Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aktivitas Oligosakarida Alginat Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Alfa glukosidase

View through CrossRef
Oligosakarida alginat (OSA) adalah produk hasil depolimerisasi polimer alginat yang biasanya terdiri dari 2-25 monomer. Produksi OSA dapat dilakukan melalui proses enzimatis, fisik maupun kimiawi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan bioaktivitas OSA sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Proses produksi OSA dilakukan secara enzimatis dengan 3 cara penambahan alginat liase yaitu ditambahkan satu kali di awal reaksi (E1), ditambahkan 4 kali dengan interval  2 jam (E2) dan 2 kali interval 4 jam (E3) dengan total volume sama, yaitu 0,15 mL dan aktivitas enzim (1 unit/mL). Total waktu inkubasi adalah 8 jam. Karakterisasi OSA yang dilakukan adalah perhitungan rendemen, analisis profil TLC dan FTIR serta kadar gula pereduksi. Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan OSA, sedangkan pengamatan terhadap aktivitas inhibitor α-glukosidase dilakukan dengan melihat aktivitas α-glukosidase dalam mengubah substrat yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen OSA dan kadar gula pereduksi tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan rendemen OSA berkisar antara 77,29±1,97% hingga 85,46±9,15% dan kadar gula pereduksi OSA berkisar antara 290,32±20,42 µg/mL hingga 312,76±4,74 µg/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi diperlihatkan oleh OSA E1 dengan penghambatan terhadap DPPH sebagai radikal bebas sebesar 41,22±2,03% pada konsentrasi 1,2 mg/mL. Aktivitas inhibitor α-glukosidase OSA E1 lebih kecil dibandingkan dengan alginat dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 11,23±4,17 ppm dan 5,27±0,29 ppm. Proses depolimerisasi alginat meningkatkan aktivitas alginat sebagai antioksidan namun tidak meningkatkan aktivitasnya sebagai inhibitor α-glukosidase. AbstractAlginate oligosaccharides (AOS) is depolymerization of alginate polymer product that consist of 2-25 monomers. Alginate oligosaccharides can be produced by enzymatic, physical and chemical processes. This research was conducted to find out the characteristics and bioactivity of AOS as an antioxidant and α-glucosidase inhibitor. AOS was produced by enzymatic process with 3 procedures of the addition of the alginate lyase that was added once at the beginning reaction (E1), 4 times every 2 hours (E2) and 2 times every 4 hours (E3) with the same addition of enzyme volume (0.15 mL) and enzyme activity (1 unit/mL). Total incubation times was 8 hours. Alginate oligosaccharides was then characterized their  yield, TLC, FTIR profiles and reducing sugar content.  DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method was used to determine antioxidant activity of AOS while observation of α-glucosidase  activity in changing the substrate was used to determine inhibitor α-glucosidase activity of AOS. The results showed that yields and reducing sugar level of AOS were not significantly different between treatments. The AOS yields ranged from 77.29±1.97% to 85.46±9.15% and the reducing sugar levels ranged from 290.32±20.42 µg/mL to 312.76±4.74 µg/mL. The highest antioxidant activity was shown by AOS E1 with free radical (DPPH) inhibition of 41.22±2.03%. AOS E1 α-glucosidase inhibitor activity was lower than that of alginate, with the IC50 values of 5.27±0.29 ppm for alginate and 11.23±4.17 ppm for AOS. Depolymerization process of alginates increased antioxidant activity but did not enhance its activity as α-glucosidase inhibitor.  
Title: Aktivitas Oligosakarida Alginat Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Alfa glukosidase
Description:
Oligosakarida alginat (OSA) adalah produk hasil depolimerisasi polimer alginat yang biasanya terdiri dari 2-25 monomer.
Produksi OSA dapat dilakukan melalui proses enzimatis, fisik maupun kimiawi.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan bioaktivitas OSA sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase.
Proses produksi OSA dilakukan secara enzimatis dengan 3 cara penambahan alginat liase yaitu ditambahkan satu kali di awal reaksi (E1), ditambahkan 4 kali dengan interval  2 jam (E2) dan 2 kali interval 4 jam (E3) dengan total volume sama, yaitu 0,15 mL dan aktivitas enzim (1 unit/mL).
Total waktu inkubasi adalah 8 jam.
Karakterisasi OSA yang dilakukan adalah perhitungan rendemen, analisis profil TLC dan FTIR serta kadar gula pereduksi.
Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan OSA, sedangkan pengamatan terhadap aktivitas inhibitor α-glukosidase dilakukan dengan melihat aktivitas α-glukosidase dalam mengubah substrat yang diberikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen OSA dan kadar gula pereduksi tidak berbeda nyata antar perlakuan dengan rendemen OSA berkisar antara 77,29±1,97% hingga 85,46±9,15% dan kadar gula pereduksi OSA berkisar antara 290,32±20,42 µg/mL hingga 312,76±4,74 µg/mL.
Aktivitas antioksidan tertinggi diperlihatkan oleh OSA E1 dengan penghambatan terhadap DPPH sebagai radikal bebas sebesar 41,22±2,03% pada konsentrasi 1,2 mg/mL.
Aktivitas inhibitor α-glukosidase OSA E1 lebih kecil dibandingkan dengan alginat dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 11,23±4,17 ppm dan 5,27±0,29 ppm.
Proses depolimerisasi alginat meningkatkan aktivitas alginat sebagai antioksidan namun tidak meningkatkan aktivitasnya sebagai inhibitor α-glukosidase.
 AbstractAlginate oligosaccharides (AOS) is depolymerization of alginate polymer product that consist of 2-25 monomers.
Alginate oligosaccharides can be produced by enzymatic, physical and chemical processes.
This research was conducted to find out the characteristics and bioactivity of AOS as an antioxidant and α-glucosidase inhibitor.
AOS was produced by enzymatic process with 3 procedures of the addition of the alginate lyase that was added once at the beginning reaction (E1), 4 times every 2 hours (E2) and 2 times every 4 hours (E3) with the same addition of enzyme volume (0.
15 mL) and enzyme activity (1 unit/mL).
Total incubation times was 8 hours.
Alginate oligosaccharides was then characterized their  yield, TLC, FTIR profiles and reducing sugar content.
  DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method was used to determine antioxidant activity of AOS while observation of α-glucosidase  activity in changing the substrate was used to determine inhibitor α-glucosidase activity of AOS.
The results showed that yields and reducing sugar level of AOS were not significantly different between treatments.
The AOS yields ranged from 77.
29±1.
97% to 85.
46±9.
15% and the reducing sugar levels ranged from 290.
32±20.
42 µg/mL to 312.
76±4.
74 µg/mL.
The highest antioxidant activity was shown by AOS E1 with free radical (DPPH) inhibition of 41.
22±2.
03%.
AOS E1 α-glucosidase inhibitor activity was lower than that of alginate, with the IC50 values of 5.
27±0.
29 ppm for alginate and 11.
23±4.
17 ppm for AOS.
Depolymerization process of alginates increased antioxidant activity but did not enhance its activity as α-glucosidase inhibitor.
  .

Related Results

Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Pengembangan Metode Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Sargassum sp. sebagai Bahan Pengental
Indonesia has a lot of seaweed that have high potential as a producer of alginate, but the method of extraction has not been as expected. The objective of this study to develop a m...
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu
Kopi merupakan minuman yang populer di kalangan masyarakat Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan cita rasa yang khas serta bermanfaat bagi kesehatan. Kopi mengandung ...
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH
Daun belimbing wuluh mengandung senyawa flavonoid, dimana senyawa ini dapat berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Mekanisme kerja flavonoid sebagai antioksida...
"Review: Studi Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Jamblang (Syzygium cumini L.)"
"Review: Studi Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Jamblang (Syzygium cumini L.)"
Jamblang (Syzygium cumini L.) memiliki berbagai dampak untuk kesehatan, sala satunya sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi untuk mencegah dan memulihkan kerusakan pada sel-sel...
Potensi Berbagai Tanaman sebagai Nutrasetikal Diabetes Melitus dengan Mekanisme Kerja Menghambat Enzim α-Glukosidase
Potensi Berbagai Tanaman sebagai Nutrasetikal Diabetes Melitus dengan Mekanisme Kerja Menghambat Enzim α-Glukosidase
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang didefinisikan oleh peningkatan kadar gula darah yang berkelanjutan, yang juga disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipi...
Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia dari Ekstrak Daun Matoa Pometia pinnata
Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia dari Ekstrak Daun Matoa Pometia pinnata
Senyawa yang  memiliki aktivitas antioksidan Antioksidan dapat digunakan menghilangkan, mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa yang bersifat sebagai antioksidan...
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksida...
Pembuatan Nanogel Alginat beserta Uji Evaluasi
Pembuatan Nanogel Alginat beserta Uji Evaluasi
Abstract. Nanogels are drug  delivery systems based on hydrogels that possess nanoscale particle sizes and demonstrate significant potential in topical formulations. Alginate, a na...

Back to Top