Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Merdeka Belajar dengan Pendidikan Resolusi Konflik di Sekolah Dasar

View through CrossRef
Abstrak Terdapat tiga hal yang menjadi pembahasan utama dari tulisan ini yakni 1) konflik dan kehidupan manusia, 2) pandangan tentang pendidikan resolusi konflik, 3)  pendidikan resolusi konflik dalam kurikulum sekolah. Kajian tulisan didasarkan pengalaman selama mengampuh matakuliah Manajemen Konflik pada Prodi PGSD di STKIP Weetebula dan juga penelusuran kajian literatur terkait. Manusia akan selalu dekat dengan konflik, baik sebagai pemicu konflik maupun korban dari konflik. Selain itu konflik tidak selamanya buruk, dengan konflik manusia bisa menciptakan kedamaian dan juga menghindari supaya tidak terjadi konflik. Konflik sebagai bahan refleksi manusia, bahwa manusia membutuhkan pola pamahaman, komunikasi, dan interaksi yang berbeda-beda. Kita tidak dapat memaksakan kehendak sendiri. Saat ini pendidikan Indonesia dengan program Merdeka Belajar menjadi tiket bagi pendidikan resolusi konflik di sekolah untuk mendapatkan perhatian khusus. Merdeka belajar dapat mendesain kurikulum dengan memuat pendidikan resolusi konflik atau pendidikan kedamaian didalamnya. Sehingga kualitas lulusan merupakan generasi yang membawa kedamaian bukan konflik. Maka oleh karena itu guru atau tenaga pengajar perlu memahami posisi pendidikan resolusi konflik di sekolah.  Kata Kunci: Merdeka Belajar, sekolah dasar. Resolusi konflik   Abstrack There are three things that become the main discussion of this paper, namely 1) conflict and human life, 2) views on conflict resolution education, 3) conflict resolution education in the school curriculum. The written study was based on experience during the Conflict Management course for prospective elementary school teachers at STKIP Weetebula and also a search for related literature studies. Humans will always be close to conflict, both as triggers of conflict and victims of conflict. In addition, conflict is not always bad, with human conflict it can create peace and also avoid conflict. Conflict is a material for human reflection, that humans need different patterns of understanding, communication, and interaction. We cannot impose our own will. Currently, Indonesian education with the independent learning program is the ticket for conflict resolution education in schools to get special attention. Freedom to learn can design a curriculum that includes conflict resolution education or peace education in it. So that the quality of graduates is a generation that brings peace, not conflict. Therefore, teachers or teaching staff need to understand the position of conflict resolution education in schools.
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Title: Merdeka Belajar dengan Pendidikan Resolusi Konflik di Sekolah Dasar
Description:
Abstrak Terdapat tiga hal yang menjadi pembahasan utama dari tulisan ini yakni 1) konflik dan kehidupan manusia, 2) pandangan tentang pendidikan resolusi konflik, 3)  pendidikan resolusi konflik dalam kurikulum sekolah.
Kajian tulisan didasarkan pengalaman selama mengampuh matakuliah Manajemen Konflik pada Prodi PGSD di STKIP Weetebula dan juga penelusuran kajian literatur terkait.
Manusia akan selalu dekat dengan konflik, baik sebagai pemicu konflik maupun korban dari konflik.
Selain itu konflik tidak selamanya buruk, dengan konflik manusia bisa menciptakan kedamaian dan juga menghindari supaya tidak terjadi konflik.
Konflik sebagai bahan refleksi manusia, bahwa manusia membutuhkan pola pamahaman, komunikasi, dan interaksi yang berbeda-beda.
Kita tidak dapat memaksakan kehendak sendiri.
Saat ini pendidikan Indonesia dengan program Merdeka Belajar menjadi tiket bagi pendidikan resolusi konflik di sekolah untuk mendapatkan perhatian khusus.
Merdeka belajar dapat mendesain kurikulum dengan memuat pendidikan resolusi konflik atau pendidikan kedamaian didalamnya.
Sehingga kualitas lulusan merupakan generasi yang membawa kedamaian bukan konflik.
Maka oleh karena itu guru atau tenaga pengajar perlu memahami posisi pendidikan resolusi konflik di sekolah.
 Kata Kunci: Merdeka Belajar, sekolah dasar.
Resolusi konflik   Abstrack There are three things that become the main discussion of this paper, namely 1) conflict and human life, 2) views on conflict resolution education, 3) conflict resolution education in the school curriculum.
The written study was based on experience during the Conflict Management course for prospective elementary school teachers at STKIP Weetebula and also a search for related literature studies.
Humans will always be close to conflict, both as triggers of conflict and victims of conflict.
In addition, conflict is not always bad, with human conflict it can create peace and also avoid conflict.
Conflict is a material for human reflection, that humans need different patterns of understanding, communication, and interaction.
We cannot impose our own will.
Currently, Indonesian education with the independent learning program is the ticket for conflict resolution education in schools to get special attention.
Freedom to learn can design a curriculum that includes conflict resolution education or peace education in it.
So that the quality of graduates is a generation that brings peace, not conflict.
Therefore, teachers or teaching staff need to understand the position of conflict resolution education in schools.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MERDEKA BELAJAR MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM PANDANGAN FILSAFAT EKSISTENSIALISME
MERDEKA BELAJAR MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM PANDANGAN FILSAFAT EKSISTENSIALISME
Peserta didik pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah adalah anak berusia 06-12 tahun atau dalam kajian psikologi biasa disebut anak usia sekolah dasar. Pada tahap ini mereka mempunyai ka...
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Saat ini, Kurikulum 2013 tengah menjadi kurikulum utama yang diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ad...
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir
Merdeka belajar merupakan program yang dicanangkan dan diluncurkan di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim. Program ini membe...
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Belajar Mandiri Kurikulum Merdeka Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang satuan pendidikan termasuk PAUD sudah mulai mencerminkan kebebeasan kurikulum merdeka.. Kurikulu...
Pancasila sebagai Basis Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Pancasila sebagai Basis Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Reformasi Tahun 1998 mengebiri Ideologi Pancasila hingga hampir dilupakan oleh bangsa Indonesia lebih dari 20 tahun, Pancasila seolah hilang dari dunia Pendidikan, Mata pelajaran p...
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar dengan lancar tetapi juga untuk menciptakan pribadi yan...
Profil Kemampuan Resolusi Konflik Siswa SMK di Kabupaten Pangandaran
Profil Kemampuan Resolusi Konflik Siswa SMK di Kabupaten Pangandaran
Penelitian ini dilakukan di wilayah kabupaten pangandaran bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan resolusi konflik yang dimiliki oleh siswa SMK. Pendekatan yang digunakan yait...

Back to Top