Javascript must be enabled to continue!
Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali
View through CrossRef
Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama. Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi. Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan. Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema. Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna. Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan. Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali
Description:
Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama.
Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman.
Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi.
Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan.
Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas.
Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema.
Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya.
Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing.
Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna.
Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan.
Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abstract
Abdul Halim Hasan was a Malay exegetical writer of Indonesian origin. His work on Qur’anic exegesis or tafsir, transcended geographical boundaries and reached audien...

