Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KILI-KILI MENGGUNAKAN DSAS: PENGARUH TOPOGRAFI, KEMIRINGAN DAN SEDIMEN PASIR
View through CrossRef
Perubahan garis pantai merupakan indikator penting dinamika pesisir yang dipengaruhi oleh proses alami dan aktivitas manusia, sehingga pemantauan abrasi diperlukan untuk menjaga stabilitas pantai dan keberlanjutan ekosistem, termasuk habitat peneluran penyu. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan garis Pantai Kili-Kili serta menganalisis pengaruh kemiringan, topografi, tekstur pasir, dan roundness butir pasir terhadap dinamika garis pantai. Analisis dilakukan menggunakan citra satelit multi-temporal melalui Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk memperoleh data EPR yang merepresentasikan perubahan garis pantai. DEM Copernicus 30 m digunakan untuk memperoleh data topografi dan kemiringan. Analisis tekstur dan roundness butir pasir dilakukan menggunakan metode pengayakan dan mikroskop optik. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menilai pengaruh variabel topografi dan kemiringan terhadap perubahan garis pantai. Hasil menunjukkan bahwa Pantai Kili-Kili mengalami abrasi rata-rata –3,4 m dengan laju –0,57 m/tahun. Pantai memiliki kemiringan yang tergolong landai (±17,4%). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kemiringan pantai berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap EPR (B = –0,068; p = 0,047). Namun, nilai koefisien determinasi yang rendah (R² = 0,013) menunjukkan bahwa kontribusi variabel kemiringan terhadap perubahan garis pantai tergolong kecil. Sementara itu, variabel topografi pantai tidak berpengaruh signifikan (B = 0,088; p = 0,132). Distribusi tekstur pasir didominasi ukuran sedang–kasar (±0,25 mm) dengan kebulatan butir angular hingga sub-angular mengindikasikan bahwa energi gelombang relatif tinggi dan transport sedimen yang pendek. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika garis pantai lebih dipengaruhi oleh variasi lokal kemiringan dan energi gelombang laut dibandingkan topografi pantai.Coastal line changes are a key indicator of coastal dynamics influenced by natural processes and human activities; therefore, monitoring erosion is necessary to maintain coastal stability and ecosystem sustainability, including sea turtle nesting habitats. This study aims to map changes in the Kili-Kili coastline and analyze the effects of slope, topography, sand texture, and grain roundness on coastal dynamics. The analysis was conducted using multi-temporal satellite imagery via the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) to obtain EPR data representing shoreline changes. The 30-meter Copernicus DEM was used to obtain topographic and slope data. Analysis of sand grain texture and roundness was performed using sieving and optical microscopy methods. Multiple linear regression analysis was used to assess the influence of topographic and slope variables on shoreline changes. The results show that Kili-Kili Beach has experienced an average erosion of –3.4 m at a rate of –0.57 m/year. The beach has a relatively gentle slope (±17.4%). Regression analysis results indicate that the beach slope variable has a significant negative effect on EPR (B = –0.068; p = 0.047). However, the low coefficient of determination (R² = 0.013) suggests that the contribution of the slope variable to shoreline changes is relatively small. Meanwhile, the beach topography variable does not have a significant effect (B = 0.088; p = 0.132). The sand texture distribution is dominated by medium–coarse sizes (±0.25 mm), with angular to sub-angular grain roundness, indicating relatively high wave energy and short-range sediment transport. These findings confirm that shoreline dynamics are more influenced by local variations in slope and wave energy than by coastal topography.
Title: ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KILI-KILI MENGGUNAKAN DSAS: PENGARUH TOPOGRAFI, KEMIRINGAN DAN SEDIMEN PASIR
Description:
Perubahan garis pantai merupakan indikator penting dinamika pesisir yang dipengaruhi oleh proses alami dan aktivitas manusia, sehingga pemantauan abrasi diperlukan untuk menjaga stabilitas pantai dan keberlanjutan ekosistem, termasuk habitat peneluran penyu.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan garis Pantai Kili-Kili serta menganalisis pengaruh kemiringan, topografi, tekstur pasir, dan roundness butir pasir terhadap dinamika garis pantai.
Analisis dilakukan menggunakan citra satelit multi-temporal melalui Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk memperoleh data EPR yang merepresentasikan perubahan garis pantai.
DEM Copernicus 30 m digunakan untuk memperoleh data topografi dan kemiringan.
Analisis tekstur dan roundness butir pasir dilakukan menggunakan metode pengayakan dan mikroskop optik.
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menilai pengaruh variabel topografi dan kemiringan terhadap perubahan garis pantai.
Hasil menunjukkan bahwa Pantai Kili-Kili mengalami abrasi rata-rata –3,4 m dengan laju –0,57 m/tahun.
Pantai memiliki kemiringan yang tergolong landai (±17,4%).
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kemiringan pantai berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap EPR (B = –0,068; p = 0,047).
Namun, nilai koefisien determinasi yang rendah (R² = 0,013) menunjukkan bahwa kontribusi variabel kemiringan terhadap perubahan garis pantai tergolong kecil.
Sementara itu, variabel topografi pantai tidak berpengaruh signifikan (B = 0,088; p = 0,132).
Distribusi tekstur pasir didominasi ukuran sedang–kasar (±0,25 mm) dengan kebulatan butir angular hingga sub-angular mengindikasikan bahwa energi gelombang relatif tinggi dan transport sedimen yang pendek.
Temuan ini menegaskan bahwa dinamika garis pantai lebih dipengaruhi oleh variasi lokal kemiringan dan energi gelombang laut dibandingkan topografi pantai.
Coastal line changes are a key indicator of coastal dynamics influenced by natural processes and human activities; therefore, monitoring erosion is necessary to maintain coastal stability and ecosystem sustainability, including sea turtle nesting habitats.
This study aims to map changes in the Kili-Kili coastline and analyze the effects of slope, topography, sand texture, and grain roundness on coastal dynamics.
The analysis was conducted using multi-temporal satellite imagery via the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) to obtain EPR data representing shoreline changes.
The 30-meter Copernicus DEM was used to obtain topographic and slope data.
Analysis of sand grain texture and roundness was performed using sieving and optical microscopy methods.
Multiple linear regression analysis was used to assess the influence of topographic and slope variables on shoreline changes.
The results show that Kili-Kili Beach has experienced an average erosion of –3.
4 m at a rate of –0.
57 m/year.
The beach has a relatively gentle slope (±17.
4%).
Regression analysis results indicate that the beach slope variable has a significant negative effect on EPR (B = –0.
068; p = 0.
047).
However, the low coefficient of determination (R² = 0.
013) suggests that the contribution of the slope variable to shoreline changes is relatively small.
Meanwhile, the beach topography variable does not have a significant effect (B = 0.
088; p = 0.
132).
The sand texture distribution is dominated by medium–coarse sizes (±0.
25 mm), with angular to sub-angular grain roundness, indicating relatively high wave energy and short-range sediment transport.
These findings confirm that shoreline dynamics are more influenced by local variations in slope and wave energy than by coastal topography.
Related Results
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Perubahan garis pantai telah banyak terjadi, salah satunya adalah wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong Utara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui per...
SEDIMENTASI PASIR SEPANJANG PANTAI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SEDIMENTASI PASIR SEPANJANG PANTAI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pesisir Kulon Progo secara fisiografi merupakan bagian dari zona pegunungan selatan Jawa, berbatasan disebelah timur nya adalah zona Solo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menget...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Sedimen umumnya mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genanga...
Sebaran Sedimen Dasar di Pantai Segolok, Batang
Sebaran Sedimen Dasar di Pantai Segolok, Batang
Pantai Segolok merupakan pantai yang berada di wilayah utara kabupaten Batang, provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu pantai wisata yang ada di kabupaten Batang. Semakin berkem...
Postoperative outcomes of lung transplant recipients with preformed donor-specific antibodies
Postoperative outcomes of lung transplant recipients with preformed donor-specific antibodies
Abstract
OBJECTIVES
Few studies have evaluated the outcomes of lung transplantation (LTx) in recipients with preformed donor-spe...
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
Pantai Aeng merupakan bagian dari wilayah pesisir Kabupaten Takalar yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan memiliki potensi kegiatan industri, perikanan, rumput laut, da...
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pantai Dadap merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu yang mengalami kemunduran garis pantai yang menyebabkan kerusakan properti serta hilangnya la...

