Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review Jurnal Pengelolaan Limbah Cair Farmasi Dengan Metode Aerob-Anaerob Dalam Penurunan Kadar COD

View through CrossRef
Pendahuluan: Limbah cair industri farmasi mengandung senyawa organik kompleks dan bahan toksik yang menyebabkan tingginya nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Pengolahan biologis dengan metode aerob dan anaerob menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mereview dan membandingkan efektivitas metode aerob dan anaerob dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair farmasi. Metode: Kajian ini dilakukan melalui studi literatur terhadap dua artikel penelitian. Artikel pertama membahas metode anaerob menggunakan lumpur aktif dari pupuk kandang dengan variabel MLSS dan beban fenol. Artikel kedua mengkaji metode aerob dengan sistem biofilter menggunakan media bioball dan variasi waktu tinggal. Hasil: Metode anaerob menurunkan COD sebesar 21,84–55% dan fenol hingga 99,87% pada kondisi optimum. Namun, efisiensi menurun pada beban fenol tinggi atau adanya mikronutrien toksik seperti Cu. Metode aerob menunjukkan efisiensi penurunan COD sebesar 23,04–42,82%, dengan hasil terbaik pada waktu tinggal 8 jam. Sistem biofilter aerob terbukti stabil dan cocok untuk pengolahan limbah dengan beban organik sedang. Kesimpulan: Kedua metode memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Penggunaan metode anaerob cocok untuk beban COD tinggi, sementara metode aerob efektif untuk stabilisasi lanjutan. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi optimal dalam pengolahan limbah cair farmasi secara berkelanjutan.
Title: Review Jurnal Pengelolaan Limbah Cair Farmasi Dengan Metode Aerob-Anaerob Dalam Penurunan Kadar COD
Description:
Pendahuluan: Limbah cair industri farmasi mengandung senyawa organik kompleks dan bahan toksik yang menyebabkan tingginya nilai Chemical Oxygen Demand (COD).
Pengolahan biologis dengan metode aerob dan anaerob menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan.
Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mereview dan membandingkan efektivitas metode aerob dan anaerob dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair farmasi.
Metode: Kajian ini dilakukan melalui studi literatur terhadap dua artikel penelitian.
Artikel pertama membahas metode anaerob menggunakan lumpur aktif dari pupuk kandang dengan variabel MLSS dan beban fenol.
Artikel kedua mengkaji metode aerob dengan sistem biofilter menggunakan media bioball dan variasi waktu tinggal.
Hasil: Metode anaerob menurunkan COD sebesar 21,84–55% dan fenol hingga 99,87% pada kondisi optimum.
Namun, efisiensi menurun pada beban fenol tinggi atau adanya mikronutrien toksik seperti Cu.
Metode aerob menunjukkan efisiensi penurunan COD sebesar 23,04–42,82%, dengan hasil terbaik pada waktu tinggal 8 jam.
Sistem biofilter aerob terbukti stabil dan cocok untuk pengolahan limbah dengan beban organik sedang.
Kesimpulan: Kedua metode memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing.
Penggunaan metode anaerob cocok untuk beban COD tinggi, sementara metode aerob efektif untuk stabilisasi lanjutan.
Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi optimal dalam pengolahan limbah cair farmasi secara berkelanjutan.

Related Results

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI FORMULASI DENGAN METODE ANAEROB-AEROB DAN ANAEROB-KOAGULASI
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI FORMULASI DENGAN METODE ANAEROB-AEROB DAN ANAEROB-KOAGULASI
Studi ini membahas mengenai pengolahan limbah cair industri farmasi dalam skala laboratorium dengan menggunakan konsep anaerob-kimia-fisika dan anaerob-aerob. Proses anaerob dilaku...
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI
Industri pangan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan industri haruslah diiringi dengan pengelolaan limbah yang baik agar tidak menimbulkan...
EVALUASI PENURUNAN PO4 PADA INSTALASI ANAEROB DAN AEROB DI IPAL RSIM HASANAH MOJOKERTO
EVALUASI PENURUNAN PO4 PADA INSTALASI ANAEROB DAN AEROB DI IPAL RSIM HASANAH MOJOKERTO
Konsentrasi phospat hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Islam Muhammadiyah (RSIM) Hasanah Kota Mojokerto pada tahun 2018 sering tidak memenuhi baku ...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Reduksi Kandungan COD dan BOD pada Limbah Cair Batik menggunakan Metode Fitoremidiasi
Reduksi Kandungan COD dan BOD pada Limbah Cair Batik menggunakan Metode Fitoremidiasi
Limbah cair banyak dihasilkan pada industri batik pada proses pewarnaan. Penggunaan bahan pewarna sintetis pada proses pewarnaan menyebabkan limbah cair memiliki kandungan Biochemi...
Metode Pengolahan Limbah Cair Puskesmas Menggunakan Tahapan Elektrokoagulasi Filtrasi dan Plasma
Metode Pengolahan Limbah Cair Puskesmas Menggunakan Tahapan Elektrokoagulasi Filtrasi dan Plasma
Abstract. The high level of water pollution has become a serious problem in various regions, and health centers are one of the main sources of wastewater. Treating the liquid waste...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Metode filtrasi dan adsorpsi dengan variasi lama kontak dalam pengolahan limbah cair batik
Metode filtrasi dan adsorpsi dengan variasi lama kontak dalam pengolahan limbah cair batik
Latar Belakang : Kegiatan membatik akan  menghasilkan limbah cair dengan skala volume yang besar maupun kecil,  keasaman pH, COD, TSS yang tinggi. Berdasarkan hasil uji awal labora...

Back to Top