Javascript must be enabled to continue!
Studi Kinerja Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton LGA Dengan Penambahan Aspal Penetrasi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik campuran AC-WC menggunakan asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) dengan penambahan aspal penetrasi dengan campuran AC-WC tanpa LGA. Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode pengujian eksperimental. Penelitian ini akan menguji pengaruh penggunaan asbuton LGA (Lawele Granular Asphalt) dan aspal penetrasi 60/70 pada campuran aspal panas AC-WC. Hasil ekstraksi LGA menunjukkan kadar aspal adalah 22,97% dan kadar agregat sebesar 77,03%. Nilai kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 7%. Karakteristik Marshall campuran AC-WC tanpa LGA dengan KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Nilai Stabilitas: 1109,44 kg; Nilai Flow; 3,95 mm; Nilai VMA: 16,306%; Nilai VIM: 3,109%; Nilai VFB: 81,139%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,658; Kepadatan: 2,354 gr/cc. Karakteristik Marshall campuran AC-WC yang menggunakan LGA pada KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Kadar LGA terendah 6%; Nilai Stabilitas: 1069,37 kg; Nilai Flow; 3,71 mm; Nilai VMA: 16,720%; Nilai VIM: 3,526%; Nilai VFB: 78,911%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,631; Kepadatan: 2,255 gr/cc dan kadar LGA tertinggi 10%; Nilai Stabilitas: 1008,99 kg; Nilai Flow; 3,45 mm; Nilai VMA: 17,948%; Nilai VIM: 4,914%; Nilai VFB: 72,622%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,613; Kepadatan: 2,165 gr/cc. Disimpulkan bahwa karakteristik Marshall untuk KAO 7% terhadap berat total campuran pada semua variasi LGA (6% - 10%) memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga.
Kata kunci: AC-WC, Asbuton LGA, pengujian Marshall
Title: Studi Kinerja Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton LGA Dengan Penambahan Aspal Penetrasi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik campuran AC-WC menggunakan asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) dengan penambahan aspal penetrasi dengan campuran AC-WC tanpa LGA.
Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode pengujian eksperimental.
Penelitian ini akan menguji pengaruh penggunaan asbuton LGA (Lawele Granular Asphalt) dan aspal penetrasi 60/70 pada campuran aspal panas AC-WC.
Hasil ekstraksi LGA menunjukkan kadar aspal adalah 22,97% dan kadar agregat sebesar 77,03%.
Nilai kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 7%.
Karakteristik Marshall campuran AC-WC tanpa LGA dengan KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Nilai Stabilitas: 1109,44 kg; Nilai Flow; 3,95 mm; Nilai VMA: 16,306%; Nilai VIM: 3,109%; Nilai VFB: 81,139%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,658; Kepadatan: 2,354 gr/cc.
Karakteristik Marshall campuran AC-WC yang menggunakan LGA pada KAO 7% semuanya memenuhi standar spesifikasi, dengan Kadar LGA terendah 6%; Nilai Stabilitas: 1069,37 kg; Nilai Flow; 3,71 mm; Nilai VMA: 16,720%; Nilai VIM: 3,526%; Nilai VFB: 78,911%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,631; Kepadatan: 2,255 gr/cc dan kadar LGA tertinggi 10%; Nilai Stabilitas: 1008,99 kg; Nilai Flow; 3,45 mm; Nilai VMA: 17,948%; Nilai VIM: 4,914%; Nilai VFB: 72,622%; Nilai FF / Kadar Aspal Efektif: 0,613; Kepadatan: 2,165 gr/cc.
Disimpulkan bahwa karakteristik Marshall untuk KAO 7% terhadap berat total campuran pada semua variasi LGA (6% - 10%) memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga.
Kata kunci: AC-WC, Asbuton LGA, pengujian Marshall.
Related Results
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal.
Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Latar Belakang : Asbuton (Batuaspal Buton) merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk batuan, karena asbuton merupakan material yang ditemukan begi...
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Latar Belakang : Asbuton (Batuaspal Buton) merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk batuan, karena asbuton merupakan material yang ditemukan begi...
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
ABSTRACTAsphalt is a filtering material of crude oil used as a pavement material. Asphalt quality becomes a very important and must be considered for pavement material, especially ...

