Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pelaksanaan Pemilu Serentak Terhadap Budaya Politik

View through CrossRef
AbstractThe legal issues that are the object of this study about political culture in addressing the 2019 simultaneous general elections. The purpose of this study is to find out how to conduct 2019 general elections from the point of view of women. This research method uses empirical legal research methods. The research respondents were 20 members of dasawisma. Data obtained from questionnaires and interviews using quantitative data analysis. The results showed that respondents had an interest in the simultaneous election process in 2019. Participant's political culture had developed due to several factors, namely social, educational, and election socialization. Estimation results can tolerate no more than 5%. A probability value of 0.0012 means that a simultaneous general election will be significantly affected by changes in the political culture of the community. Efforts to increase the simultaneous election increase of 1% will increase the increase in political culture by 8%. However, simultaneous elections must still be improved so that women's participation can still be high in the upcoming elections. Keywords: Culture; Politics; Elections                                                          AbstrakPermasalahan hukum yang menjadi objek penelitian ini tentang budaya politik dalam menyikapi pemilihan umum serantak 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efentivitas pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019 dari sudut pandang perempuan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Responden penelitian adalah anggota dasawisma sebanyak 20 orang. Data diperoleh dari angket dan wawancara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki ketertarikan terhadap proses pemilu serentak 2019. Budaya politik partisipan sudah berkembang karena beberapa faktor, yaitu sosial, pendidikan, dan sosialisasi pemilu. Hasil estimasi mampu ditolerir kesalahannya tidak lebih dari 5%. Nilai probablitas 0,0012 berarti pelaksanaan pemilu umum serentak berpengaruh signifikan terhadap perubahan budaya politik masyarakat. Upaya peningkatan perbaikan pemilu serentak sebesar 1% akan mempengaruhi peningkatan budaya politik sebesar 8%. Walaupun begitu, pemilu serentak tetap harus diperbaiki sehingga partisipasi perempuan tetap bisa tinggi dalam pemilu yang akan datang.Kata kunci: budaya; politik; pemilihan umum
Title: Pengaruh Pelaksanaan Pemilu Serentak Terhadap Budaya Politik
Description:
AbstractThe legal issues that are the object of this study about political culture in addressing the 2019 simultaneous general elections.
The purpose of this study is to find out how to conduct 2019 general elections from the point of view of women.
This research method uses empirical legal research methods.
The research respondents were 20 members of dasawisma.
Data obtained from questionnaires and interviews using quantitative data analysis.
The results showed that respondents had an interest in the simultaneous election process in 2019.
Participant's political culture had developed due to several factors, namely social, educational, and election socialization.
Estimation results can tolerate no more than 5%.
A probability value of 0.
0012 means that a simultaneous general election will be significantly affected by changes in the political culture of the community.
Efforts to increase the simultaneous election increase of 1% will increase the increase in political culture by 8%.
However, simultaneous elections must still be improved so that women's participation can still be high in the upcoming elections.
 Keywords: Culture; Politics; Elections                                                          AbstrakPermasalahan hukum yang menjadi objek penelitian ini tentang budaya politik dalam menyikapi pemilihan umum serantak 2019.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efentivitas pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019 dari sudut pandang perempuan.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris.
Responden penelitian adalah anggota dasawisma sebanyak 20 orang.
Data diperoleh dari angket dan wawancara.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan konsep.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki ketertarikan terhadap proses pemilu serentak 2019.
Budaya politik partisipan sudah berkembang karena beberapa faktor, yaitu sosial, pendidikan, dan sosialisasi pemilu.
Hasil estimasi mampu ditolerir kesalahannya tidak lebih dari 5%.
Nilai probablitas 0,0012 berarti pelaksanaan pemilu umum serentak berpengaruh signifikan terhadap perubahan budaya politik masyarakat.
Upaya peningkatan perbaikan pemilu serentak sebesar 1% akan mempengaruhi peningkatan budaya politik sebesar 8%.
Walaupun begitu, pemilu serentak tetap harus diperbaiki sehingga partisipasi perempuan tetap bisa tinggi dalam pemilu yang akan datang.
Kata kunci: budaya; politik; pemilihan umum.

Related Results

resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
Dinamika Sosial Politik Pemilu Serentak 2019
Dinamika Sosial Politik Pemilu Serentak 2019
Pemilu Serentak 2019 merupakan pemilu kelima yang dilaksanakan pada era transisi demokrasi, sekaligus pengalaman pertama bagi bangsa Indonesia melaksanakan pemilu legislatif bersam...
Analisis Komparasi Terhadap Efektivitas Penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Antara Indonesia Dan Brazil
Analisis Komparasi Terhadap Efektivitas Penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Antara Indonesia Dan Brazil
Penelitian ini membahas tentang efektivitas penyelenggaraan pemilu serentak antara Indonesia dan Brazil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan efektivitas penyelenggara...
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU LANGSUNG DI INDONESIA
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU LANGSUNG DI INDONESIA
Penelitian ini mendeskripsikan pelayanan publik oleh penyelenggara pemilu sejak dilaksanakannya pemilu pertama di negeri ini, dengan mempelajari berbagai dokumen terkait sebagai da...
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
Pemanfaatan teknologi pada pelaksanaan Pemilu 2024 perlu didukung pengaturan tindak pidana pemilu elektronik. Tindak pidana pemilu elektronik merupakan ancaman pidana terhadap tind...
MENAKAR EFEKTIVITAS PEMILU SERENTAK 2019
MENAKAR EFEKTIVITAS PEMILU SERENTAK 2019
ABSTRAK Gagasan terselenggaranya pemilihan umum serentak 2019 membawa konsekuensi politik secara nasional dan daerah. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 perkara pengu...

Back to Top