Javascript must be enabled to continue!
Integrasi elemen al-tazkiyah dalam pendidikan: implimentasi Muhammad Diraz menerusi al-naba’ al-‘azim
View through CrossRef
Abstrak
Al-Naba’ al-‘Azim adalah salah satu karya monumental yang telah ditulis oleh Muhammad Diraz (1894-1957M), seorang sarjana al-Quran berwibawa dari al-Azhar. Karya ini telah dimanfaatkan sebagai bahan pengajaran dalam subjek Tafsir menerusi kuliah-kuliah beliau di institusi tinggi tersebut. Oleh kerana pendidikan Islam seperti yang dijelaskan dalam al-Quran haruslah berasaskan kepada tiga tunjang utama iaitu al-tilawah, al-tazkiyah dan al-ta’lim, dan didapati Diraz turut menekan aspek al-tazkiyah, maka artikel ini berusaha untuk mengenal pasti bagaimanakah beliau memiplementasikannya dalam pendekatan pengajarannya. Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dengan menggunakan kaedah induktif dan deduktif bagi mengenal pasti pendekatan yang digunakan. Menerusi penelitian, didapati Diraz telah melakukan integrasi elemen al-tazkiyah dalam dua pendekatan iaitu menyatakan dengan jelas matlamat al-tazkiyah dalam penulisan dan yang kedua, menggabung jalin topik-topik perbahasan bersandarkan kepada objetif al-tazkiyah.
Abstract
Al-Naba’ al-‘Azim is one of the monumental works authored by Muhammad Abdullah Draz, a distinguished Qur’anic scholar from Al-Azhar. This work was employed as a teaching resource in Tafsir courses through his lectures at the institution. Since Islamic education, as outlined in the Qur’an, is founded upon three principal pillars: al-tilawah (recitation), al-tazkiyah (spiritual purification) and al-ta‘lim (instruction, and given that Draz placed considerable emphasis on the dimension of al-tazkiyah, this article seeks to examine how he implemented this element within his pedagogical approach. The study adopts a qualitative design and employs both inductive and deductive methods to identify the approaches utilised by Draz. The findings reveal that Draz integrated al-tazkiyah into his educational framework through two main approaches: first, by explicitly articulating the objectives of al-tazkiyah in his writings; and second, by interrelating and structuring discussion topics in accordance with the objectives of al-tazkiyah. These findings highlight the central role of spiritual purification in Draz’s educational thought and demonstrate its integration within Qur’anic teaching and learning.
Penerbit Universiti Islam Selangor
Title: Integrasi elemen al-tazkiyah dalam pendidikan: implimentasi Muhammad Diraz menerusi al-naba’ al-‘azim
Description:
Abstrak
Al-Naba’ al-‘Azim adalah salah satu karya monumental yang telah ditulis oleh Muhammad Diraz (1894-1957M), seorang sarjana al-Quran berwibawa dari al-Azhar.
Karya ini telah dimanfaatkan sebagai bahan pengajaran dalam subjek Tafsir menerusi kuliah-kuliah beliau di institusi tinggi tersebut.
Oleh kerana pendidikan Islam seperti yang dijelaskan dalam al-Quran haruslah berasaskan kepada tiga tunjang utama iaitu al-tilawah, al-tazkiyah dan al-ta’lim, dan didapati Diraz turut menekan aspek al-tazkiyah, maka artikel ini berusaha untuk mengenal pasti bagaimanakah beliau memiplementasikannya dalam pendekatan pengajarannya.
Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif dengan menggunakan kaedah induktif dan deduktif bagi mengenal pasti pendekatan yang digunakan.
Menerusi penelitian, didapati Diraz telah melakukan integrasi elemen al-tazkiyah dalam dua pendekatan iaitu menyatakan dengan jelas matlamat al-tazkiyah dalam penulisan dan yang kedua, menggabung jalin topik-topik perbahasan bersandarkan kepada objetif al-tazkiyah.
Abstract
Al-Naba’ al-‘Azim is one of the monumental works authored by Muhammad Abdullah Draz, a distinguished Qur’anic scholar from Al-Azhar.
This work was employed as a teaching resource in Tafsir courses through his lectures at the institution.
Since Islamic education, as outlined in the Qur’an, is founded upon three principal pillars: al-tilawah (recitation), al-tazkiyah (spiritual purification) and al-ta‘lim (instruction, and given that Draz placed considerable emphasis on the dimension of al-tazkiyah, this article seeks to examine how he implemented this element within his pedagogical approach.
The study adopts a qualitative design and employs both inductive and deductive methods to identify the approaches utilised by Draz.
The findings reveal that Draz integrated al-tazkiyah into his educational framework through two main approaches: first, by explicitly articulating the objectives of al-tazkiyah in his writings; and second, by interrelating and structuring discussion topics in accordance with the objectives of al-tazkiyah.
These findings highlight the central role of spiritual purification in Draz’s educational thought and demonstrate its integration within Qur’anic teaching and learning.
Related Results
Strategi Dakwah Majelis At-tazkiyah Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Pemuda
Strategi Dakwah Majelis At-tazkiyah Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Pemuda
Abstract. Majelis Ta’lim serves as a learning forum with the purpose of studying and teaching religious knowledge, particularly in Islam. It is generally attended by individuals...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Tazkiyah al-Nafs dalam Novel Pasir Lintang
Tazkiyah al-Nafs dalam Novel Pasir Lintang
Salah satu aspek keagamaan yang dapat membentuk keperibadian Muslim adalah dengan membangunkan spiritual menerusi konsep tazkiyah al-Nafs. Proses pembangunan jiwa dengan penyucian ...
Tazkiyah al-Nafs dalam Novel Pasir Lintang
Tazkiyah al-Nafs dalam Novel Pasir Lintang
Salah satu aspek keagamaan yang dapat membentuk keperibadian Muslim adalah dengan membangunkan spiritual menerusi konsep tazkiyah al-Nafs. Proses pembangunan jiwa dengan penyucian ...
Implementasi Tazkiyah Al-Nafs Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Religius Di MA. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun 2020
Implementasi Tazkiyah Al-Nafs Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Religius Di MA. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun 2020
Sekolah, sebagai salah satu lembaga formal yang diharapkan mampu mencetak karakter peserta didik yang berbudi luhur sehingga mampu memberikan sumbangsih dalam membangun peradaban b...
KONSEP TAZKIYAH AL-NAFZ FAKHRUDDIN AL-RAZI DALAM KITAB MAFATIH AL-GHAIB
KONSEP TAZKIYAH AL-NAFZ FAKHRUDDIN AL-RAZI DALAM KITAB MAFATIH AL-GHAIB
Tazkiyah al-nafs merupakan upaya sulit seorang hamba untuk berbenah dari zona kemaksiatan menuju zona aman serta nyaman. Penelitian ini mencoba mengurai terkait keberadaan seorang ...
Elemen Kemahiran Insaniah Pelajar Pendidikan TVET Semasa Menjalani Latihan Praktikal
Elemen Kemahiran Insaniah Pelajar Pendidikan TVET Semasa Menjalani Latihan Praktikal
Elemen kemahiran Insaniah pelajar pendidikan TVET semasa menjalani latihan praktikal adalah elemen yang lebih memfokuskan kemahiran generik pelajar serta penguasaan pelbagai elemen...

