Javascript must be enabled to continue!
Akupunktur sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi Stroke: Laporan Kasus Perbaikan Fungsi Motorik
View through CrossRef
Latar Belakang dan Tujuan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada usia lanjut yang ditandai dengan kelemahan anggota gerak dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini merupakan laporan kasus pada pasien laki-laki usia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol yang menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan elektroakupunktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, peningkatan kekuatan otot ekstremitas kiri dari 3/10 menjadi 8/10, serta perbaikan kemampuan berjalan dan aktivitas harian pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat menjadi terapi komplementer yang efektif dalam rehabilitasi stroke iskemik, khususnya untuk perbaikan fungsi motorik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report pada seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol. Pasien menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan titik utama dan pendukung LI4 (Hegu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), GB34 (Yanglingquan), SP6 (Sanyinjiao), KI3 (Taixi), DU20 (Baihui), dan PC6 (Neiguan), LR3 (Taichong), HT7, (Geshu), SP10 (Xuehai), RN6 (Qihai) yang sebagian diberikan stimulasi elektroakupunktur. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan tanda vital, observasi fungsi motorik, serta wawancara mengenai perubahan subjektif pasien. Hasil: Setelah delapan kali terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan. Tekanan darah menurun dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, nadi dan respirasi lebih stabil, serta kekuatan otot ekstremitas kiri meningkat dari skala 3/10 menjadi 8/10. Pasien mampu berdiri, berjalan dengan bantuan tongkat, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Pasien juga melaporkan peningkatan energi, kualitas tidur, dan berkurangnya keluhan pusing serta kelelahan. Kesimpulan: Terapi akupunktur terbukti bermanfaat dalam memperbaiki fungsi motorik dan mendukung proses rehabilitasi pasien pasca-stroke iskemik. Akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang efektif apabila dikombinasikan dengan pendekatan medis konvensional dan rehabilitasi multidisiplin.
Title: Akupunktur sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi Stroke: Laporan Kasus Perbaikan Fungsi Motorik
Description:
Latar Belakang dan Tujuan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada usia lanjut yang ditandai dengan kelemahan anggota gerak dan penurunan kualitas hidup.
Penelitian ini merupakan laporan kasus pada pasien laki-laki usia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol yang menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan elektroakupunktur.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, peningkatan kekuatan otot ekstremitas kiri dari 3/10 menjadi 8/10, serta perbaikan kemampuan berjalan dan aktivitas harian pasien.
Temuan ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat menjadi terapi komplementer yang efektif dalam rehabilitasi stroke iskemik, khususnya untuk perbaikan fungsi motorik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report pada seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dengan riwayat stroke iskemik dan hipertensi tidak terkontrol.
Pasien menjalani delapan sesi terapi akupunktur dengan titik utama dan pendukung LI4 (Hegu), LI11 (Quchi), ST36 (Zusanli), GB34 (Yanglingquan), SP6 (Sanyinjiao), KI3 (Taixi), DU20 (Baihui), dan PC6 (Neiguan), LR3 (Taichong), HT7, (Geshu), SP10 (Xuehai), RN6 (Qihai) yang sebagian diberikan stimulasi elektroakupunktur.
Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan tanda vital, observasi fungsi motorik, serta wawancara mengenai perubahan subjektif pasien.
Hasil: Setelah delapan kali terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan.
Tekanan darah menurun dari 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg, nadi dan respirasi lebih stabil, serta kekuatan otot ekstremitas kiri meningkat dari skala 3/10 menjadi 8/10.
Pasien mampu berdiri, berjalan dengan bantuan tongkat, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Pasien juga melaporkan peningkatan energi, kualitas tidur, dan berkurangnya keluhan pusing serta kelelahan.
Kesimpulan: Terapi akupunktur terbukti bermanfaat dalam memperbaiki fungsi motorik dan mendukung proses rehabilitasi pasien pasca-stroke iskemik.
Akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang efektif apabila dikombinasikan dengan pendekatan medis konvensional dan rehabilitasi multidisiplin.
.
Related Results
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik. Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi mot...
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TERAPI AKUPUNKTUR DAN AROMATERAPI PADA SISWA YANG MENGALAMI INSOMNIA
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TERAPI AKUPUNKTUR DAN AROMATERAPI PADA SISWA YANG MENGALAMI INSOMNIA
Kebutuhan dasar manusia salah satunya tidur, kualitas tidur dapat dikatakan cukup apabila sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Kualitas tidur yang tidak terpenuhi dapat ...
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of str...
Terapi Akupunktur Untuk Pasien Stroke Iskemik
Terapi Akupunktur Untuk Pasien Stroke Iskemik
Stroke adalah penyakit yang berbahaya yang dapat melumpuhkan seluruh tubuh penderitanya, menghambat produktivitas kerja, bahkan berujung pada kematian. Indonesia merupakan negara d...
Studi awal memperbaiki daya kerja pembiusan kombinasi akupunktur dan obat bius dari aspek klinis pada domba
Studi awal memperbaiki daya kerja pembiusan kombinasi akupunktur dan obat bius dari aspek klinis pada domba
Kombinasi daya kerja akupunktur dengan obat bius pada domba sebagai pengobatan alternatif dalam menangani berbagai kasus operasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai...
MIRROR THERAPY IN STROKE REHABILITATION
MIRROR THERAPY IN STROKE REHABILITATION
Abstract: Paralysis in stroke is mainly caused by damage of any kind in internal capsule. Recovering of these damages require neuroplasticity which involves parts of the brain surv...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and Stroke Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...

