Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Simbol Tujuh Ajaran Moral Masyarakat Wolio Keraton Buton: Kearifan Lokal sebagai Cerminan Pancasila

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis nilai di era globalisasi yang berimplikasi pada melemahnya solidaritas dan kesadaran kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara sering dipahami sebatas dokumen formal, padahal nilai-nilainya telah lama hidup dalam kearifan lokal Nusantara. Salah satu contohnya adalah simbol tujuh ajaran moral masyarakat Wolio yang tersimpan di Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara ajaran moral Wolio dengan sila-sila Pancasila, serta menggali relevansinya bagi penguatan identitas kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data diperoleh melalui observasi langsung di Keraton Buton, dokumentasi simbol ajaran moral, wawancara dengan tokoh adat dan pengelola keraton, serta studi literatur. Analisis dilakukan melalui reduksi data, interpretasi makna sosial- budaya, dan pemetaan nilai Wolio dengan sila Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh ajaran moral Wolio: po ma maasiaka, po pia piara, po angka angkataka, po mae-maeaaka, po binci-bincika kuli, man arafah nafsahu wakad arafah rabbahu, dan bolimo karo somanamo lipu memiliki kesesuaian yang kuat dengan sila-sila Pancasila. Nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan, keadilan, religiusitas, dan patriotisme yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa Pancasila berakar dari budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah simbol tujuh ajaran moral Wolio berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai cerminan nilai Pancasila yang relevan untuk memperkuat kesadaran kebangsaan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan identitas nasional.
Title: Simbol Tujuh Ajaran Moral Masyarakat Wolio Keraton Buton: Kearifan Lokal sebagai Cerminan Pancasila
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis nilai di era globalisasi yang berimplikasi pada melemahnya solidaritas dan kesadaran kebangsaan.
Pancasila sebagai dasar negara sering dipahami sebatas dokumen formal, padahal nilai-nilainya telah lama hidup dalam kearifan lokal Nusantara.
Salah satu contohnya adalah simbol tujuh ajaran moral masyarakat Wolio yang tersimpan di Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara ajaran moral Wolio dengan sila-sila Pancasila, serta menggali relevansinya bagi penguatan identitas kebangsaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis.
Data diperoleh melalui observasi langsung di Keraton Buton, dokumentasi simbol ajaran moral, wawancara dengan tokoh adat dan pengelola keraton, serta studi literatur.
Analisis dilakukan melalui reduksi data, interpretasi makna sosial- budaya, dan pemetaan nilai Wolio dengan sila Pancasila.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh ajaran moral Wolio: po ma maasiaka, po pia piara, po angka angkataka, po mae-maeaaka, po binci-bincika kuli, man arafah nafsahu wakad arafah rabbahu, dan bolimo karo somanamo lipu memiliki kesesuaian yang kuat dengan sila-sila Pancasila.
Nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan, keadilan, religiusitas, dan patriotisme yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa Pancasila berakar dari budaya lokal.
Kesimpulan penelitian ini adalah simbol tujuh ajaran moral Wolio berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai cerminan nilai Pancasila yang relevan untuk memperkuat kesadaran kebangsaan.
Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan identitas nasional.

Related Results

KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
Abstrak - Keraton Kanoman merupakan salah satu bangunan yang penting dalam sejarah terbentuknya Kota Cirebon. Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678, keraton berfungsi sebagai b...
PENERAPAN KONSEP SENTRALITAS PADA KERATON SURAKARTA HADININGRAT
PENERAPAN KONSEP SENTRALITAS PADA KERATON SURAKARTA HADININGRAT
Abstract - Keraton is a term to describe a place where Javanese ruler and his family lives. Keraton, which regarded as a historical building, holds an important role in development...
Peran Ulama Keraton dalam Kegiatan Ke Islaman Keraton Solo
Peran Ulama Keraton dalam Kegiatan Ke Islaman Keraton Solo
Keraton Solo merupakan salah satu kerajaan Islam yang masih berjaya hingga saat ini. Sebagai kerajaan yang bernafaskan Islam, Keraton Solo memiliki penghulu atau abdi dalem yang be...
PENETAPAN PASARWAJO SEBAGAI IBU KOTA KABUPATEN BUTON (2003-2017)
PENETAPAN PASARWAJO SEBAGAI IBU KOTA KABUPATEN BUTON (2003-2017)
ABSTRAK: Subtansi penelitian ini mengacu pada tiga aspek permasalahan dasar 1) Mengapa Pasarwajo ditetapkan sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton? 2) Apa tantangan yang dihadapi dalam p...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Masjid Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Masjid Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara
Baubau adalah salah satu kota yang terletak di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki begitu banyak potensi kearifan lokal. Salah satunya adalah benteng Keraton Buto...

Back to Top