Javascript must be enabled to continue!
APLIKASI BIOSAKA SEBAGAI SUBSITUSI PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI (Capsicum Annum L.) RAMAH LINGKUNGAN
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah dengan aplikasi biosaka sebagai subsitusi penggunaan pupuk anorganik yang semakin mahal dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai ramah lingkungan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan adalah penggunaan pupuk anorganik sebanyak 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, dan 10%. Setiap perlakuan diberikan dosis biosaka yang sama sesuai tahapan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian telah dilaksanakan di lahan petani Tigo Koto Diate, Padang kaduduk, Payakumbuh Utara dan di laboratorium budidaya tanaman Politani Pertanian Payakumbuh pada awal bulan September hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengurangan dosis pupuk anorganik dengan aplikasi biosaka memberikan pertumbuhan dan hasil yang relatif sama pada setiap variabel pengamatan pertumbuhan tanaman cabai merah, meliputi tinggi tanaman dan hasil meliputi jumlah dan bobot buah cabai. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi biosaka diduga dapat mensubsitusi penggunaan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah.
Title: APLIKASI BIOSAKA SEBAGAI SUBSITUSI PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI (Capsicum Annum L.) RAMAH LINGKUNGAN
Description:
Tujuan penelitian ini adalah dengan aplikasi biosaka sebagai subsitusi penggunaan pupuk anorganik yang semakin mahal dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai ramah lingkungan.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kelompok.
Perlakuan adalah penggunaan pupuk anorganik sebanyak 60%, 50%, 40%, 30%, 20%, dan 10%.
Setiap perlakuan diberikan dosis biosaka yang sama sesuai tahapan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Penelitian telah dilaksanakan di lahan petani Tigo Koto Diate, Padang kaduduk, Payakumbuh Utara dan di laboratorium budidaya tanaman Politani Pertanian Payakumbuh pada awal bulan September hingga Desember 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengurangan dosis pupuk anorganik dengan aplikasi biosaka memberikan pertumbuhan dan hasil yang relatif sama pada setiap variabel pengamatan pertumbuhan tanaman cabai merah, meliputi tinggi tanaman dan hasil meliputi jumlah dan bobot buah cabai.
Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi biosaka diduga dapat mensubsitusi penggunaan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah.
Related Results
PEMANFAATAN BIOSAKA SEBAGAI INOVASI PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT
PEMANFAATAN BIOSAKA SEBAGAI INOVASI PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT
Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam pertanian telah menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain degradasi kualitas tanah, pencemaran lingkungan, serta potensi ris...
Aplikasi Biostimulan dalam Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Ultisols
Aplikasi Biostimulan dalam Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Ultisols
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan respons tanaman cabai merah dan beberapa sifat kimia pada Ultisol terhadap pemberian Biostimulan, Biostimulan diperkaya mikroba...
MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI ELISITOR BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS (Brassica oleraceae L)
MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI ELISITOR BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS (Brassica oleraceae L)
Penelitian tentang “Kajian Macam Pupuk Kandang Dan Konsentrasi Elisitor Biosaka Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kubis (Brassica Oleraceae L)†dilaksanakan Maret 2024 hingga Juni...
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia disebabkan salah satunya oleh penyakit moler (Fusarium oxysporum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk h...
Kajian Elisitor Biosaka Dan Plant Growth Promoting Rizobacter (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)
Kajian Elisitor Biosaka Dan Plant Growth Promoting Rizobacter (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)
Produktivitas cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) seringkali tidak memadai karena keterbatasan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan kondisi lingkungan yang berfluktua...
Pengaruh Dosis Pupuk Npk Plus dan Biosaka Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.)
Pengaruh Dosis Pupuk Npk Plus dan Biosaka Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK Plus dan konsentrasi Biosaka terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Percoba...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

