Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Rasio Penggunaan Pasir Baru dengan Pasir Bekas Terhadap Kadar Abu / Lost On Ignation (LOI) dan Kekuatan Tarik Pasir pada Cetakan Pasir Kering
View through CrossRef
Sampai saat ini teknik pengecoran logam masih sering dipakai oleh industri kecil maupun besar dalam pembuatan berbagai macam produk. Salah satu metode pengecoran yaitu cetakan pasir, dimana cetakan berupa pasir diberikan pengikat. Pasir silika memiliki mineral kuarsa dengan kadar SiO2 lebih dari 95% yang memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi. Tingginya biaya pembelian pasir baru dan banyaknya limbah pasir bekas pengecoran yang tidak dipakai mengharuskan adanya biaya pembuangan pasir bekas. Salah satu pengoptimalan biaya produksi dengan menggunakan kembali pasir bekas yang telah dicampurkan dengan pasir baru. Berdasarkan American Foundry Society (AFS), cetakan pasir harus memenuhi persyaratan sebelum dilakukan pengecoran dengan melakukan beberapa pengujian pada cetakan kering yaitu uji kadar abu / lost on ignation (LOI) dan uji kekuatan tarik pasir. Hasil penelitian pengujian kadar abu (LOI) terjadi kenaikan seiring dengan banyaknya penggunaan pasir bekas pada cetakan yaitu sebesar 0.18%, 0.79%, 1.99%, dan 2.16%. Peningkatan ini juga terjadi pada pengujian kekuatan tarik pasir yaitu sebesar 39.3 N/Cm2, 59.58 N/Cm2, 60.42 N/Cm2, dan 62.21 N/Cm2. Hal ini disebabkan karena penggunaan pasir bekas dari proses pengecoran yang telah tercampur oleh pengotor dari proses pengecoran sebelumnya. Kenaikan nilai kekuatan tarik pasir dipengaruhi oleh penggunaan distribusi ukuran butir pasir yang dikarenakan ukuran butir pasir berhubungan dengan kepadatan pasir pada cetakan pasir. Dengan melakukan pemanfaatan limbah pasir bekas dapat mengurangi biaya pengeluaran pembelian pasir yaitu sebesar 23.3% pada rasio penggunaan pasir baru dengan pasir bekas 30:70. Hal ini dapat mengurangi limbah pasir bekas (menurunkan jumlah pasir dibuang) dan juga menurunkan biaya pengeluaran pasir dalam industri pengecoran logam.
Institut Teknologi Kalimantan
Title: Pengaruh Rasio Penggunaan Pasir Baru dengan Pasir Bekas Terhadap Kadar Abu / Lost On Ignation (LOI) dan Kekuatan Tarik Pasir pada Cetakan Pasir Kering
Description:
Sampai saat ini teknik pengecoran logam masih sering dipakai oleh industri kecil maupun besar dalam pembuatan berbagai macam produk.
Salah satu metode pengecoran yaitu cetakan pasir, dimana cetakan berupa pasir diberikan pengikat.
Pasir silika memiliki mineral kuarsa dengan kadar SiO2 lebih dari 95% yang memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi.
Tingginya biaya pembelian pasir baru dan banyaknya limbah pasir bekas pengecoran yang tidak dipakai mengharuskan adanya biaya pembuangan pasir bekas.
Salah satu pengoptimalan biaya produksi dengan menggunakan kembali pasir bekas yang telah dicampurkan dengan pasir baru.
Berdasarkan American Foundry Society (AFS), cetakan pasir harus memenuhi persyaratan sebelum dilakukan pengecoran dengan melakukan beberapa pengujian pada cetakan kering yaitu uji kadar abu / lost on ignation (LOI) dan uji kekuatan tarik pasir.
Hasil penelitian pengujian kadar abu (LOI) terjadi kenaikan seiring dengan banyaknya penggunaan pasir bekas pada cetakan yaitu sebesar 0.
18%, 0.
79%, 1.
99%, dan 2.
16%.
Peningkatan ini juga terjadi pada pengujian kekuatan tarik pasir yaitu sebesar 39.
3 N/Cm2, 59.
58 N/Cm2, 60.
42 N/Cm2, dan 62.
21 N/Cm2.
Hal ini disebabkan karena penggunaan pasir bekas dari proses pengecoran yang telah tercampur oleh pengotor dari proses pengecoran sebelumnya.
Kenaikan nilai kekuatan tarik pasir dipengaruhi oleh penggunaan distribusi ukuran butir pasir yang dikarenakan ukuran butir pasir berhubungan dengan kepadatan pasir pada cetakan pasir.
Dengan melakukan pemanfaatan limbah pasir bekas dapat mengurangi biaya pengeluaran pembelian pasir yaitu sebesar 23.
3% pada rasio penggunaan pasir baru dengan pasir bekas 30:70.
Hal ini dapat mengurangi limbah pasir bekas (menurunkan jumlah pasir dibuang) dan juga menurunkan biaya pengeluaran pasir dalam industri pengecoran logam.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
ANALISA PENINGKATAN KEKUATAN TANAH YANG DIPERKUAT SERAT DAN BAHAN STABILISASI PADA SISI KERING DAN SISI BASAH
ANALISA PENINGKATAN KEKUATAN TANAH YANG DIPERKUAT SERAT DAN BAHAN STABILISASI PADA SISI KERING DAN SISI BASAH
Kondisi tanah pesisir Riau cenderung lunak sehingga perlu usaha stabilisasi untuk perbaikan kekuatan. Limbah berupa serat dan abu sawit banyak terdapat di propinsi Riau. Bahan ini ...
PEMANFAATAN DAUN LINDUR (B. gymnorrhiza) SEBAGAI SEDIAAN GARAM FUNGSIONAL
PEMANFAATAN DAUN LINDUR (B. gymnorrhiza) SEBAGAI SEDIAAN GARAM FUNGSIONAL
Bruguiera gymnorrhiza menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan dan non pangan. Pemanfaatan daun B.gymnorrhiza sebagai bahan baku pembuatan...

