Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Batuk Efektif untuk Kepatenan Jalan Nafas pada Pasien Tuberculosis Paru Dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi

View through CrossRef
Pada tahun 2019, sekitaran 10 juta jiwa orang terjatuh sakit dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di seluruh dunia. 5,6 juta pria, 3,2 juta wanita dan 1,2 juta anak-anak. Meskipun dapat disembuhkan dan dicegah, namun estimasi kasus tuberculosis paru di Indonesia sekitar 845,000 dengan angka kematian 13,947. Pada tahun 2000-2019 mengalami peningkatan dan pada tahun 2020 mengalami penurunan dengan angka 344,992. Tuberkulosis paru dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, karena mengganggu kebutuhan oksigenasi akibat hipersekresi mukus.  Teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif merupakan suatu metode latihan batuk dengan benar, karena menghemat energi, sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektiff pada pasien tuberkulosis paru untuk mempertahankan kepatenan jalan nafas dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan temuan sebelum dan sesudah tindakan teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya data gangguan patensi jalan nafas yaitu pasien batuk berdahak, sputum mucopurulent hingga purulent,, frekuensi nafas 26x/menit, irama nafas irregular dan suara nafas ronkhi. Teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dapat meningkatkan pengeluaran sputum, menurunkan frekuensi nafas, suara nafas hilang dan irama nafas reguler. Namun, patensi jalan nafas pasien dipengaruhi oleh intake cairan pasien, penggunaan obat anti TB (OAT) dan kebiasaan merokok.
Title: Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Batuk Efektif untuk Kepatenan Jalan Nafas pada Pasien Tuberculosis Paru Dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Description:
Pada tahun 2019, sekitaran 10 juta jiwa orang terjatuh sakit dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di seluruh dunia.
5,6 juta pria, 3,2 juta wanita dan 1,2 juta anak-anak.
Meskipun dapat disembuhkan dan dicegah, namun estimasi kasus tuberculosis paru di Indonesia sekitar 845,000 dengan angka kematian 13,947.
Pada tahun 2000-2019 mengalami peningkatan dan pada tahun 2020 mengalami penurunan dengan angka 344,992.
Tuberkulosis paru dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, karena mengganggu kebutuhan oksigenasi akibat hipersekresi mukus.
  Teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif merupakan suatu metode latihan batuk dengan benar, karena menghemat energi, sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektiff pada pasien tuberkulosis paru untuk mempertahankan kepatenan jalan nafas dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus.
Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi.
Data dianalisis berdasarkan temuan sebelum dan sesudah tindakan teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya data gangguan patensi jalan nafas yaitu pasien batuk berdahak, sputum mucopurulent hingga purulent,, frekuensi nafas 26x/menit, irama nafas irregular dan suara nafas ronkhi.
Teknik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dapat meningkatkan pengeluaran sputum, menurunkan frekuensi nafas, suara nafas hilang dan irama nafas reguler.
Namun, patensi jalan nafas pasien dipengaruhi oleh intake cairan pasien, penggunaan obat anti TB (OAT) dan kebiasaan merokok.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Asuhan Keperawatan Penerapan Batuk Efektif pada Pasien Asma dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Asuhan Keperawatan Penerapan Batuk Efektif pada Pasien Asma dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang dapat ditemui pada orang dewasa  Asma menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus dan obstruksi ...
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan
Persalinana adalah proses membuka dan menipisnya serta turunnya janin ke jalan lahir. Nyeri saat proses persalinan dapat menimbulkan ketakutan, yang dapat mengakibatkan rasa tegang...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
Management Keperawatan Sesak Nafas pada Pasien Asma di Unit Gawat Darurat : Literature Review
Management Keperawatan Sesak Nafas pada Pasien Asma di Unit Gawat Darurat : Literature Review
Latar belakang : Ketidakmampuan pasien asma dalam mengelola sesak nafas dapat mempengaruhi saturasi oksigen dan respiratory rate. Perlu literature review mengenai berbagai cara unt...
Tugas Metodologi Penelitian Analisis Jurnal
Tugas Metodologi Penelitian Analisis Jurnal
ABSTRAKLatar Belakang : Congestive Heart Failure atau Gagal Jantung yaitu ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk melakukan metabolisme memenuhi ke...

Back to Top