Javascript must be enabled to continue!
SODIUM ALGINAT SEBAGAI BAHAN FORMULASI GRANULAR NEMATODA ENTOMOPATOGEN, Steinernema sp.
View through CrossRef
Salah satu alternatif yang berpotensi sebagai agen hayati untuk hama Lepidiota stigma Fabr. (Coleoptera: Scarabaeidae)adalah nematoda entomopatogen karena aman, aktif mencari inang, memiliki kisaran inang yang luas dan ramah lingkungan. Meskipun juvenil infektif nematoda entomopatogen dapat disimpan selama beberapa bulan di air dalam refrigator, biaya yang mahal dan kesulitan mempertahankan kualitas menjadi penghalang pada metode ini. Jadi, biasanya nematoda diformulasikan dalam bentuk padat atau semi padat setelah diproduksi. Salah satu metode formulasi yang dapat digunakan adalah formulasi gel alginat. Pengamatan dilakukan terhadap tiga variabel yaitu ketahanan bentuk formulasi gel alginat, viabilitas dan virulensi Steinernema sp. isolat lokal pada formulasi gel alginat. Ketahanan bentuk formulasi ditentukan dengan mengukur ukuran formulasi menggunakan alat pengukur (penggaris). Viabilitas nematoda ditentukan dengan membandingkan jumlah nematoda hidup (per gram granul dan per 10 gram granul) sedangkan virulensi nematoda ditentukan dengan menghitung persentase kematian L. stigma dan Tenebrio molitor pada setiap perlakuan. Pengamatan ketahanan bentuk formulasi, viabilitas dan virulensi tersebut diamati setiap minggu selama 2 bulan setelah pembuatan formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi gel alginat akan lebih stabil dan tahan lama apabila disimpan pada suhu 200C. Kombinasi jenis isolat dan suhu penyimpanan untuk formulasi gel alginat yang terbaik adalah penggunaan Steinernema sp.isolat Kediri yang disimpan pada suhu 200 C karena viabilitasnya lebih tinggi daripada isolat lainnya
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: SODIUM ALGINAT SEBAGAI BAHAN FORMULASI GRANULAR NEMATODA ENTOMOPATOGEN, Steinernema sp.
Description:
Salah satu alternatif yang berpotensi sebagai agen hayati untuk hama Lepidiota stigma Fabr.
(Coleoptera: Scarabaeidae)adalah nematoda entomopatogen karena aman, aktif mencari inang, memiliki kisaran inang yang luas dan ramah lingkungan.
Meskipun juvenil infektif nematoda entomopatogen dapat disimpan selama beberapa bulan di air dalam refrigator, biaya yang mahal dan kesulitan mempertahankan kualitas menjadi penghalang pada metode ini.
Jadi, biasanya nematoda diformulasikan dalam bentuk padat atau semi padat setelah diproduksi.
Salah satu metode formulasi yang dapat digunakan adalah formulasi gel alginat.
Pengamatan dilakukan terhadap tiga variabel yaitu ketahanan bentuk formulasi gel alginat, viabilitas dan virulensi Steinernema sp.
isolat lokal pada formulasi gel alginat.
Ketahanan bentuk formulasi ditentukan dengan mengukur ukuran formulasi menggunakan alat pengukur (penggaris).
Viabilitas nematoda ditentukan dengan membandingkan jumlah nematoda hidup (per gram granul dan per 10 gram granul) sedangkan virulensi nematoda ditentukan dengan menghitung persentase kematian L.
stigma dan Tenebrio molitor pada setiap perlakuan.
Pengamatan ketahanan bentuk formulasi, viabilitas dan virulensi tersebut diamati setiap minggu selama 2 bulan setelah pembuatan formulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi gel alginat akan lebih stabil dan tahan lama apabila disimpan pada suhu 200C.
Kombinasi jenis isolat dan suhu penyimpanan untuk formulasi gel alginat yang terbaik adalah penggunaan Steinernema sp.
isolat Kediri yang disimpan pada suhu 200 C karena viabilitasnya lebih tinggi daripada isolat lainnya .
Related Results
Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Indonesia has a lot of seaweed that have high potential as a producer of alginate, but the method of extraction has not been as expected. The objective of this study to develop a m...
Impact of Common Anticoagulants on Complete Blood Count Parameters Among Humans
Impact of Common Anticoagulants on Complete Blood Count Parameters Among Humans
Abstract
Introduction
Among the most frequently used anticoagulants in hematological testing are tetra-acetic acid (EDTA), sodium citrate, and sodium heparin. However, there is a n...
Pathogenicity of Selected Kenyan Entomopathogenic Nematodes of Genus Steinernema against Banana Weevil (Cosmopolites Sordidus)
Pathogenicity of Selected Kenyan Entomopathogenic Nematodes of Genus Steinernema against Banana Weevil (Cosmopolites Sordidus)
Banana weevil is a pest with a great impact on banana production in the world. The objective of this study was to evaluate the pathogenicity of the Kenyan entomopathogenic nematode...
Aktivitas Oligosakarida Alginat Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Alfa glukosidase
Aktivitas Oligosakarida Alginat Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Alfa glukosidase
Oligosakarida alginat (OSA) adalah produk hasil depolimerisasi polimer alginat yang biasanya terdiri dari 2-25 monomer. Produksi OSA dapat dilakukan melalui proses enzimatis, fisik...
Karakterisasi Enkapsulat Nanogel Kurkumin dengan Basis Alginat Dialdehid
Karakterisasi Enkapsulat Nanogel Kurkumin dengan Basis Alginat Dialdehid
Abstract. Curcumin is a hydrophobic polyphenol that is insoluble in water but soluble in organic solvents. Curcumin has shortcomings such as low bioavailability, therefore it is ne...
Pembuatan Nanogel Alginat beserta Uji Evaluasi
Pembuatan Nanogel Alginat beserta Uji Evaluasi
Abstract. Nanogels are drug delivery systems based on hydrogels that possess nanoscale particle sizes and demonstrate significant potential in topical formulations. Alginate, a na...
A survey of entomopathogenic nematodes of the families Steinernematidae and Heterorhabditidae (Nematoda: Rhabditida) in the north-west of Iran
A survey of entomopathogenic nematodes of the families Steinernematidae and Heterorhabditidae (Nematoda: Rhabditida) in the north-west of Iran
AbstractDuring 2002-2004, a survey of entomopathogenic nematodes was conducted for the first time in Iran throughout the three provinces in the north-west of the country. Soil samp...
Analysis of elastic energy relaxation process for granular materials at quasi-static state
Analysis of elastic energy relaxation process for granular materials at quasi-static state
The granular system has complicated force chain network and multiple relaxation mechanisms. The different relaxation mechanisms have largely effects on others. The force chains div...

