Javascript must be enabled to continue!
Analisis Penerapan Konsep Lingkungan Restoratif pada Ruang Publik Malalayang Beach Walk Manado
View through CrossRef
Ruang publik yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek restoratif tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesehatan mental dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep lingkungan restoratif diterapkan pada arsitektur Malalayang Beach Walk di Manado yang merupakan salah satu ruang terbuka tepi laut yang kini menjadi daya tarik warga dan wisatawan. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis elemen-elemen desain yang ada di lokasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus utama terletak pada bagaimana kehadiran elemen alam, visualisasi lanskap, kenyamanan ruang, serta pengalaman inderawi berkontribusi dalam menciptakan suasana yang memulihkan. Hasilnya menunjukkan bahwa Malalayang Beach Walk cukup berhasil menghadirkan pengalaman ruang yang restoratif, terutama melalui keindahan panorama laut, jalur pedestrian yang terbuka, serta ruang duduk yang mendorong interaksi sosial. Meski demikian, beberapa aspek seperti pengendalian kebisingan dan peningkatan integrasi elemen hijau masih dapat diperbaiki. Temuan ini diharapkan memberi masukan bagi pengembangan ruang publik pesisir yang lebih ramah dan menenangkan bagi pengunjung.
Public spaces that incorporate restorative environmental principles not only enhance aesthetic appeal but also contribute significantly to mental well-being and user comfort. This study investigates the implementation of restorative environment concepts in the architectural design of Malalayang Beach Walk, a coastal public space in Manado that serves as a recreational hub for both residents and tourists. Employing a qualitative methodology, the research combines field observations, interviews, and analysis of on-site design elements. The study focuses on how natural features, landscape visualization, spatial comfort, and sensory experiences collectively shape a restorative atmosphere. Findings indicate that Malalayang Beach Walk successfully delivers a restorative spatial experience, particularly through its scenic ocean views, open pedestrian pathways, and social seating areas. Nonetheless, improvements are still needed in areas such as noise control and the integration of green elements. The results of this research provide valuable insights for the development of more user-friendly and psychologically supportive coastal public spaces.
Title: Analisis Penerapan Konsep Lingkungan Restoratif pada Ruang Publik Malalayang Beach Walk Manado
Description:
Ruang publik yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek restoratif tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesehatan mental dan kenyamanan pengunjung.
Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep lingkungan restoratif diterapkan pada arsitektur Malalayang Beach Walk di Manado yang merupakan salah satu ruang terbuka tepi laut yang kini menjadi daya tarik warga dan wisatawan.
Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis elemen-elemen desain yang ada di lokasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Fokus utama terletak pada bagaimana kehadiran elemen alam, visualisasi lanskap, kenyamanan ruang, serta pengalaman inderawi berkontribusi dalam menciptakan suasana yang memulihkan.
Hasilnya menunjukkan bahwa Malalayang Beach Walk cukup berhasil menghadirkan pengalaman ruang yang restoratif, terutama melalui keindahan panorama laut, jalur pedestrian yang terbuka, serta ruang duduk yang mendorong interaksi sosial.
Meski demikian, beberapa aspek seperti pengendalian kebisingan dan peningkatan integrasi elemen hijau masih dapat diperbaiki.
Temuan ini diharapkan memberi masukan bagi pengembangan ruang publik pesisir yang lebih ramah dan menenangkan bagi pengunjung.
Public spaces that incorporate restorative environmental principles not only enhance aesthetic appeal but also contribute significantly to mental well-being and user comfort.
This study investigates the implementation of restorative environment concepts in the architectural design of Malalayang Beach Walk, a coastal public space in Manado that serves as a recreational hub for both residents and tourists.
Employing a qualitative methodology, the research combines field observations, interviews, and analysis of on-site design elements.
The study focuses on how natural features, landscape visualization, spatial comfort, and sensory experiences collectively shape a restorative atmosphere.
Findings indicate that Malalayang Beach Walk successfully delivers a restorative spatial experience, particularly through its scenic ocean views, open pedestrian pathways, and social seating areas.
Nonetheless, improvements are still needed in areas such as noise control and the integration of green elements.
The results of this research provide valuable insights for the development of more user-friendly and psychologically supportive coastal public spaces.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PREVALENSI KARIES GIGI SULUNG ANAK PRASEKOLAH DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO
PREVALENSI KARIES GIGI SULUNG ANAK PRASEKOLAH DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO
Abstract: Dental caries is a disease of dental hard tissue characterised by demineralization of the inorganic substances and dissolving of the organic substances. The prevalence of...
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
STUDI LITERATUR: KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK BARU PASCA PANDEMI COVID-19
Pasca Pandemi Covid-19, masyarakat kembali melakukan aktivitasnya seperti sebelum pandemi
COVID-19 yang dimana saat pandemi masyarakat melakukan aktivitasnya di rumah. Pada s...
Relasi Ruang Publik Dan Pers Menurut Habermas
Relasi Ruang Publik Dan Pers Menurut Habermas
Jurnalisme merupakan sebuah kegiatan pengelolaan informasi yang memiliki rentang sejarah panjang berbarengan dengan perkembangan konsep ruang publik. Penelitian ini berupaya untuk ...
Optimalisasi Kecepatan Kendaraan Angkutan Sampah di Kota Manado
Optimalisasi Kecepatan Kendaraan Angkutan Sampah di Kota Manado
Waste management is a problem in all regions in Indonesia, including the city of Manado. Delays in waste transportation can cause odor problems and accumulation of waste that will ...
BAHASA BANTIK DALAM TARIAN TRADISIONAL MAHAMBA DI KECAMATAN MALALAYANG MANADO
BAHASA BANTIK DALAM TARIAN TRADISIONAL MAHAMBA DI KECAMATAN MALALAYANG MANADO
Tarian Mahamba adalah salah satu tarian tradisional masyarakat Bantik, khususnya Malalayang, yang dipentaskan dalam bentuk tari/gerak dan lagu. Penelitian ini khusus pada bahasa ya...
Penguatan Kewenangan Jaksa Selaku Dominus Litis Sebagai Upaya Optimalisasi Penegakan Hukum Pidana Berorientasi Keadilan Restoratif
Penguatan Kewenangan Jaksa Selaku Dominus Litis Sebagai Upaya Optimalisasi Penegakan Hukum Pidana Berorientasi Keadilan Restoratif
Dominus Litis merupakan asas universal yang melekat pada Jaksa. Jaksa selaku penuntut umum memiliki peran sentral dalam sistem peradilan pidana. Kehadiran Perja Nomor 15 Tahun 2020...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...

