Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Ulama Keraton dalam Kegiatan Ke Islaman Keraton Solo

View through CrossRef
Keraton Solo merupakan salah satu kerajaan Islam yang masih berjaya hingga saat ini. Sebagai kerajaan yang bernafaskan Islam, Keraton Solo memiliki penghulu atau abdi dalem yang berperan sebagai pemangku persoalan agama dan penyebaran Islam di lingkungan keraton. Ulama keraton yang bergelar Tafsir Anom telah ada sejak masa Pakubowono pertama dan tetap memegang peran penting dalam kegiatan keislaman keraton hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama keraton dalam kegiatan keislaman Keraton Solo dan mengapa peran tersebut masih dibutuhkan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama keraton berperan dalam berbagai kegiatan keislaman seperti Grebeg Maulud, Grebeg Suro, Grebeg Besar, pengajian rutin, serta upacara kematian, pernikahan, dan penyerahan zakat. Dalam pelaksanaannya, ulama keraton tetap berpegang pada prinsip “Jana Jawa tanpa Islam, Jana Islam tanpa Jawa” yang tercantum dalam Serat Wulang Reh, yang menekankan harmonisasi antara Islam dan budaya Jawa. Meskipun terjadi pergeseran peran seiring perubahan sistem pemerintahan, ulama keraton tetap menjadi figur yang esensial dalam menjaga tradisi dan identitas keislaman keraton. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peran ulama keraton masih sangat relevan dalam kegiatan keislaman Keraton Solo, baik sebagai penasihat spiritual, pelaksana ritual, maupun penjaga kearifan lokal yang menyinergikan nilai Islam dan budaya Jawa. Eksposur terhadap peran ulama keraton penting untuk dilestarikan agar generasi penerus tetap memahami sejarah dan kontribusi Islam dalam konteks kebudayaan keraton.
Title: Peran Ulama Keraton dalam Kegiatan Ke Islaman Keraton Solo
Description:
Keraton Solo merupakan salah satu kerajaan Islam yang masih berjaya hingga saat ini.
Sebagai kerajaan yang bernafaskan Islam, Keraton Solo memiliki penghulu atau abdi dalem yang berperan sebagai pemangku persoalan agama dan penyebaran Islam di lingkungan keraton.
Ulama keraton yang bergelar Tafsir Anom telah ada sejak masa Pakubowono pertama dan tetap memegang peran penting dalam kegiatan keislaman keraton hingga kini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama keraton dalam kegiatan keislaman Keraton Solo dan mengapa peran tersebut masih dibutuhkan.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama keraton berperan dalam berbagai kegiatan keislaman seperti Grebeg Maulud, Grebeg Suro, Grebeg Besar, pengajian rutin, serta upacara kematian, pernikahan, dan penyerahan zakat.
Dalam pelaksanaannya, ulama keraton tetap berpegang pada prinsip “Jana Jawa tanpa Islam, Jana Islam tanpa Jawa” yang tercantum dalam Serat Wulang Reh, yang menekankan harmonisasi antara Islam dan budaya Jawa.
Meskipun terjadi pergeseran peran seiring perubahan sistem pemerintahan, ulama keraton tetap menjadi figur yang esensial dalam menjaga tradisi dan identitas keislaman keraton.
 Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peran ulama keraton masih sangat relevan dalam kegiatan keislaman Keraton Solo, baik sebagai penasihat spiritual, pelaksana ritual, maupun penjaga kearifan lokal yang menyinergikan nilai Islam dan budaya Jawa.
Eksposur terhadap peran ulama keraton penting untuk dilestarikan agar generasi penerus tetap memahami sejarah dan kontribusi Islam dalam konteks kebudayaan keraton.

Related Results

KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
Abstrak - Keraton Kanoman merupakan salah satu bangunan yang penting dalam sejarah terbentuknya Kota Cirebon. Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678, keraton berfungsi sebagai b...
PENERAPAN KONSEP SENTRALITAS PADA KERATON SURAKARTA HADININGRAT
PENERAPAN KONSEP SENTRALITAS PADA KERATON SURAKARTA HADININGRAT
Abstract - Keraton is a term to describe a place where Javanese ruler and his family lives. Keraton, which regarded as a historical building, holds an important role in development...
KERATON INDONESIAANTARA PELESTARIAN BUDAYA DAN MODERNITAS
KERATON INDONESIAANTARA PELESTARIAN BUDAYA DAN MODERNITAS
Keraton sebagai warisan budaya tradisional Indonesia mengalami tegangan kultural seiring dengan terjadinya modernitas di Indonesia. Modernisasi meminggirkan peran dan fungsi Kerato...
Revitalisasi Kawasan Pasar Kanoman Berbasiskan Budaya Keraton Kanoman Kota Cirebon
Revitalisasi Kawasan Pasar Kanoman Berbasiskan Budaya Keraton Kanoman Kota Cirebon
Abstract. The city of Cirebon has ancient/old buildings which are witnesses to the history of past events. One of them is the Kanoman Palace, Cirebon City. In the northern part of ...
KERATON KANOMAN DI CIREBON (Sejarah dan Perkembangannya)
KERATON KANOMAN DI CIREBON (Sejarah dan Perkembangannya)
AbstrakKeraton merupakan tempat kediaman raja, yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan. Di dalam keraton, sultan melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin segala kegiatan politik ...
Revitalisasi Ragam Hias Batik Keraton Cirebon dalam Desain Baru Kreatif
Revitalisasi Ragam Hias Batik Keraton Cirebon dalam Desain Baru Kreatif
ABSTRACT Respecting traditions of the nation, which is preserving a batik tradition. Cirebon is the region that has a rich cultural treasures batik varied. Given its development, ...
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN ELEMEN FISIK PERMUKIMAN KAWASAN KERATON KANOMAN PADA 1695-2019
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN ELEMEN FISIK PERMUKIMAN KAWASAN KERATON KANOMAN PADA 1695-2019
Abstrak - Cirebon merupakan salah satu kota yang telah berdiri sejak lama di Nusantara. Kota Cirebon telah ada sebelum Belanda datang. Kota yang ada sejak lama ini mengalami proses...
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...

Back to Top