Javascript must be enabled to continue!
Metode Pengajaran Puisi Yang Menyenangkan Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
View through CrossRef
Abstrak: Salah satu masalah pengajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tampaknya kurang atau tidak banyak mendapat perhatian para guru Bahasa Indonesia adalah yang berkaitan dengan pengajaran sastra khususnya pengajaran puisi. Melalui pengajaran karya sastra dan khususnya puisi akan mengembangkan perasaan kepekaan (sensitivitas) di dalam diri peserta didik dalam menyikapi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mempelajari karya sastra (bentuk tertulis) menuntut adanya penghayatan terhadap makna yang disampaikan penulisnya. Proses penghayatan dapat dilakukan atau dikembangkan melalui kegiatan membaca. Membaca karya sastra tulis tidak cukup hanya sekali tetapi dibutuhkan berulangkali sehingga timbul penghayatan (meresapi) akan apa yang disampaikan oleh penulisnya. Membaca karya sastra khususnya puisi tidaklah sama dengan membaca karya tulis lainnya. Artinya, peserta didik tidak hanya mampu membaca apa yang tertulis (reading the lines) tetapi juga membaca apa yang tersirat di balik tulisan (reading between the lines) dan terlebih-lebih lagi mampu membaca apa yang tersorot (reading beyond the lines). Oleh karena itu, memahami karya sastra tulis menuntut adanya keterampilan membaca. Keterampilan membaca karya sastra dapat dikembangkan melalui pelatihan. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa tidak hanya guru bahasa Indonesia yang “kurang memperhatikan pengajaran sastra puisi†tetapi juga peserta didik “kurang tertarik mempelajari karya sastra puisiâ€. Dalam kaitan ini, banyak faktor penyebabnya dan salah satu di antaranya adalah metode pengajaran puisi yang diterapkan guru. Aspek metode pengajaran puisi inilah yang akan menjadi fokus pembahasan di dalam tulisan ini. Melalui tulisan ini, penulis ingin berbagi pengalaman dalam mengajarkan karya sastra puisi melalui metode pengajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik tertarik atau termotivasi untuk mempelajari puisi.Kata kunci: Bahasa Indonesia, pengajaran puisi, metode, karya sastra, membaca.Abstract: One of problems in teaching Indonesian language in junior secondary schools which seems to get less or little attention from Indonesian language teachers relates to the literature teaching, particularly poetry teaching. Through learning literature, especially poetry, students will develop their sensitivity in responding various aspects of daily life. Studying written literature demands internalization of the meaning meant by the writer. Internalization process can be done or developed through reading activity. Reading written literature once is not sufficient, but it needs more times so that the reader will be able to internalize the message or value presented by the writer. Reading literature, especially poetry, is not similar to reading other writings. It means that students can read not only what is written (reading the lines) but also can read between the lines and more over beyond the lines. Therefore, understanding the written literature needs reading skill. The skill of reading literature can be developed through training. Based on the observation, not only the teachers have less attention to learning poetry but also the students are not interested in studying poetry. In this accordance, many factors cause this problem and one among them is the teachers’ teaching poetry method. This teaching poetry metho is the focus of discussion in this article. Through this article, the writer wants to share experiences in teaching poetry through a fun teaching method so that students are interested and motivated in studying poetry. Keywords: Indonesian language, poetry teaching, method, literature, reading.
Center for Data and Information Technology, Ministry of Primary and Secondary Education
Title: Metode Pengajaran Puisi Yang Menyenangkan Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Description:
Abstrak: Salah satu masalah pengajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tampaknya kurang atau tidak banyak mendapat perhatian para guru Bahasa Indonesia adalah yang berkaitan dengan pengajaran sastra khususnya pengajaran puisi.
Melalui pengajaran karya sastra dan khususnya puisi akan mengembangkan perasaan kepekaan (sensitivitas) di dalam diri peserta didik dalam menyikapi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Mempelajari karya sastra (bentuk tertulis) menuntut adanya penghayatan terhadap makna yang disampaikan penulisnya.
Proses penghayatan dapat dilakukan atau dikembangkan melalui kegiatan membaca.
Membaca karya sastra tulis tidak cukup hanya sekali tetapi dibutuhkan berulangkali sehingga timbul penghayatan (meresapi) akan apa yang disampaikan oleh penulisnya.
Membaca karya sastra khususnya puisi tidaklah sama dengan membaca karya tulis lainnya.
Artinya, peserta didik tidak hanya mampu membaca apa yang tertulis (reading the lines) tetapi juga membaca apa yang tersirat di balik tulisan (reading between the lines) dan terlebih-lebih lagi mampu membaca apa yang tersorot (reading beyond the lines).
Oleh karena itu, memahami karya sastra tulis menuntut adanya keterampilan membaca.
Keterampilan membaca karya sastra dapat dikembangkan melalui pelatihan.
Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa tidak hanya guru bahasa Indonesia yang “kurang memperhatikan pengajaran sastra puisi†tetapi juga peserta didik “kurang tertarik mempelajari karya sastra puisiâ€.
Dalam kaitan ini, banyak faktor penyebabnya dan salah satu di antaranya adalah metode pengajaran puisi yang diterapkan guru.
Aspek metode pengajaran puisi inilah yang akan menjadi fokus pembahasan di dalam tulisan ini.
Melalui tulisan ini, penulis ingin berbagi pengalaman dalam mengajarkan karya sastra puisi melalui metode pengajaran yang menyenangkan sehingga peserta didik tertarik atau termotivasi untuk mempelajari puisi.
Kata kunci: Bahasa Indonesia, pengajaran puisi, metode, karya sastra, membaca.
Abstract: One of problems in teaching Indonesian language in junior secondary schools which seems to get less or little attention from Indonesian language teachers relates to the literature teaching, particularly poetry teaching.
Through learning literature, especially poetry, students will develop their sensitivity in responding various aspects of daily life.
Studying written literature demands internalization of the meaning meant by the writer.
Internalization process can be done or developed through reading activity.
Reading written literature once is not sufficient, but it needs more times so that the reader will be able to internalize the message or value presented by the writer.
Reading literature, especially poetry, is not similar to reading other writings.
It means that students can read not only what is written (reading the lines) but also can read between the lines and more over beyond the lines.
Therefore, understanding the written literature needs reading skill.
The skill of reading literature can be developed through training.
Based on the observation, not only the teachers have less attention to learning poetry but also the students are not interested in studying poetry.
In this accordance, many factors cause this problem and one among them is the teachers’ teaching poetry method.
This teaching poetry metho is the focus of discussion in this article.
Through this article, the writer wants to share experiences in teaching poetry through a fun teaching method so that students are interested and motivated in studying poetry.
Keywords: Indonesian language, poetry teaching, method, literature, reading.
Related Results
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, ...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
METODE SUGESTI IMAJINASI DAN METODE COPY THE MASTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS 10 SMAN 4 KOTA SERANG
METODE SUGESTI IMAJINASI DAN METODE COPY THE MASTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS 10 SMAN 4 KOTA SERANG
Sistem pembelajaran bahasa Indonesia pada bidang menulis puisi membutuhkan metode yang mampu mengakumulasi seluruh permasalahan menulis puisi. Permasalahan mengenai hal tersebut ya...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

