan produktivitas sehingga data produksi perlu dianalisa dan dilakukan perbandingan. Perbedaan ketinggian menyebabkan perbedaan produktivitas sehingga data produksi perlu dianalisis dan dibandingkan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Bah Birung Ulu PTPN IV pada bulan April-Juni 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat di daerah dataran tinggi pengaruh jumlah klorofil daun terhadap produksi buah kelapa sawit laeis guineensisJacq.). Metode yang digunakan adalah metode analitik deskriptif dengan mengolah data sekunder (LM 76) dan mengambil sampel daun dan mengukur kadar klorofil menggunakan klorofil meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah dataran tinggi (Kebuna Bah Birung Ulu) memiliki produksi tertinggi pada tahun 2006 yaitu sebesar 22,976 Ton/Ha/ Tahun. Jumlah klorofil daun kelapa sawit tertinggi ditemukan pada tahun tanam 2005 yaitu 80,5 CCI. Produksi tanaman kelapa sawit terbesar adalah pada tahun tanam 2006 sebesar 22,976 Ton/ha/tahun dengan curah hujan 3.148 mm/tahun.
Title: ANALISA JUMLAH KLOROFIL DAUN TERHADAP PRODUKSI BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA DATARAN TINGGI DI KEBUN BAH BIRUNG ULU PTPN IV SUMATERA UTARA
Description:
Ketinggian salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi produksi.
Klorofil merupakan salah satu faktor dalam yang dapat mempengaruhi produksi kelapa sawit.
Terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit, yaitu iklim, bentuk wilayah, kondisi tanah, bahan tanam, dan teknik budidaya.
Ketinggian tempat (altitude) merupakan salah satu faktor dari luar yang berpengaruh terhadap produksi.
Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan produktivitas sehingga data produksi perlu dianalisa dan dilakukan perbandingan.
Perbedaan ketinggian menyebabkan perbedaan produktivitas sehingga data produksi perlu dianalisis dan dibandingkan.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun Bah Birung Ulu PTPN IV pada bulan April-Juni 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat di daerah dataran tinggi pengaruh jumlah klorofil daun terhadap produksi buah kelapa sawit laeis guineensisJacq.
).
Metode yang digunakan adalah metode analitik deskriptif dengan mengolah data sekunder (LM 76) dan mengambil sampel daun dan mengukur kadar klorofil menggunakan klorofil meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah dataran tinggi (Kebuna Bah Birung Ulu) memiliki produksi tertinggi pada tahun 2006 yaitu sebesar 22,976 Ton/Ha/ Tahun.
Jumlah klorofil daun kelapa sawit tertinggi ditemukan pada tahun tanam 2005 yaitu 80,5 CCI.
Produksi tanaman kelapa sawit terbesar adalah pada tahun tanam 2006 sebesar 22,976 Ton/ha/tahun dengan curah hujan 3.
148 mm/tahun.

Related Results

Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
PEMBUATAN MEDIA INTERAKTIF ALUR PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI CPO
PEMBUATAN MEDIA INTERAKTIF ALUR PROSES PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI CPO
Objektif. Buah sawit atau Elaeis merupakan tumbuhan produksi sebagai bahan baku produksi minyak masak, minyak industri dan bahan bakar. Pada satu dekade...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
Analisa Produktivitas Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi Kebun Bah Birong Ulu–PT. Perkebunan Nusantara IV
Analisa Produktivitas Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi Kebun Bah Birong Ulu–PT. Perkebunan Nusantara IV
Secara umum, persyaratan untuk menanam kelapa sawit pada ketinggian   0-400 m di atas permukaan laut. Tingginya permintaan Minyak Sawit Mentah di pasar internasional telah menyebab...
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
Objektif Perkebunan kelapa sawit rakyat menyumbangkan 40,8 % dari total produksi kelapa sawit di indonesia, dengan demikian dari hasil bertani mampu mem...
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Perkembangan perkebunan kelapa sawit yang cepat dan dalam waktu yang relatif pendek diduga dapat menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya adalah konversi lahan perkebunan n...
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak memba...

Back to Top