Javascript must be enabled to continue!
Formulasi dan Validasi Indikator Technopreneur
View through CrossRef
Dalam wacana technopreneur hari ini, baik teori maupun praktik, para peneliti masih mengandalkan konsep entrepreneur yang dianggap dapat menjelaskan sikap-sikap dan perilaku wirausaha yang berbasis teknologi. Tentu saja konsep tersebut memiliki keterbatasan untuk kasus-kasus tertentu, baik pada tingkat regional, lokal, maupun sektoral. Oleh karena itu, wacana akademik tentang konsep technopreneur masih membutuhkan penelitian yang luas, terutama untuk menghasilkan indikator yang andal dan valid. Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan dan memvalidasi indikator technopreneur dengan objek penelitian mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan di Jakarta. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan studi literatur secara ekstensif. Hal studi literatur tersebut menghasilkan 23 indikator technopreneur yang dikelompokkan ke dalam parameter penggunaan teknologi dan informasi, implementasi keilmuan teknis rekayasa, berorientasi tugas dan hasil, pengambil risiko, kepemimpinan, orisinalitas, dan berorientasi masa depan. Kami merinci indikator-indikator tersebut ke dalam konstruk-konstruk yang lebih terukur. Kemudian kami memvalidasi seluruh indikator tersebut dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan pendekatan analisis faktor konfirmasi (CFA). Dengan basis data primer yang kami kumpulkan dengan cara survey terhadap 152 responden mahasiswa, penelitian ini menghasilkan 14 indikator technopreneur yang valid dan andal. Temuan dan pembahasan lebih lanjut kami sajikan di dalam artikel ini.
Title: Formulasi dan Validasi Indikator Technopreneur
Description:
Dalam wacana technopreneur hari ini, baik teori maupun praktik, para peneliti masih mengandalkan konsep entrepreneur yang dianggap dapat menjelaskan sikap-sikap dan perilaku wirausaha yang berbasis teknologi.
Tentu saja konsep tersebut memiliki keterbatasan untuk kasus-kasus tertentu, baik pada tingkat regional, lokal, maupun sektoral.
Oleh karena itu, wacana akademik tentang konsep technopreneur masih membutuhkan penelitian yang luas, terutama untuk menghasilkan indikator yang andal dan valid.
Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan dan memvalidasi indikator technopreneur dengan objek penelitian mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan di Jakarta.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan studi literatur secara ekstensif.
Hal studi literatur tersebut menghasilkan 23 indikator technopreneur yang dikelompokkan ke dalam parameter penggunaan teknologi dan informasi, implementasi keilmuan teknis rekayasa, berorientasi tugas dan hasil, pengambil risiko, kepemimpinan, orisinalitas, dan berorientasi masa depan.
Kami merinci indikator-indikator tersebut ke dalam konstruk-konstruk yang lebih terukur.
Kemudian kami memvalidasi seluruh indikator tersebut dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan pendekatan analisis faktor konfirmasi (CFA).
Dengan basis data primer yang kami kumpulkan dengan cara survey terhadap 152 responden mahasiswa, penelitian ini menghasilkan 14 indikator technopreneur yang valid dan andal.
Temuan dan pembahasan lebih lanjut kami sajikan di dalam artikel ini.
Related Results
The Analysis of Influence Factors on Interest In Becoming A Technopreneur Based on Individual Entrepreneurship Orientation
The Analysis of Influence Factors on Interest In Becoming A Technopreneur Based on Individual Entrepreneurship Orientation
Indonesia’s internet usage is rapidly increasing, especially during Covid-19. Today's most significant number of internet users are students. Students can use the internet for lear...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
SODIUM ALGINAT SEBAGAI BAHAN FORMULASI GRANULAR NEMATODA ENTOMOPATOGEN, Steinernema sp.
SODIUM ALGINAT SEBAGAI BAHAN FORMULASI GRANULAR NEMATODA ENTOMOPATOGEN, Steinernema sp.
Salah satu alternatif yang berpotensi sebagai agen hayati untuk hama Lepidiota stigma Fabr. (Coleoptera: Scarabaeidae)adalah nematoda entomopatogen karena aman, aktif mencari inang...
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR
Jagung mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau l...
Formulasi dan uji sifat fisik lulur krim ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera eliator (Jack) R.M. Smith)
Formulasi dan uji sifat fisik lulur krim ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera eliator (Jack) R.M. Smith)
Tanaman kecombrang (Etlingera eliator (Jack) R.M. Smith), memiliki senyawa bioaktif polifenol, alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini, untuk...
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)
Pendahuluan: Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat, luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagai jari...

