Javascript must be enabled to continue!
PERBAIKAN FASILITAS KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL
View through CrossRef
Hand embroidery worker is one of the forms of informal sectors in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat which has not yet applied an ergonomic working facilities in its daily activity. There were 84% worker who complain of pain during work.The purpose of this experimental study with pretest-posttest with control group design was to analyze the influence of intervention of working facilities work posture to reduce musculoskeletal disorder in the hand embroidery workers in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat. The populations of this study was 36 embroidery workers and 26 of them were selected to be samples for this study. The technique of sampling was total sampling, where there were 10 respondents who do not meet the criteria of inclusion.The result of this research, before the working facility intervention, their work posture was on the high and medium levels. After working facility intervention, their work posture was improved to small level. The result of Wilcoxon test showed there were difference musculoskeletal disorder working (p=0.01)in the experiment group before and after working facility intervention. The hand embroidery workers are suggested to use the working facilities which have been ergonomically design, to do some relaxation when they are working, it’s needed to make an adjustable work (pamedangan) and using a lumbar brace to minimize the musculoskeletal disorder. Perajin sulaman tangan merupakan salah satu bentuk usaha sektor informal di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat yang belum menerapkan fasilitas kerja(pamedangan) yang ergonomis dalam bekerja.Terdapat 84% perajin yang mengeluh sakit pinggang selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbaikan fasilitas kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada perajin sulamantangan di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 36 orang dengan jumlah sampel sebanyak 26 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, dimana terdapat 10 orang responden yang tidak memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan bentuk rancangan Pretest – Postestwith Control Group. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sikap kerja sebelum intervensi fasilitaskerja berada pada level tindakan tinggi dan sedang. Sesudah intervensi fasilitas kerja,terjadi perbaikan sikap kerja menjadi level tindakan menjadi kecil. Hasil ujiWilcoxon menunjukkan adanya pengaruh perbedaan keluhanmuskuloskeletal pada saat bekerja (p=0,01)pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah intervensi fasilitas kerja. Perajin sulaman tangan disarankan agar dapat menggunakan fasilitas kerjayang telah didesain secara ergonomis, melakukan relaksasi selama bekerja, perlunyamembuat meja kerja (pamedangan) yang adjustable dan penahan lumbar agar dapatmengurangi keluhan muskoloskeletal.
Title: PERBAIKAN FASILITAS KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL
Description:
Hand embroidery worker is one of the forms of informal sectors in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat which has not yet applied an ergonomic working facilities in its daily activity.
There were 84% worker who complain of pain during work.
The purpose of this experimental study with pretest-posttest with control group design was to analyze the influence of intervention of working facilities work posture to reduce musculoskeletal disorder in the hand embroidery workers in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat.
The populations of this study was 36 embroidery workers and 26 of them were selected to be samples for this study.
The technique of sampling was total sampling, where there were 10 respondents who do not meet the criteria of inclusion.
The result of this research, before the working facility intervention, their work posture was on the high and medium levels.
After working facility intervention, their work posture was improved to small level.
The result of Wilcoxon test showed there were difference musculoskeletal disorder working (p=0.
01)in the experiment group before and after working facility intervention.
The hand embroidery workers are suggested to use the working facilities which have been ergonomically design, to do some relaxation when they are working, it’s needed to make an adjustable work (pamedangan) and using a lumbar brace to minimize the musculoskeletal disorder.
Perajin sulaman tangan merupakan salah satu bentuk usaha sektor informal di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat yang belum menerapkan fasilitas kerja(pamedangan) yang ergonomis dalam bekerja.
Terdapat 84% perajin yang mengeluh sakit pinggang selama bekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbaikan fasilitas kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada perajin sulamantangan di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat.
Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 36 orang dengan jumlah sampel sebanyak 26 orang.
Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, dimana terdapat 10 orang responden yang tidak memenuhi kriteria inklusi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan bentuk rancangan Pretest – Postestwith Control Group.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sikap kerja sebelum intervensi fasilitaskerja berada pada level tindakan tinggi dan sedang.
Sesudah intervensi fasilitas kerja,terjadi perbaikan sikap kerja menjadi level tindakan menjadi kecil.
Hasil ujiWilcoxon menunjukkan adanya pengaruh perbedaan keluhanmuskuloskeletal pada saat bekerja (p=0,01)pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah intervensi fasilitas kerja.
Perajin sulaman tangan disarankan agar dapat menggunakan fasilitas kerjayang telah didesain secara ergonomis, melakukan relaksasi selama bekerja, perlunyamembuat meja kerja (pamedangan) yang adjustable dan penahan lumbar agar dapatmengurangi keluhan muskoloskeletal.
Related Results
Studi Potensi Moskuluskletal Disorders (MSDs) pada Pendulang Emas Tradisional Perempuan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Studi Potensi Moskuluskletal Disorders (MSDs) pada Pendulang Emas Tradisional Perempuan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Muskuloskeletal disorder adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, sistem syaraf, struktur tulang. Muskuloskeletal disorder pada awalnya men...
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengangkat Ikan di Usaha Dagang Mina Karya Karangasem
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengangkat Ikan di Usaha Dagang Mina Karya Karangasem
Keluhan MSDs dapat menurunkan produktivitas pekerja, meningkatkan biaya perawatan kesehatan, memperlambat kinerja, hingga izin tidak masuk kerja karena penyakitnya. Penelitian ini ...
Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )
Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )
Musculoskeletal disorders (MSD’s) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot m...
Pengaruh Latihan Peregangan terhadap Gangguan Muskuloskeletal dan Kelelahan Kerja pada Pengerajin Ukiran Kayu di Desa Siangan
Pengaruh Latihan Peregangan terhadap Gangguan Muskuloskeletal dan Kelelahan Kerja pada Pengerajin Ukiran Kayu di Desa Siangan
Latihan peregangan merupakan kegiatan manajerial untuk membatasi bahaya kerusakan di lingkungan kerja. Risiko bahaya yang dapat dialami oleh pekerja adalah gangguan muskuloskeletal...
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR MOTIVASI, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM RATULANGI
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR MOTIVASI, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Kepuasan kerja merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia, terutama di sektor pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi (RSG...
PROSES PENYEMBUHAN CEDERA JARINGAN LUNAK MUSKULOSKELETAL
PROSES PENYEMBUHAN CEDERA JARINGAN LUNAK MUSKULOSKELETAL
Sistem muskuloskeletal adalah bagian yang paling sering mengalami cedera saat berolahraga. Cedera akut yang disebabkan oleh trauma langsung ataupun cedera kronis yang diakibatkan o...
Implementasi Handling Complain Di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Sukabumi
Implementasi Handling Complain Di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Sukabumi
Manajemen komplain adalah strategi yang digunakan instansi dalam menangani keluhan konsumen. Melihat keluhan konsumen merupakan peluang bagi instansi untuk mempertahankan konsumen....
Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dengan Efektifitas Kerja Dosen di AMIK Citra Buana Indonesia Sukabumi
Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dengan Efektifitas Kerja Dosen di AMIK Citra Buana Indonesia Sukabumi
Motivasi Kerja dan lingkungan kerja merupakan salah satu upaya manajemen dalam meningkatkan mutu pelayanan padamahasiswa, dengan diberikannya semangat, dorongan, yang kuat otomatis...

