Javascript must be enabled to continue!
Tugas Metodologi Penelitian Analisis Jurnal
View through CrossRef
ABSTRAKLatar Belakang : Congestive Heart Failure atau Gagal Jantung yaitu ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk melakukan metabolisme memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dengan kata lain, diperlukan peningkatan tekanan yang abnormal pada jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan. Masalah utama pada klien dengan gagal jantung kongestif yaaitu ketidakefektifan pola nafas. Untuk mengatasi pola nafas dilakukan dengan pemberian terapi oksigen. Tujuan : mengetahui penerapan pemberian terapi oksigenasi dalam mengurangi ketidakefektifan pola nafas pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang ICU/ICCU RSUD DR. Soedirman Kebumen. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang klien yang mengalami gagal jantung kongestif dengan kriteria mengalami sesak nafas dan kesadaran composmentis. Hasil: menunjukkan bahwa ada perubahan pola nafas menjadi lebih baik, tidak mengalami sesak dan frekuensi pernafasan normal setelah diberikan terapi oksigenasi. Kesimpulan: masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi dapat teratasi dengan terapi pemberian oksigen dan peningkatan oksigenKata Latar Belakang : Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi akibat kenaikkan suhu mencapai 38ºC, karena proses ekstrakranium, biasanya terjadi pada usia dibawah 5 tahun. Kejang demam sederhana merupakan kejang bersifat umum berlangsung beberapa detik dan kurang dari 15 menit. Tujuan: untuk menganalisa suhu partisipan yang mengalami hipertermi dengan diberikan kompres hangat di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian ini 2 orang pasien anak dan keluarganya yang mengalami kejang demam sederhana. Hasil: setelah dilakukan pemberian kompres hangat pada partisipan 1 dan partisipan 2 selama 3 hari menunjukkan bahwa suhu partisipan 1 menurun dari 38.5°C menjadi dari 36.3°C dan partisipan 2 juga menurun dari 38.2°C menjadi 37.0°C. Kesimpulan: Pemberian kompres hangat merupakan tindakan yang efektif untuk menurunkan suhu pada partisipan yang mengalami hipertermi ABSTRAKLatar Belakang : Appendicitis adalah suatu kondisi di mana terjadi infeksi diumbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan menyingkirkan umbai cacing yang terinfeksi (Kowalak, 2011). Tujuan : untuk mengetahui pengaruh relaksasi nafas untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada klien appendicitis. Metode : Desain penelitian ini adalah deskriptif, dalam bentuk studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang klien yang mengalami appendicitis. Penelitian dilakukan pada Februari– Maret 2019. Hasil : Sebelum dilakukan tindakan relaksasi nafas dalam skala nyeri 6 dan 5, setelah dilakukan tindakan skala nyeri menjadi 3 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan. Kesimpulan : Teknik relaksasi nafas dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien appendicitis sehingga teknik nonfarmakologis ini sangat direkomendasikan.
Title: Tugas Metodologi Penelitian Analisis Jurnal
Description:
ABSTRAKLatar Belakang : Congestive Heart Failure atau Gagal Jantung yaitu ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk melakukan metabolisme memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dengan kata lain, diperlukan peningkatan tekanan yang abnormal pada jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan.
Masalah utama pada klien dengan gagal jantung kongestif yaaitu ketidakefektifan pola nafas.
Untuk mengatasi pola nafas dilakukan dengan pemberian terapi oksigen.
Tujuan : mengetahui penerapan pemberian terapi oksigenasi dalam mengurangi ketidakefektifan pola nafas pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang ICU/ICCU RSUD DR.
Soedirman Kebumen.
Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode pendekatan studi kasus.
Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang klien yang mengalami gagal jantung kongestif dengan kriteria mengalami sesak nafas dan kesadaran composmentis.
Hasil: menunjukkan bahwa ada perubahan pola nafas menjadi lebih baik, tidak mengalami sesak dan frekuensi pernafasan normal setelah diberikan terapi oksigenasi.
Kesimpulan: masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi dapat teratasi dengan terapi pemberian oksigen dan peningkatan oksigenKata Latar Belakang : Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi akibat kenaikkan suhu mencapai 38ºC, karena proses ekstrakranium, biasanya terjadi pada usia dibawah 5 tahun.
Kejang demam sederhana merupakan kejang bersifat umum berlangsung beberapa detik dan kurang dari 15 menit.
Tujuan: untuk menganalisa suhu partisipan yang mengalami hipertermi dengan diberikan kompres hangat di RSUD Dr.
Tjitrowardojo Purworejo.
Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus.
Subjek dalam penelitian ini 2 orang pasien anak dan keluarganya yang mengalami kejang demam sederhana.
Hasil: setelah dilakukan pemberian kompres hangat pada partisipan 1 dan partisipan 2 selama 3 hari menunjukkan bahwa suhu partisipan 1 menurun dari 38.
5°C menjadi dari 36.
3°C dan partisipan 2 juga menurun dari 38.
2°C menjadi 37.
0°C.
Kesimpulan: Pemberian kompres hangat merupakan tindakan yang efektif untuk menurunkan suhu pada partisipan yang mengalami hipertermi ABSTRAKLatar Belakang : Appendicitis adalah suatu kondisi di mana terjadi infeksi diumbai cacing.
Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan menyingkirkan umbai cacing yang terinfeksi (Kowalak, 2011).
Tujuan : untuk mengetahui pengaruh relaksasi nafas untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada klien appendicitis.
Metode : Desain penelitian ini adalah deskriptif, dalam bentuk studi kasus.
Subyek dalam penelitian ini adalah dua orang klien yang mengalami appendicitis.
Penelitian dilakukan pada Februari– Maret 2019.
Hasil : Sebelum dilakukan tindakan relaksasi nafas dalam skala nyeri 6 dan 5, setelah dilakukan tindakan skala nyeri menjadi 3 dan 2.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan.
Kesimpulan : Teknik relaksasi nafas dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien appendicitis sehingga teknik nonfarmakologis ini sangat direkomendasikan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kompetensi Dosen dan Mahasiswa dalam Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika: Usaha Mempertajam Kualitas Penelitian Pendidikan Matematika
Kompetensi Dosen dan Mahasiswa dalam Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika: Usaha Mempertajam Kualitas Penelitian Pendidikan Matematika
Kompentensi mahasiswa dalam penelitian tugas akhir dan kompetensi dosen dalam membimbing riset adalah salah satu hal yang perlu dipertajam. Penelitian ini bertujuan menganalisis ko...
Pengaruh Agile Methodology dalam Strategi Digitalisasi Di PT. Satoru Prima Internasional
Pengaruh Agile Methodology dalam Strategi Digitalisasi Di PT. Satoru Prima Internasional
Digitalisasi telah menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk berkembang di tengah perubahan yang cepat di era digital. Metodologi tangkas telah menjadi terkenal sebagai pendekat...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERANCANGAN APLIKASI REKAP PENGUMPULAN TUGAS SISWA/I BERBASIS WEB DI SMA BPPI BALEENDAH
PERANCANGAN APLIKASI REKAP PENGUMPULAN TUGAS SISWA/I BERBASIS WEB DI SMA BPPI BALEENDAH
Perancangan sebuah aplikasi berbasis web untuk memfasilitasi pengumpulan dan rekapitulasi tugas siswa. Tugas-tugas siswa merupakan komponen krusial dalam proses pendidikan namun se...
ANALISIS TUGAS PERKEMBANGAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
ANALISIS TUGAS PERKEMBANGAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Mahasiswa merupakan masa memasuki masa dewasa yang pada umum berada pada rentang usia 18-25 tahun, pada masa tersebut mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap masa perkembanganny...
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
Tugas akhir menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana. Penentuan judul tugas akhir di p...
Peningkatan Keterampilan menulis Surat Pribadi dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan Padlet
Peningkatan Keterampilan menulis Surat Pribadi dalam Bahasa Inggris dengan menggunakan Padlet
Keterlibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran Jarak Jauh saat ini bisa dilihat dari persentasi dalam pengumpulan tugas Daring, tidak bisa mencapai 100%. Kesulitan lain dalam perub...

